Di tengah berbagai tawaran yang datang, Divaldo Alves menegaskan kriteria utama dalam memilih klub barunya. Pelatih kelahiran Luanda, Angola itu ingin menangani tim dengan proyek jangka jelas dan ambisi besar.
“Yang paling penting project yang bisa buka masa depan dengan klub yang punya ambisi juara, klub yang punya ambisi di top. Itu saja yang saya cari dan itu yang saya mau,” ucap Divaldo.
Divaldo Alves punya banyak pengalaman bersama sepak bola nasional. Pada awal kariernya, dia menukangi PSMS Medan (2008-2009), Persijap Jepara (2010), Minangkabau FC (2010-2011), hingga Persebaya 1927 (2011-2012).
Ia juga sempat meninggalkan Indonesia dengan menakhodai sejumlah klub antara lain Perak FA dan Negeri Sembilan FC (Malaysia), Muscat Club (Oman), serta Sofapaka FC (Kenya).
Sesudah itu, Divaldo comeback ke Liga Indonesia dan mengasuh beberapa klub seperti Persik Kediri (2022-2023 dan 2025), Persita Tangerang (2023-2024), PSBS Biak (2025), serta Persijap (2025-2026).





