Keseriusan India untuk menggelar pertandingan melawan Brasil juga terlihat dari persiapan finansial yang dilakukan. AIFF dikabarkan tengah menyiapkan anggaran sekitar 60-70 crore rupee atau setara Rp111,3 miliar hingga Rp129,9 miliar.
Dana tersebut berasal dari sponsor, penjualan tiket, serta dukungan Pemerintah Benggala Barat.
Jika India benar-benar mundur, Timnas Indonesia tentu akan kehilangan satu lawan tangguh yang seharusnya dihadapi pada fase grup.
Rencana mundur tersebut mendapat penolakan dari mantan kapten Timnas India, Bhaichung Bhutia. Bhutia menilai India seharusnya tetap mengutamakan FIFA ASEAN Cup karena turnamen tersebut memberikan manfaat lebih besar bagi perkembangan tim nasional dibandingkan hanya menjalani satu pertandingan persahabatan.
“Saya sangat menegaskan bahwa tim utama harus bermain di FIFA ASEAN Cup. Itu kompetisi yang jauh lebih baik daripada Piala SAFF,” ujar Bhutia.
Menurutnya, tiga atau empat pertandingan kompetitif akan jauh lebih berharga bagi perkembangan para pemain dibandingkan hanya menjalani satu laga uji coba.
“Brasil tetaplah Brasil dan tentu bagus melawan mereka. Namun waktunya tidak tepat. Anda hanya memainkan satu pertandingan. Apa manfaatnya bagi perkembangan jangka panjang tim nasional?” lanjutnya.





