Jakarta, CNN Indonesia —
Setelah membuat kejutan dengan mengalahkan Indonesia, Prancis terus melangkah jauh hingga menembus babak final. Namun hal itu tidaklah berarti ada pemakluman untuk kegagalan Indonesia di Thomas Cup 2026.
Prancis membuktikan bahwa keberhasilan mereka mengalahkan Indonesia di fase grup itu bukan sebuah kebetulan belaka. Begitu lolos ke babak perempat final, Prancis terus menunjukkan kejayaan mereka.
Dua negara yang punya sejarah juara di Thomas Cup, Jepang dan India, juga jadi korban keganasan Prancis. Keduanya dihajar dengan skor 0-3 di hadapan Prancis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam tiga laga melawan negara kuat tersebut, strategi tiga tunggal main lebih dulu milik Prancis terbukti ampuh. Lawan-lawan mereka mendapat tekanan besar karena harus berturut-turut menghadapi Christo Popov, Alex Lanier, dan Toma Junior Popov.
Padahal bila menilik skuad yang ada, Jepang dan India punya lapisan tunggal yang bisa meredam tunggal Prancis. Tentu saja demikian juga dengan Indonesia.
Lawan demi lawan yang dikalahkan Prancis bahkan membuat Tim Badminton Prancis jadi buah bibir di Thomas Cup 2026. Dalam obrolan di media sosial, yang juga diikuti oleh penggemar bulu tangkis yang tidak intens mengikuti secara detail, bahkan sistem order of play yang dirancang oleh Prancis dianggap sebagai sebuah kecurangan.
Padahal kemenangan Prancis didasarkan perhitungan strategi yang matang dan pemain-pemain yang tak merasakan demam panggung berlebihan. Bahkan ketika Prancis menapak babak final, mereka pun tidak merasakan kekhawatiran harus berdiri di lapangan yang sama dengan sang juara bertahan, China.
Dalam duel lawan China, Prancis benar-benar membuat China tidak bisa memandang remeh mereka. China memang menang dengan skor 3-1, tetapi dua laga yang dimenangkan Shi Yuqi dan Weng Hong Yang atas Popov bersaudara sejatinya benar-benar berjalan dengan peluang 50-50 di atas lapangan.
Terlebih duel Toma Junior Popov vs Weng Hong Yang. Skor 22-20, 20-22, 21-19 untuk Weng Hong Yang menggambarkan betapa tipisnya perbedaan menang dan kalah di laga tersebut.
Namun pada akhirnya, kemenangan di laga ketiga itulah yang turut mempercepat tamatnya perlawanan Prancis. China kemudian memenangkan laga ganda putra di partai keempat sekaligus memastikan trofi Thomas Cup jadi milik mereka, bersamaan dengan terkuburnya mimpi Prancis untuk jadi juara.
Prancis memang gagal juara namun banyak yang mengakui kehebatan mereka. Thomas Cup 2026 jadi penegasan bahwa mereka sudah berhasil masuk level elite dalam persaingan di beregu putra.
Namun bukan berarti, hal itu sebagai pemakluman atas langkah Indonesia mencatat sejarah buruk.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Add
source on Google
