Scroll untuk baca artikel
Teknologi

The International 2026: Hasil Kejuaraan Dunia Dota 2

webmaster
1
×

The International 2026: Hasil Kejuaraan Dunia Dota 2

Share this article
the-international-2026:-hasil-kejuaraan-dunia-dota-2
The International 2026: Hasil Kejuaraan Dunia Dota 2

Edisi ke-15 The International berakhir di Shanghai pada akhir Agustus, dengan hadirnya juara baru dan banyak momen menarik bagi para penggemar esports. Ulasan dari 1xBet membahas berbagai hal yang membuat turnamen yang mempertemukan tim-tim terkuat dunia tersebut begitu berkesan.

Example 300x600

Detail Kualifikasi (Di Mana NAVI?)

Valve hanya memberikan tujuh undangan langsung untuk The International 2026, sementara sembilan slot lainnya ditentukan melalui kualifikasi regional.

Kualifikasi Eropa menjadi salah satu yang paling kompetitif. Spirit dan Vision, dua tim yang akhirnya bertemu di Grand Final, berhasil lolos bersama Nigma Galaxy dan HULIGANI.

Persaingan yang begitu ketat bahkan membuat tim legendaris NAVI gagal lolos. Hal tersebut terjadi hanya setahun setelah tim muda NAVI mencuri perhatian dengan menggantikan roster utama mereka.

Skandal TaiLung dan Kesempatan Topson

Tahun lalu, Gaimin Gladiators terlibat dalam sebuah skandal yang membuat mereka harus digantikan oleh Yakutou Brothers di menit-menit terakhir.

Tahun ini, pemain muda asal Peru, Santiago “TaiLung” Aguero Gustavo, menjadi pusat kontroversi. Hanya sekitar satu minggu sebelum turnamen dimulai, ia diduga terlibat dalam pengaturan pertandingan atau match-fixing.

LGD Gaming kemudian tidak ingin mempertahankan pemain yang sedang berada di tengah kontroversi tersebut. Tim akhirnya mendatangkan dua kali juara dunia, Topias “Topson” Taavitsainen.

Pemain asal Finlandia itu memanfaatkan kesempatan tersebut dengan baik. Ia membantu LGD Gaming lolos dari fase grup dengan catatan kemenangan 3-2.

Setelah turnamen berakhir, muncul rumor bahwa pemain posisi midlaner tersebut mungkin akan keluar dari masa pensiun dan kembali memperkuat OG.

Dominasi Eropa, Kegagalan China, dan Kepergian Para Legenda

Untuk pertama kalinya dalam sejarah 15 tahun The International, tidak ada satu pun tim asal China yang berhasil mencapai babak playoff.

Hal ini cukup mengejutkan karena turnamen digelar di Shanghai dan diikuti tiga tim China, yakni Xtreme Gaming, Vici Gaming, dan Team Resilience.

Di sisi lain, Eropa Timur mencatatkan performa terbaiknya. Empat tim dari kawasan tersebut berhasil mengisi empat posisi teratas di The International 2026.

Turnamen tingkat dunia seperti The International juga membutuhkan persiapan dan pengorbanan besar dari para pemain maupun tim. Bagi sebagian pemain, ajang ini bahkan bisa menjadi turnamen terakhir mereka.

Falcons telah mengumumkan akan meninggalkan kompetitif Dota 2. Nigma Galaxy juga dikabarkan akan menyusul, sementara Cr1t- dan Sumai telah mengumumkan jeda dari kompetisi untuk waktu yang belum ditentukan.

Team Spirit, Yatoro, dan Collapse Jadi Juara Tiga Kali

Sebelum The International 2026 dimulai, terdapat tujuh pemain dan tiga tim yang secara matematis masih berpeluang menjadi juara dunia tiga kali.

Namun, OG gagal melewati fase grup, sedangkan Team Liquid tersingkir di perempat final. Peluang Team Spirit untuk memenangkan turnamen juga sempat terlihat sangat kecil.

Team Spirit bahkan dua kali kalah dari tim yang diperkuat “Prince” Satanic, yakni pada fase grup dan semifinal upper bracket.

Spirit kemudian memasuki Grand Final dalam kondisi kelelahan. Perjalanan mereka melalui lower bracket membuat tim harus memainkan dua pertandingan lebih banyak dibandingkan Vision.

Pada pertandingan terakhir sebelum final, Spirit berhasil mengalahkan Yandex, tim yang sebelumnya menjadi salah satu lawan tersulit mereka.

Grand Final berlangsung dramatis hingga game kelima. Team Spirit akhirnya berhasil mengamankan kemenangan pada pertandingan penentuan tersebut.

Hasil itu membuat Yatoro dan Collapse bersama Team Spirit menjadi pemain dan tim pertama dalam sejarah Dota 2 yang meraih tiga gelar juara The International.

Rekor The International 2026

The International 2026 menjadi turnamen esports dengan jumlah penonton puncak tertinggi kedua pada Agustus. Jumlah penonton mencapai hampir 1,8 juta secara bersamaan.

Posisi pertama ditempati MLBB Mid Season Cup 2026 dengan sekitar 1,9 juta penonton.

Pada hari Grand Final, Dota 2 juga mencatat lebih dari 1 juta pemain yang bermain secara bersamaan. Ini menjadi pertama kalinya jumlah pemain bersamaan Dota 2 kembali menembus angka tersebut sejak 2022.

Dari sisi hadiah, total prize pool TI15 mencapai sekitar 3,9 juta dollar AS. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dalam empat tahun terakhir sejak Valve mengubah model monetisasi turnamen.

Menurut pakar esports, berbagai pencapaian tersebut menunjukkan bahwa minat terhadap Dota 2 tidak hanya bertahan, tetapi juga terus berkembang. Hal ini membuka peluang munculnya lebih banyak pemain berbakat, pertandingan final yang menarik, serta juara-juara baru di masa mendatang.