Surabaya, CNN Indonesia —
Kecelakaan maut melibatkan mobil Mitsubishi Pajero warna putih dengan Kereta Api Ijen Ekspres relasi Malang-Ketapang terjadi di perlintasan sebidang petak jalan Tanggul-Bangsalsari KM 173+060, Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim), Kamis (17/9) siang.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 12.05 WIB tersebut mengakibatkan pengemudi Pajero bernama Yusril Nur Ibnu, warga Kecamatan Umbulsari, Jember, tewas seketika di lokasi kejadian.
Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro menjelaskan tabrakan bermula saat kendaraan roda empat itu melaju dari arah selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada saat bersamaan, KA Ijen Ekspres melintas dari arah Malang menuju Ketapang, Banyuwangi. Pengemudi mobil diduga mengabaikan rambu lalu lintas dan tidak berhenti sejenak saat hendak melintasi perlintasan sebidang.
“Masinis KA 239F (Ijen Ekspres) sebelumnya telah memberikan semboyan 35 atau isyarat peringatan secara berulang kali. Namun karena jarak yang sudah terlalu dekat, kejadian temperan tidak dapat dihindarkan,” kata Cahyo saat dikonfirmasi, Kamis (17/9).
Benturan keras tersebut membuat KA Ijen Ekspres harus berhenti luar biasa untuk menjalani pemeriksaan teknis. Sementara itu, kendaraan minibus tersebut sempat terseret cukup jauh dari lokasi awal benturan.
Setelah rangkaian pemeriksaan selesai, operasional kereta dinyatakan aman pada pukul 12.19 WIB dan melanjutkan perjalanan menuju stasiun tujuan. Seluruh penumpang beserta kru kereta api dipastikan selamat tanpa cedera.
“Peristiwa tersebut KA Ijen Ekspres mengalami keterlambatan selama 46 menit dan terdapat kerusakan pada lampu kabut lokomotif. Namun demikian, perjalanan kereta api di lintas tersebut tetap berjalan normal dan aman,” kata dia.
Pihak PT KAI Daop 9 Jember menyampaikan rasa keprihatinan mendalam atas kecelakaan ini dan kembali mengingatkan para pengguna jalan untuk senantiasa disiplin serta mengutamakan keselamatan di setiap perlintasan sebidang.
“Kami mengimbau dengan tegas kepada seluruh masyarakat agar tidak bersikap abai saat melintasi perlintasan sebidang. Selalu berhenti sejenak ketika hendak melewati perlintasan sebidang. Jangan mempertaruhkan nyawa hanya karena terburu-buru. Kereta api tidak dapat berhenti mendadak dan memiliki jarak pengereman yang panjang. Disiplin dan kepatuhan pengguna jalan menjadi kunci utama untuk mencegah terulangnya kejadian serupa,” ujarnya.
(dal/frd/dal)
