GenZ

Stop Kasihani Diri Sendiri Saat Hal Buruk Terjadi! Lakukan 6 Cara Ini Biar Kamu On Fire Lagi

2
stop-kasihani-diri-sendiri-saat-hal-buruk-terjadi!-lakukan-6-cara-ini-biar-kamu-on-fire-lagi
Stop Kasihani Diri Sendiri Saat Hal Buruk Terjadi! Lakukan 6 Cara Ini Biar Kamu On Fire Lagi

Stop mengasihani diri sendiri dan mulai refleksi sejenak

Stop Kasihani Diri Sendiri Saat Hal Buruk Terjadi! Lakukan 6 Cara Ini Biar Kamu On Fire Lagi

on fire lagi via www.unsplash.com

Rasa gelisah yang bertahan berhari-hari biasanya muncul ketika kita sedang ditimpa masalah yang berat. Hati dan pikiran rasanya nggak kompak, ingin mencari jalan keluar, tapi semuanya terasa buntu. Lama-lama, stres makin menumpuk, kepala makin penuh, dan kamu jadi lebih sensitif dari biasanya. Hal kecil pun bisa bikin uring-uringan. Tanpa sadar, kamu mulai terjebak dalam perasaan mengasihani diri sendiri.

Padahal, hidup memang punya ritmenya sendiri, kadang naik, kadang turun. Kita nggak mungkin bahagia terus, tapi juga nggak akan selamanya sedih. Ada masa ketika semuanya terasa ringan, lalu tiba-tiba datang peristiwa yang bikin hati remuk.

Meski nggak mudah diterima, fase sulit sering kali hadir untuk membentuk kita jadi pribadi yang lebih kuat dan matang. Kalau terus berada di zona nyaman, bisa jadi kita nggak pernah benar-benar berkembang. Nah, supaya kamu pelan-pelan bisa bangkit dari keterpurukan dan berhenti mengasihani diri sendiri, coba simak enam cara berikut ini.

1. Perbanyak Rasa Syukur dengan Menjadi Seorang Relawan

jadi volunteer bisa bikin kamu makin sadar, kalau keberadaanmu sangat berarti buat orang lain. via unsplash.com

Cara unik dan sangat berfaedah yang bisa kamu lakukan untuk memperbaiki kesedihan hati adalah menjadi seorang volunteer. Misalnya bergabung di sebuah organisasi kemanusiaan yang membuatmu bertemu dengan banyak orang. Di sana, kamu berinteraksi dengan berbagai orang dari latar belakang.

Hal itu tanpa disadari memengaruhi kamu dalam melihat isi dunia dengan cara pandang yang berbeda. Lambat laun kamu akan selalu bersyukur atas apa yang kamu alami, bahwa bukan kamu saja yang sedang diuji oleh Tuhan. Bukan kamu saja yang hidupnya sedang terpuruk. Bukan berarti menjadikan orang lain sebagai amunisi bersyukur, tetapi kamu sadar bahwa kamu nggak sendirian dan keberadaanmu tak seburuk itu.

2. Kurangi Membuka Media Sosial

Kurangi bermedia sosial sejenak deh.

Menjadi bagian dari generasi millenials sukses membuatmu sibuk dalam dunia virtual. Ya, generasi millenial hingga Gen Z sekarang memang identik dengan media sosial yang bikin waktu screening mereka sangat banyak, sehingga memengaruhi pola pikir dan pandangannya terhadap sesuatu di media sosial.

Misalnya saja, melihat unggahan seseorang yang sedang berlibur membuatmu juga harus berlibur dengan cara yang sama atau melihat konten tentang hubungan di media sosial menjadikanmu ingin memiliki standar yang sama. Padahal hal seperti itu nggak sepenuhnya benar. Kamu juga perlu bersikap realistis.

Oleh karena itu, cobalah untuk istirahat dari media sosial dan jalani hidupmu di dunia nyata sesungguhnya. Stop berpikir “kenapa aku nggak bisa kayak mereka” saat melihat content creator atau influencer, karena nggak semua jalan hidup orang sama. Lebih baik fokus membenahi diri dan mencapai cita-cita kamu.

3. Ceritakan Perasaanmu pada Orang yang Dipercaya

sharing is caring

Percaya atau tidak, bertemu dengan orang yang selalu bisa membuatmu merasa nyaman bisa membuat perasaan lebih aman dan nyaman. Jika dia adalah kekasih atau teman dekat, maka cobalah ajak bertemu untuk sekadar jalan-jalan sebentar dan membicarakan sesuatu yang membuatmu merasa gelisah. Kamu juga bisa memintanya untuk menemanimu makan, mencari buku atau keperluan rumah, atau cuma keliling taman dekat rumah agar perasaan lebih baik.

4. Tetap Bersikap Baik kepada Orang Lain

Bantulah mereka selama kamu bisa, tapi jangan mau dimanfaatkan ya

Mungkin kamu memang sedang membutuhkan bantuan dari orang lain, mengingat keadaanmu sedang down. Namun, jangan sampai hal tersebut membuatmu berhenti untuk melakukan hal baik kepada orang lain. Sebab, satu kebahagiaan yang kamu berikan pada orang lain yang memerlukan pertolongan, suatu saat juga akan kembali kepadamu dalam bentuk yang lebih baik.

Ya, walaupun menyenangkan semua orang memang nggak bisa kamu lakukan sendiri, tapi satu atau dua orang tak masalah. Apalagi menyenangkan sahabat atau orang-orang terdekat.

5. Berpikir Realistis dan Berhenti Salahkan Diri Sendiri

Self-love dulu coba!

Mengasihani diri sendiri sebenarnya nggak masalah, hanya saja jika terlalu lama akan bikin kamu rugi sendiri. Rugi waktu, tenaga, bahkan pikiran. Ya, waktumu terbuang sia-sia cuma untuk mengasihani diri gara-gara ada hal buruk yang terjadi. Padahal bisa saja, itu cara Tuhan untuk menyadarkanmu atau membuatmu berkembang lebih baik.

Jadi, daripada begitu terus, lebih baik kamu lakukan perubahan dalam hidup sekecil apa pun. Misalnya, kamu bisa mendistraksi pikiran dengan mulai berolahraga seminggu sekali, mulai mengenali diri sendiri, mulai belajar make-up atau pakai skincare, dan lain-lain. Nggak cuma tubuh bugar, tapi pikiran pun fresh, dan kamu makin mengenali tujuan hidupmu ke depannya.

6. Buat Rencana Hidup di Masa Depan

Cobalah untuk mulai menatap hidupmu lagi. Kamu bisa cari tahu dari sekarang seperti apa goals yang ingin kamu dapatkan dari sekarang. Dengan begitu, hidupmu akan lebih terarah dan jelas Lambat laun, rasa gelisah atas segala hal buruk yang pernah menimpa diri menghilang dan tergantikan dengan goals-mu di kemudian hari.

Menjalani hidup akan terasa berat jika kamu tidak bisa berdamai dengan diri sendiri. Untuk itu, stop dari sekarang mengasihani dan menyalahkan diri terlalu lama. Karena kini bukan saatnya lagi bermuram durja atas apa yang kamu alami dan miliki sejak dulu hingga sekarang. Yuk, lakukan perubahan dari sekarang!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Seorang Content Writer SEO dan Content Creator yang suka belajar hal-hal baru, terutama tentang transformasi dunia digital agar bermanfaat dan memberikan solusi atas permasalahan-permasalahan yang relevan saat ini.

Exit mobile version