Scroll untuk baca artikel
Networking

Spanyol tangkap tiga orang karena gunakan platform hacktivist DDoSia

99
×

Spanyol tangkap tiga orang karena gunakan platform hacktivist DDoSia

Share this article
spanyol-tangkap-tiga-orang-karena-gunakan-platform-hacktivist-ddosia
Spanyol tangkap tiga orang karena gunakan platform hacktivist DDoSia

serangan DDoS

Pihak berwenang Spanyol telah menangkap tiga orang karena menggunakan DDoSia, platform penolakan layanan terdistribusi yang dioperasikan oleh hacktivis pro-Rusia, untuk melakukan serangan DDoS terhadap pemerintah dan organisasi di negara-negara NATO.

Example 300x600

Penangkapan dilakukan di rumah para tersangka di Seville, Huelva, dan Manacor. Polisi juga menyita berbagai peralatan komputer dan dokumen penting yang akan digunakan dalam penyelidikan selanjutnya.

Penangkapan yang dilaporkan tampaknya tidak menghalangi kelompok tersebut, karena kelompok peretas terus melakukan serangan DDoS terhadap target di Uni Eropa pada Senin pagi.

Aparat penegak hukum Spanyol membagikan video berikut mengenai penyitaan perangkat selama penangkapan.

Serangan ‘DDoSia’

Pengumuman oleh Kementerian Dalam Negeri Spanyol menyebutkan bahwa ketiga tahanan tersebut berpartisipasi dalam proyek DDoSia, sebuah platform perangkat lunak yang digunakan untuk meluncurkan serangan DDoS yang dikembangkan dan dioperasikan langsung oleh NoName057.

“Kekhasan serangan siber yang dilakukan oleh NoName057 (16) adalah serangan tersebut dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak yang dikembangkan oleh kelompok itu sendiri, yaitu perangkat lunak yang disebut “DDoSia,” yang digunakan secara sukarela oleh individu-individu yang mendukung tujuan organisasi hacktivist ini,” kata Ministerio Del Interior Spanyol.

DDoSia diluncurkan pada Agustus 2022 sebagai platform baru yang menggunakan bandwidth relawan untuk melakukan serangan DDoS crowdsourced terhadap organisasi yang mendukung Ukraina.

Proyek kontributor berbayar teratas uang sebagai imbalan atas hasil yang mereka hasilkan berupa sejumlah besar lalu lintas yang diarahkan ke target yang ditentukan oleh kelompok hacktivist NoName057.

DDoSia adalah sumber serangan DDoS yang terkenal terhadap organisasi pemerintah di Polandia Dan Swissyang menyebabkan gangguan layanan dan masalah akses.

Pada bulan Juni 2023, perusahaan keamanan siber Sekoia melaporkan bahwa platform DDoSia telah mencapai Pertumbuhan 2.400%dengan lebih dari 13.000 pengguna di saluran Telegramnya.

Analisis perusahaan terhadap 486 gelombang serangan DDoSia antara 8 Mei dan 26 Juni 2023 menunjukkan bahwa platform tersebut telah menargetkan organisasi di lebih dari 24 negara, terutama Lithuania, Ukraina, Polandia, dan Italia.

Penyelidik Spanyol mengatakan mereka sedang berupaya mengidentifikasi peserta lain dalam serangan DDoSia.

Publik mungkin menganggap para hacktivis ini sebagai ancaman yang lebih kecil. Namun, serangan DDoS terbukti sangat mengganggu organisasi karena terbukti dapat melumpuhkan portal login, konsol administratif, dan situs web.

Musim panas terakhir, Microsoft mengakui bahwa pemadaman beberapa hari pada portal web Azure, Outlook, dan OneDrive disebabkan oleh serangan DDoS yang diluncurkan oleh kelompok hacktivist Anonymous Sudan (Storm-1359).

Para pelaku ancaman bahkan berupaya mendapatkan keuntungan dari serangan DDoS, dengan menuntut Microsoft membayar mereka $1.000.000 untuk menghentikannya.