Koordinator BMR, Purna Tamtama, mengatakan pihaknya langsung bergerak usai menerima laporan mengenai insiden tersebut. Mereka kemudian menggelar koordinasi untuk menentukan langkah bantuan.
“Kami langsung koordinasi di Posko Jatimulyo untuk menyatukan informasi, melakukan asesmen data, dan crosscheck. Hasil dari asesmen mengerucut pada keputusan untuk memberangkatkan tim ke lokasi,” ujar Purna, Minggu (18/10/2026) sore.
Dalam misi kemanusiaan itu, BMR mengirimkan tiga personel dengan satu unit ambulans. Tim di lapangan menyesuaikan rencana operasi dan berkoordinasi dengan relawan Brajamusti Jatim Squad (BJS) yang berada di Caruban.
“Ambulans yang kami berangkatkan memang speknya disesuaikan untuk pengangkutan jenazah. Tandu sengaja kami keluarkan agar peti jenazah bisa masuk. Tapi kami prinsipnya manut arahan pihak rumah sakit di sana, kalau misal dimintai tolong membawa korban selamat pun kami siap,” katanya.
“Kami tetap standby-kan relawan di Posko Jatimulyo. Jadi misal harus membackup rumah atau keluarga korban, misal ambil barang atau antar kebutuhan apa, kami siap bantu. Kami standby sampai semua proses penanganan benar-benar clear dan kawan-kawan pulang,” imbuh Purna.




