Berita

Setelah Maung Garuda, Prabowo Minta Dibuatkan Mobil “Sapa Rakyat”

2
setelah-maung-garuda,-prabowo-minta-dibuatkan-mobil-“sapa-rakyat”
Setelah Maung Garuda, Prabowo Minta Dibuatkan Mobil “Sapa Rakyat”

Setelah Maung Garuda, Prabowo Minta Dibuatkan Mobil “Sapa Rakyat”

Indonesiainside.id Presiden Prabowo Subianto kembali menunjukkan gaya kepemimpinannya yang dekat dengan masyarakat. Dalam peluncuran 1.061 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Presiden bahkan melontarkan permintaan khusus kepada PT Pindad untuk mendesain mobil kepresidenan yang memungkinkan dirinya lebih mudah menyapa dan menyalami rakyat.

Permintaan itu lahir dari pengalaman langsung di lapangan. Di setiap kunjungan kerja, ribuan warga rela berdiri berjam-jam di bawah terik matahari hanya demi melihat dan bersalaman dengan kepala negara. Bagi Prabowo, tidak pantas seorang Presiden hanya duduk tertutup di balik kaca kendaraan ketika rakyat menunggu dengan penuh antusias.

Dengan gaya santainya, Presiden bahkan berseloroh bahwa tangan masyarakat Jawa Timur terasa “keras-keras” karena banyak yang bekerja sebagai petani. Candaan itu memancing tawa hadirin, tetapi di balik humor tersebut tersimpan pesan penting tentang hubungan emosional antara pemimpin dan rakyatnya.

Prabowo kemudian meminta agar mobil khusus itu dirancang memiliki ruang aman bagi Presiden untuk berdiri dan tetap terlihat oleh masyarakat. Ide tersebut bukan sekadar soal desain kendaraan, melainkan simbol tentang bagaimana seorang pemimpin ingin hadir lebih dekat di tengah rakyatnya.

Nama “Profesor Sigit” yang dipanggil Presiden merujuk kepada Sigit Puji Santosa, perancang mobil kepresidenan Maung Garuda sekaligus Direktur Utama PT Pindad. Maung Garuda sendiri menjadi simbol kebanggaan industri pertahanan nasional karena sepenuhnya merupakan karya anak bangsa dan telah digunakan Presiden sejak awal masa jabatannya.

Kehadiran Maung Garuda juga memperlihatkan kepercayaan pemerintah terhadap kemampuan industri dalam negeri. Bahkan kendaraan tersebut pernah dibawa ke forum internasional saat Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN di Cebu, Filipina, sebagai kendaraan resmi Presiden RI.

Di era modern, mobil kepresidenan biasanya identik dengan keamanan tinggi, kaca antipeluru, dan protokol ketat. Namun usulan Prabowo menambahkan satu unsur lain: kedekatan dengan rakyat. Sebab bagi sebagian masyarakat, berjabat tangan dengan Presiden bukan sekadar seremoni, melainkan pengalaman emosional yang membangun rasa memiliki terhadap negara.

Pada akhirnya, kendaraan itu bukan hanya alat transportasi, tetapi juga simbol hubungan antara kekuasaan dan rakyat. Dan ketika seorang Presiden rela berdiri berjam-jam demi menyapa masyarakat, maka yang terlihat bukan sekadar iring-iringan kendaraan negara, melainkan upaya menghadirkan kepemimpinan yang terasa dekat di hati rakyatnya.

Exit mobile version