Bola.com, Jakarta – Memasuki dunia yang belum pernah digelutinya menjadi pengalaman tersendiri bagi Ricky Nelson. Ricky memang baru saja diumumkan sebaga pelatih baru Persija Women untuk mengarungi sisa Indonesia Women’s League 2026/2027.
Ricky Nelson menggantikan posisi Yusup Prasetiyo. Pelatih muda yang sebelumnya diberhentikan dari kursi kepelatihan Persija Women.
Pengalaman Ricky Nelson di sepak bola nasional sejatinya cukup panjang dan beragam. Ricky pernah menduduki posisi pelatih kepala maupun asisten pelatih, terlibat dalam pengelolaan operator kompetisi, hingga berkecimpung dalam pengembangan pemain usia muda.
Meski demikian, menangani tim putri menghadirkan perspektif dan tantangan yang berbeda dari perjalanan kariernya selama ini. Kesempatan tersebut sekaligus menuntut Ricky Nelson untuk memahami sejumlah aspek baru. Mulai dari karakteristik permainan, kemampuan individu pemain, hingga dinamika persaingan antartim. Tantangan itu semakin terasa karena ia hanya memiliki waktu sekitar lima hari untuk mempersiapkan Persija Women sebelum menjalani pertandingan pertamanya pada Minggu (1/11/2026).
“Tentu saja adaptasi saya lakukan. Saya baru kali ini menangani tim putri. Jadi, saya beradaptasi dengan melihat sejauh mana perbedaan level antara tim putri dan tim putra. Itu yang perlu diadaptasi, baik secara taktikal maupun fisikal. Kami juga perlu melihat seperti apa levelnya,” ujar Ricky.
Mantan pemain Liverpool, Natasha Dowie, memberikan pujian kepada Timnas Putri Indonesia. Ia menyebut Garuda Pertiwi sebagai perintis masa depan sepak bola wanita Indonesia dan berharap suatu saat para pemainnya bisa tampil di Women’s Super League (WS…
Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)
Sudah Punya Gambaran
Dalam proses awal menjadi pelatih Persija Women, Ricky Nelson mulai mendapatkan gambaran mengenai potensi dan aspek yang masih perlu dikembangkan dari tim asuhannya.
Ricky Nelson juga melihat adanya sejumlah perbedaan dibandingkan sepak bola putra, tetapi hal itu tidak lantas menjadi penghalang bagi tim untuk terus meningkatkan kualitas permainan.
“Sejauh ini, seminggu berjalan dengan baik dan saya sudah bisa melihat situasinya. Memang tetap ada perbedaan yang signifikan, tetapi itu bukan menjadi alasan bagi kami untuk tidak bisa berkembang,” ujarnya. .
“Ternyata, tim putri juga bisa melakukan hal-hal yang selama ini dilakukan tim putra. Jadi, saya mencoba melihat apa saja yang bisa langsung diterapkan dan hal-hal yang mungkin masih membutuhkan waktu untuk ditingkatkan. Ada yang perlu segera kami benahi, tetapi ada pula yang harus dijalani dengan sabar dalam prosesnya,” sambung eks pelatih Persis Solo itu.
Komunikasi Sangat Penting
Di luar kebutuhan membangun permainan, Ricky Nelson juga menempatkan komunikasi sebagai bagian penting dalam proses adaptasinya. Ia memahami bahwa setiap pemain memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, pendekatan yang selama ini diterapkannya bersama tim putra tidak serta-merta bisa digunakan dengan cara yang sama di Persija Women.
“Saya baru di tim putri, jadi saya mencoba melakukan pendekatan secara humanity. Saya juga punya dua anak perempuan, sehingga pendekatannya tentu lebih humanis. Saya ingin lebih banyak mendengarkan mereka dan memahami bagaimana keinginan mereka dalam bermain. Saya juga kembali menonton pertandingan untuk mempelajari karakter permainan tim putri. Jadi, ada banyak hal yang masih perlu saya pelajari,” ujar Ricky Nelson.
“Selama seminggu ini, itulah yang coba saya lakukan. Saya membangun pendekatan secara tim dengan mendengarkan keluh kesah para pemain, sekaligus mencari solusi bersama agar kami bisa memenangkan pertandingan,” tandas sosok yang pernah menukangi Persipura Jayapura itu.






