Scroll untuk baca artikel
Berita

RI Bakal Dapat Tambahan Produksi Gas Jumbo di 2028

91
×

RI Bakal Dapat Tambahan Produksi Gas Jumbo di 2028

Share this article
ri-bakal-dapat-tambahan-produksi-gas-jumbo-di-2028
RI Bakal Dapat Tambahan Produksi Gas Jumbo di 2028

lifting minyak

Dua petugas memeriksa sumur minyak di lapangan Sukowat. Foto: Antara

Example 300x600

Indonesiainside.id – Indonesia sedang mempersiapkan lonjakan produksi gas bumi dalam beberapa tahun mendatang, seiring dengan pengembangan sejumlah lapangan gas baru yang akan memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi nasional. Data terbaru dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan bahwa berbagai proyek pengembangan lapangan gas bumi akan menjadi pendorong utama peningkatan ini.

“Ini adalah upaya-upaya kita bagaimana bisa mencapai produksi 1 juta barel dan 12 Billion Cubic Feet (BCF). Jadi kalau di minyak ada angka penurunan, tapi di gas ada angka kenaikan. Dan ini belum lagi masuk lagi lapangan barunya ENI,” ujar Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (5/8).

Ia mengungkapkan bahwa pada periode 2027 hingga 2028, Indonesia diperkirakan akan mengalami peningkatan produksi gas bumi yang signifikan. Proyek-proyek besar seperti Geng North, IDD Gandang Gendalo, dan Andaman akan menjadi kontributor utama dalam peningkatan produksi gas nasional.

Berikut adalah rincian tambahan produksi gas dari beberapa proyek utama:

1. Geng North: Proyek ini diperkirakan akan menghasilkan tambahan produksi sebesar 1.000 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) dengan cadangan mencapai 4,1 TCF. Produksi diharapkan dimulai pada tahun 2027.

2. IDD Gandang Gendalo: Dengan target produksi 4.900 MMSCFD dan cadangan 6,3 TCF, lapangan ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan produksi gas nasional.

3. Andaman: Meski masih dalam tahap eksplorasi, lapangan ini diperkirakan memiliki potensi produksi sebesar 527 MMSCFD dengan cadangan sekitar 10 TCF.

Selain proyek-proyek besar tersebut, ada sejumlah lapangan lain yang diharapkan dapat memberikan kontribusi, termasuk Ubadari (550 MMSCFD), Asap Kido Merah (330 MMSCFD), Maha (194 MMSCFD), Secanggang (140 MMSCFD), Mako (120 MMSCFD), Lofin (120 MMSCFD), Marakes East (89 MMSCFD), Wasambo (40 MMSCFD), dan Karendan (100 MMSCFD).

Meski prospeknya cerah, pengembangan lapangan gas baru menghadapi tantangan seperti isu perizinan, ketersediaan infrastruktur, dan fluktuasi harga energi global. Oleh karena itu, pemerintah dan perusahaan migas perlu bekerja sama dalam melakukan pengeboran eksplorasi dan menjalin kerjasama dengan pemain besar dunia seperti EOG Resources dan CNPC.

Peningkatan produksi gas bumi ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional, mengurangi ketergantungan pada impor, serta mendorong pertumbuhan industri berbasis gas. Gas bumi juga dinilai sebagai sumber energi transisi yang lebih bersih dibandingkan dengan bahan bakar fosil lainnya.

“Nah dari sinilah nanti kita akan memanfaatkan gasnya untuk bisa mendukung ketahanan energi dan sekaligus mendukung transisi energi kita, untuk bisa mengurangi emisi karbon,” tegas Arifin.