Jakarta, CNN Indonesia —
Kongres Nasional Majelis Tahkim ke-42 resmi dibuka hari ini, Minggu (18/10). Kongres mengusung lima pilar ekonomi umat yakni, ekonomi syariah, koperasi, zakat dan wakaf, ekologi dan keberlanjutan, serta kewirausahaan umat.
Menteri Koperasi (Menkop) sekaligus Sekretaris Jenderal Syarikat Islam (SI) Ferry Juliantono dan Presiden Syarikat Islam Hamdan Zoelva membuka Kongres Nasional Majelis Tahkim ke-42. Kongres berlangsung 18-20 Oktober 2026 di Surabaya, Jawa Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kongres mengusung tema ‘Dakwah Ekonomi Menuju Kemerdekaan Sejati’ dengan fokus pada lima pilar utama ekonomi umat yakni, ekonomi syariah, koperasi, zakat dan wakaf, ekologi dan keberlanjutan, serta kewirausahaan umat.
“Rangkaian kegiatan kongres akan melahirkan keputusan strategis yang tidak hanya bermanfaat bagi umat Islam di Indonesia, melainkan juga berkontribusi bagi kepentingan bangsa, negara, serta umat secara global. Selain di dalam negeri, perjuangan ini juga tidak melupakan saudara-saudara kita di Palestina,” kata Ferry dalam pembukaan kongres pada Minggu (18/10) seperti dilaporkan detikjatim.
Dia menambahkan SI akan mengaktifkan seluruh cabang untuk membebaskan masyarakat dari jerat pinjaman ilegal, memberikan bantuan pangan, dan menyelesaikan masalah warga yang miskin.
Kemudian dalam pelaksanaan pilar-pilar ekonomi umat, di bidang koperasi, SI mendorong pendirian koperasi pendukung pesantren, koperasi pembinaan syariah, dan koperasi berbasis masjid dan tempat ibadah.
Pilar zakat dan wakaf fokus pada pengelolaan yang lebih produktif. Di bidang ekonomi syariah, SI berupaya meningkatkan literasi, memperluas inklusi keuagan syariah, dan mencetak lebih banyak pengusaha muslim
“Potensi yang dimiliki sangat besar, mengingat jumlah umat muslim di Indonesia serta sejarah panjang perjuangan SI,” katanya.
(els)






