Berita

Reformasi Struktural, Jalan Bangun Pasar Kompetitif dan Menuju Indonesia Emas 2045

135
reformasi-struktural,-jalan-bangun-pasar-kompetitif-dan-menuju-indonesia-emas-2045
Reformasi Struktural, Jalan Bangun Pasar Kompetitif dan Menuju Indonesia Emas 2045

Escaping The MiddleIncome Trap and Reaching Golden Indonesia 2045: Pathways & Policy Options

Escaping The MiddleIncome Trap and Reaching Golden Indonesia 2045: Pathways & Policy Options

Indonesiainside.id- Anggota Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Eugenia Mardanugraha, mengatakan, keberhasilan reformasi struktural dalam mempromosikan pasar yang kompetitif sangat dipengaruhi oleh jenis persaingan di pasar barang. Maka itu, dia menegaskan, reformasi struktural penting untuk meningkatkan persaingan, inovasi, dan produktivitas.

Reformasi struktural menjadi kunci yang diperlukan untuk mempromosikan persaingan di pasar negara berkembang, termasuk memperkuat undang-undang kebijakan persaingan untuk melarang pembatasan perdagangan dan menegakkan larangan tersebut.

“Institusi yang kuat dan independen sangat penting untuk menegakkan hukum dengan adil, memastikan persaingan yang adil di pasar,” ujar wanita yang juga Dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia ini dalam konferensi dan lokakarya kebijakan yang bertajuk Escaping The MiddleIncome Trap and Reaching Golden Indonesia 2045: Pathways & Policy Options, dikutip kanal BRIN, Kamis (1/8/2024).

Dia juga menyoroti pentingnya deregulasi dan liberalisasi pasar dalam meningkatkan daya saing, pilihan konsumen, dan efisiensi ekonomi. Dia mencontohkan, deregulasi di sektor asuransi dan listrik di China telah meningkatkan persaingan, diversifikasi pilihan konsumen, dan perubahan strategi penetapan harga berdasarkan jenis risiko.

“Hambatan masuk pasar, seperti regulasi yang berlebihan, persyaratan lisensi, dan monopoli yang diberikan pemerintah dapat menghambat persaingan dan inovasi. Oleh karena itu, mengurangi beban regulasi dan memfasilitasi liberalisasi pasar adalah langkah penting untuk meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia,” jelasnya.

Di sisi lain, Eugenia menekankan pentingnya kebijakan perdagangan yang membuka pasar dan mengurangi hambatan perdagangan untuk meningkatkan persaingan. Perjanjian perdagangan internasional memainkan peran penting dalam mempromosikan persaingan dan mengurangi praktik anti-persaingan dengan menetapkan kerangka kerja yang mendorong persaingan pasar yang adil.

“Dengan kombinasi kebijakan dan reformasi yang tepat, Indonesia dapat membangun pasar yang lebih kompetitif dan mencapai visi Indonesia Emas 2045,” tutup Eugenia dalam paparanya yang berjudul Structural Reform for Competitive Markets: Paving the Way for Golden Indonesia 2025.

Exit mobile version