Direktur Akademi Persis Solo itu melihat, PSSI kini lebih realistis dalam menentukan sosok pelatih kepala Timnas Indonesia. Pengalaman dan kemampuan membangun fondasi sepak bola dinilai menjadi pertimbangan utama.
“PSSI sekarang memilih pelatih yang mempunyai rekam jejak, punya pengalaman bagaimana membangun infrastruktur sepak bola sebuah negara,” sebut Rasiman.
“Ini mungkin pilihan yang cukup bijak ya, karena selama ini Patrick Kluivert dipilih lebih karena image, brand image, personal brand image daripada experience,” sambungnya.
Dengan hadirnya John Herdman, publik berharap Timnas Indonesia bisa berkembang secara berkelanjutan. Namun, seperti yang diingatkan Rasiman, kesabaran dan ekspektasi yang realistis menjadi kunci agar proyek jangka panjang ini berjalan optimal.


