Scroll untuk baca artikel
Berita

Rasa Haru dari Kirab Sang Merah Putih dari Jakarta ke IKN

225
×

Rasa Haru dari Kirab Sang Merah Putih dari Jakarta ke IKN

Share this article
rasa-haru-dari-kirab-sang-merah-putih-dari-jakarta-ke-ikn
Rasa Haru dari Kirab Sang Merah Putih dari Jakarta ke IKN

Masyarakat menyambut antusias arak-arakan peserta Kirab Bendera Merah Putih dan Teka Proklamasi saat melintasi kawasan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (10/8/2024). (ANTARA/HO-Sekretariat Presiden).

Masyarakat menyambut antusias arak-arakan peserta Kirab Bendera Merah Putih dan Teka Proklamasi saat melintasi kawasan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (10/8/2024). (ANTARA/HO-Sekretariat Presiden).

Example 300x600

Indonesiainside.id – Ada rasa haru dan perasaan kehilangan akan identitas Jakarta sebagai ibu kota negara. Rasa haru itu ditandai dengan kirab duplikat Bendera Pusaka Merah Putih dan salinan teks proklamasi dari kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.

Kepergian sang merah putih sekaligus menjadi penanda bahwa Jakarta segera menjadi daerah khusus tanpa kata ibu kota lagi. Status ibu kota telah lama memang disematkan dengan nama Nusantara, namun belum resmi. Jakarta masih menjadi ibu kota, dan tidak boleh ada dua ibu kota negara.

Namun, kepergian Sang Merah Putih tersebut merenggut rasa, oh Jakarta tak lama lagi kehilangan status lamanya yang disandangnya sejak lama. Pelepasan dua simbol negara untuk perayaan HUT ke-79 RI di IKN tersebut pun dibuatkan seremoni yang meriah. Dan masyarakat menyambutnya dengan antusias.

Mereka antusias menyaksikan prosesi kirab Bendera Merah Putih dan teks proklamasi dari kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, menuju Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (10/8/2024).

Iring-iringan kendaraan yang membawa bendera duplikat dan teks proklamasi menjadi pusat perhatian warga yang hadir. Sorakan, tepuk tangan dan teriakan para warga bergema di sepanjang rute kirab.

Warga Cibubur, Ratih mengatakan, arak-arakan ini menjadi momen bersejarah bagi warga yang menyaksikan secara langsung.

Ia datang bersama anaknya menyaksikan kirab yang berlangsung meriah sejak pagi. Penampilan drum band serta pasukan berkuda menjadi pemandangan spesial bagi Ratih dan keluarga.

“Pastinya seru dan ramai karena satu ‘kan ada drum band-nya. Kedua kita untuk edukasi anak aja,” katanya.

Bagi Ratih, kegiatan kirab merupakan bentuk edukasi bagi anak dalam rangka menumbuhkan nasionalisme dan rasa cinta tanah air. Apalagi, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang mengenakan seragam rapi juga turut serta dalam prosesi kirab.

“Ini ‘kan ada Paskibraka-nya, ada semangat. Ya mungkin tahun-tahun yang akan datang anak saya bisa ikut Paskibraka gitu,” katanya.

Siswi SMKN 59 Jakarta bernama Anisa juga menceritakan keseruannya saat menyaksikan iring-iringan tersebut. Momen paling menarik baginya saat melihat kendaraan taktis “Maung” buatan Pindad yang membawa bendera duplikat dan teks proklamasi menuju ke Lanud Halim Perdanakusuma.

“Yang bawa bendera pusaka, duplikatnya menurut aku keren banget bawa ke IKN,” ujar Anisa.

Kirab duplikat bendera dan teks naskah proklamasi tahun ini tidak hanya menjadi peristiwa simbolis, tetapi juga menyatukan kembali semangat persatuan dan kesatuan di masyarakat. (Aza)