Scroll untuk baca artikel
Berita

PUPR Bangun Sarana dan Prasarana Sanitasi Ponpes Sebanyak 1.279 Unit

122
×

PUPR Bangun Sarana dan Prasarana Sanitasi Ponpes Sebanyak 1.279 Unit

Share this article
pupr-bangun-sarana-dan-prasarana-sanitasi-ponpes-sebanyak-1.279-unit
PUPR Bangun Sarana dan Prasarana Sanitasi Ponpes Sebanyak 1.279 Unit

Ilustrasi sanitasi di salah satu ponpes di Banyuwangi. Foto: Antara

Ilustrasi sanitasi di salah satu ponpes di Banyuwangi. Foto: Antara

Example 300x600

Indonesiainside.id – Kesehatan adalah salah satu elemen kunci dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Menyadari pentingnya hal ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur pendidikan, tetapi juga berkomitmen menyediakan fasilitas sanitasi melalui program Padat Karya Tunai (PKT).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menuturkan bahwa program ini bertujuan untuk mendukung kesehatan para siswa dan santri di Pondok Pesantren serta Lembaga Pendidikan Keagamaan (LPK). Sebab, akses terhadap sanitasi dan air bersih merupakan faktor krusial yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, termasuk para santri yang sedang menimba ilmu di pesantren.

“Selain infrastruktur besar, Kementerian PUPR juga bertanggung jawab dalam membangun infrastruktur yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Infrastruktur kerakyatan ini membawa manfaat yang nyata bagi mereka,” ujar dia di Jakarta, dikutip Jumat (9/8).

Pada tahun anggaran 2024, Kementerian PUPR, melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya, merencanakan pembangunan fasilitas sanitasi di 1.279 unit LPK dengan alokasi anggaran sebesar Rp255,8 miliar. Program PKT ini akan dilaksanakan di 24 provinsi dan diproyeksikan dapat menyerap 7.674 tenaga kerja. Beberapa lokasi pelaksanaan program ini meliputi Pondok Pesantren Daarul Rahman di Kateman Riau, Pondok Pesantren Khairul Hikmah di Gorontalo, Pondok Pesantren Darul Huffadz Wadilmuqaddas di Sulawesi Tenggara, Pondok Pesantren Nurul Anwar di Papua, dan SMA Advent Doyo Baru di Papua.

Fasilitas sanitasi yang dibangun dalam Program PKT ini mencakup pembangunan MCK, tempat wudhu, tempat cuci tangan, tempat cuci pakaian, serta Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPALD).

Sebelumnya, pada tahun anggaran 2023, Kementerian PUPR telah berhasil menyelesaikan pembangunan fasilitas sanitasi di 1.548 unit LPK dengan anggaran sebesar Rp315,6 miliar. Kegiatan tersebut mencakup 33 provinsi dan berhasil menyerap 18.769 tenaga kerja. Dengan adanya fasilitas sanitasi ini, diharapkan kualitas hidup siswa dan santri dapat meningkat, serta lingkungan menjadi lebih bersih dan sehat, seiring dengan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).