Scroll untuk baca artikel
Sepakbola

Pulang ke Brasil, Leo Navacchio Ucapkan Kalimat Perpisahan Menyentuh untuk Persik dan Publik Kediri

webmaster
1
×

Pulang ke Brasil, Leo Navacchio Ucapkan Kalimat Perpisahan Menyentuh untuk Persik dan Publik Kediri

Share this article
pulang-ke-brasil,-leo-navacchio-ucapkan-kalimat-perpisahan-menyentuh-untuk-persik-dan-publik-kediri
Pulang ke Brasil, Leo Navacchio Ucapkan Kalimat Perpisahan Menyentuh untuk Persik dan Publik Kediri

Bola.com, Kediri – Perpisahan selalu terasa berat bagi siapapun. Begitu pula yang dirasakan Leo Navacchio. Kiper asal Brasil itu memutuskan pulang ke negaranya dan tak membela Persik lagi musim depan.

“Sudah tiba waktunya bagi saya untuk mengucapkan perpisahan dengan klub ini yang akan selalu terkenang dalam ingatan saya. Saya tinggalkan di sini rasa kasih, terimakasih, dan rasa hormat saya. Terimakasih banyak dan salam hangat untuk semuanya,” tulis Leo Navacchio di akun Instagram pribadinya.

Example 300x600

Selama dua musim mengawal gawang Persik dan tinggal di Kota Kediri, kiper kelahiran Piacatu, Sao Paulo, Brasil, ini merasa dapat sambutan hangat bak keluarga. Baik dari manajemen, tim pelatih, rekan setim, dan para suporter.

“Saya akan selalu mengingat kemenangan di Brawijaya. Kasih sayang yang saya dan keluarga saya terima. Serta orang-orang baik yang saya temui di klub dan kota ini,” lanjutnya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Berkesan

Namun pria berusia 33 tahun tak mudah selama jadi penjaga gawang utama di skuat Macan Putih. Total Leo Navacchio telah tampil sebanyak 56 pertandingan dengan catatan 84 kemasukan dan 13 kali clean sheet.

Kekalahan Persik atas Persebaya 0-5 pada laga penutup BRI Super League 2025/2026 jadi penampilan terakhirnya.

“Ada 56 pertandingan yang saya jalani dengan mengenakan warna ungu melalui perjuangan yang tidak mudah untuk membela sebuah klub dan kota ini,” jelasnya.

Perasaan Campur Aduk

Selama itu pula, Leo Navacchio merasakan ketatnya atmosfer persaingan di kasta tertinggi Indonesia. Ada rasa bahagia, sedih, kecewa, dan bangga.

“Saya pernah menjadi sosok penting. Pernah gagal, pernah mendapat kasih sayang, dan juga tuntutan. Di saat-saat paling sulit bagi klub ini, saya selalu berusaha hadir untuk membantu dengan cara apapun,” tuturnya.