Tidak hanya manajemen, Mauro Caballero juga menyampaikan klarifikasi lewat akun Instagram resmi klub. Pemain berusia 32 tahun tersebut mengaku terpukul dengan persoalan yang menimpanya.
“Selama bertahun-tahun berkarier sebagai profesional, hal ini belum pernah terjadi pada saya sebelumnya. Saya datang ke Indonesia bersama keluarga saya, mengejar impian yang telah saya impikan selama bertahun-tahun. Saya bahagia di sini,” ungkap Mauro.
“Hari ini, saya merasa sangat sedih. Sepanjang karier di sepak bola, saya selalu berusaha bersikap profesional dan menjadi rekan setim yang baik. Saya memiliki teman di setiap benua, orang-orang dari berbagai budaya, agama, dan latar belakang, dan saya selalu berkomitmen untuk menghormati orang lain.”
“Saya menentang segala bentuk rasisme. Itulah cara saya dibesarkan oleh orang tua saya. Saya percaya pada sistem keadilan olahraga. Saya yakin bahwa laporan wasit, VAR, rekaman video, dan para saksi akan mengungkap kebenaran,” sambungnya.
Sebagai informasi, sebelumnya penyerang asal Paraguay tersebut dituding melakukan tindakan rasis oleh winger Bhayangkara FC, Allano Lima.





