Lingkungan

Program Penanaman Mangrove: Solusi CSR Berkelanjutan untuk Perusahaan

83
program-penanaman-mangrove:-solusi-csr-berkelanjutan-untuk-perusahaan
Program Penanaman Mangrove: Solusi CSR Berkelanjutan untuk Perusahaan

Mencari perusahaan yang terlibat dalam upaya penanaman mangrove di mesin pencarian sudah banyak bermunculan. Banyak perusahaan terlibat dalam program penanaman mangrove yang menjadi kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) secara berkelanjutan.  

Terlebih, ekosistem mangrove yang memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan berpengaruh dalam perekonomian masyarakat sekitar pesisir.

Mengapa Perusahaan Harus Berinvestasi dalam Program Penanaman Mangrove?

Investasi dalam program penanaman mangrove bisa menjadi strategi bisnis yang cerdas. Bagaimana tidak, mangrove berperan sebagai benteng alami yang melindungi pesisir dari abrasi, mengatasi dampak perubahan iklim, sekaligus menyerap karbon dalam jumlah besar. 

Selain itu, keberadaan ekosistem mangrove juga mempengaruhi kehidupan masyarakat di sekitarnya. Biasnya, mangrove menjadi tempat hidup bagi komunitas laut seperti ikan, udang, dan lainnya.

Pengelolaan mangrove yang tepat oleh masyarakat dapat menjadikan ekosistem mangrove sebagai kawasan ekowisata bagi masyarakat luar.

Oleh karena itu, keterlibatan perusahaan dalam upaya program penanaman mangrove dapat melingkupi tanggung jawab terhadap aspek lingkungan, sosial, dan perekonomian masyarakat.

Baca juga: PT Pertamina Drilling Services Indonesia Tanam 1000 Pohon Selamatkan Pesisir Pulau Pari

Bagi perusahaan, berinvestasi dalam rehabilitasi mangrove akan berdampak pada keberlanjutan perusahaan, seperti meningkatkan citra dan reputasi perusahaan. Saat ini, banyak pelanggan dan investor lebih memilih perusahaan yang peduli terhadap lingkungan.

Dengan berpartisipasi dalam program penanaman mangrove, perusahaan dapat menunjukkan komitmennya terhadap keberlanjutan dan menarik lebih banyak stakeholder yang memiliki visi serupa.

Selanjutnya, menjadi kontribusi dalam pengurangan emisi karbon. Mangrove memiliki kemampuan menyerap karbon hingga 5 kali lebih banyak dibandingkan hutan tropis lainnya.

Ini menjadikannya solusi efektif bagi perusahaan yang ingin melakukan offsetting emisi karbon sebagai bagian dari kebijakan keberlanjutan mereka, serta mendukung upaya Net Zero Emission tahun 2030.

Bagaimana Program Penanaman Mangrove Dilaksanakan?

Keberhasilan program penanaman mangrove ini tidak hanya bergantung pada jumlah pohon yang ditanam, tetapi juga pada proses perencanaan yang matang. Bagaimana langkahnya?

1. Pemilihan Lokasi yang Tepat

Tahap pertama dalam program penanaman mangrove adalah menentukan lokasi yang membutuhkan rehabilitasi mangrove.

Biasanya, lokasi dipilih berdasarkan tingkat kerusakan ekosistem, kebutuhan masyarakat setempat, serta memiliki potensi keberlanjutan program dalam jangka panjang.

2. Kolaborasi dengan Mitra Lokal dan Petani

Agar program berjalan dengan sukses, perusahaan perlu bekerja sama dengan mitra seperti komunitas lingkungan, petani mangrove, atau organisasi konservasi. Keterlibatan mitra lokal akan memastikan bahwa tanaman mangrove dapat tumbuh dengan baik dan tetap terjaga.

Baca juga: Penanaman Mangrove: Ide Program CSR Lingkungan yang Berdampak

Penanaman dilakukan sesuai dengan standar ilmiah untuk memastikan keberhasilan pertumbuhan mangrove. Setelah itu, proses pemantauan dan pemeliharaan dilakukan secara berkala untuk memastikan bahwa mangrove yang ditanam dapat berkembang secara optimal.

3. Pelaporan dan Pemantauan

Sebagai bagian dari transparansi CSR, perusahaan harus menyediakan laporan berkala mengenai perkembangan program. Ini bisa berupa data jumlah mangrove yang ditanam, dampak lingkungan yang dihasilkan, hingga keterlibatan masyarakat dalam proyek ini.

Pemantauan juga dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan mangrove termasuk perhitungan serapan emisi karbon secara berkala.

Contoh Penerapan CSR: Perusahaan yang Sukses dalam Program Mangrove

1. Somethinc

Brand Kecantikan Somethinc berkolaborasi dengan LindungiHutan, berhasil menginisiasi 10 kampanye penghijauan, membantu 16 donasi kampanye alam, dan berhasil menanam lebih dari 101.700 pohon. Tercatat, emisi karbon terserap sebesar 44.100 Kg Co2eq.

2. PT Bussan Auto Finance

PT Bussan Auto Finance (BAF) melakukan program Corporate Social Responsibility (CSR) di 6 wilayah yang tersebar di Indonesia antara lain pesisir Tambakrejo (Semarang), Pabean Ilir (Indramayu), Kumai (Kotawaringin Barat), Pantai Indah kapuk (Jakarta Utara), Ekowisata Mangrove Wonorejo (Surabaya), dan Teluk Benoa (Bali).

Bersama LindungiHutan, PT Bussan Auto Finance menanam lebih dari 40 ribu mangrove. Hingga saat ini serapan emisi yang telah dihasilkan sebesar 13.100 Kg CO2eq.

3. Bank Indonesia

Bank Indonesia dalam kampanye Dedikasi untuk Negeri, menanam 20.000 bibit mangrove di 4 lokasi seperti Wonorejo (Surabaya), Ambulu (Cirebon), Pantai Bahagia (Bekasi), dan Mangunharjo (Semarang). Serapan emisi karbon yang dihasilkan adalah 836 Kg CO2eq.

Baca juga: Penanaman Mangrove, Mitigasi Perubahan Iklim dan Investasi untuk Lingkungan Berkelanjutan

LindungiHutan Menanam Lebih dari 1 JUTA Pohon di 30+ Lokasi Penanaman Bersama 590+ Brand dan Perusahaan

Itulah 3 brand dan perusahaan yang terlibat dalam program penanaman mangrove bersama LindungiHutan. Ikuti jejak mereka, lakukan aksi nyata untuk lingkungan.

Exit mobile version