Scroll untuk baca artikel
Berita

Presiden Jokowi Tiba Dari Abu Dhabi, Bawa Kabar Baik untuk Investasi IKN dan Industri Nikel

161
×

Presiden Jokowi Tiba Dari Abu Dhabi, Bawa Kabar Baik untuk Investasi IKN dan Industri Nikel

Share this article
presiden-jokowi-tiba-dari-abu-dhabi,-bawa-kabar-baik-untuk-investasi-ikn-dan-industri-nikel
Presiden Jokowi Tiba Dari Abu Dhabi, Bawa Kabar Baik untuk Investasi IKN dan Industri Nikel

Presiden Jokowi Tiba Dari Abu Dhabi, Bawa Kabar Baik untuk Investasi IKN dan Industri Nikel

Indonesiainside.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah tiba di Jakarta setelah melakukan kunjungan kenegaraan di Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab (PEA). Dalam kunjungan itu, Presiden Jokowi mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) untuk meningkatkan kerja sama kedua negara, utamanya dalam bidang ekonomi.

Example 300x600

Turut hadir dalam agenda tersebut, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan bahwa PEA merupakan salah satu mitra penting Indonesia di Timur Tengah. Selain mengadakan pertemuan dalam bentuk pleno, kedua pemimpin juga bertemu secara tete-a-tete atau pembicaraan pribadi.

Menlu Retno menjelaskan bahwa pembahasan dalam pertemuan tersebut berfokus pada kerja sama investasi. Beberapa hal yang menjadi fokus pembicaraan antara lain rencana kerja sama pembangunan pusat keuangan di Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Rencana kerja sama ini diwadahi dalam MoU yang ditandatangani oleh Menteri PUPR dengan Dubai International Financial Center (DIFC),” ungkap dia dalam keterangannya, Kamis (18/7).

Isu kedua yang dibahas dalam tete-a-tete adalah kerja sama pengembangan industri bahan baku nikel. Sebagaimana diketahui, Indonesia memiliki stok nikel yang sangat besar, serta telah mengembangkan ekosistem hilirisasi nikel terutama baterai dan kendaraan listrik.

“Dalam kaitan inilah, Presiden Jokowi mengajak PEA untuk melakukan investasi di bidang EV dari hulu ke hilir,” ungkap Menlu.

Ia mengatakan, Dalam 10 tahun terakhir ini, hubungan kedua negara berkembang dengan cepat. Dari sisi perdagangan misalnya, terjadi peningkatan yang cukup signifikan. Angka perdagangan di tahun 2015 sampai 2023 mengalami peningkatan 52 persen, dan di tahun 2023 mencapai USD3,282 miliar.

“Hubungan yang kokoh ini akan menjadi modal bagi pemerintahan ke depan untuk terus mempererat kerja sama antara kedua negara,” pungkas Retno.