Semasa berlangsungnya Perang Dunia Kedua, penggunaan pesawat di medan tempur menjadi jauh lebih sering dibandingkan sebelumnya. Aneka macam pesawat bermunculan selama periode ini. Berikut ini adalah beberapa contoh pesawat paling unik yang berasal dari periode tersebut.
Mosquito
![]() |
| Mosquitov via eaa.org |
Di awal-awal penemuannya, pesawat menggunakan bahan baku. Namun saat teknologi semakin maju, penggunaan kayu sebagai bahan baku pesawat perlahan-lahan digantikan oleh bahan logam yang jauh lebih kuat dan awet ketimbang bahan kayu.
Namun hal tersebut tidak berlaku untuk DH.98 Mosquito, pesawat pembom yang dioperasikan oleh angkatan udara Inggris. Pasalnya di saat pesawat-pesawat lain sudah menggunakan bahan baku logam, Mosquito justru masih menggunakan bahan baku kayu.
Mosquito diciptakan supaya militer Inggris memiliki pesawat yang cukup ringan dan lincah untuk melakukan pemboman ke wilayah Jerman. Bahan kayu sengaja dipilih supaya pesawat ini bisa diproduksi sebanyak mungkin tanpa menelan terlalu banyak biaya.
Pesawat Mosquito merupakan buah karya dari Geoffrey de Havilland. Saat Havilland mengusulkan pembuatan pesawat Mosquito kepada petinggi militer Inggris, awalnya mereka tidak terkesan karena pesawat Mosquito tidak bisa membawa terlalu banyak awak.
Sikap petinggi militer Inggris seketika berubah ketika Perang Dunia Kedua meletus. Tahun 1940, pesawat ini melakukan penerbangan perdananya.
Tahun 1941, pesawat Mosquito untuk pertama kalinya ikut dilibatkan dalam militer Inggris. Awalnya hanya digunakan untuk keperluan pengintaian dan pengambilan foto, pesawat Mosquito kemudian juga mulai ditugaskan untuk melakukan pemboman ke pabrik militer dan jalur rel kereta Jerman.
Mosquito terbukti merupakan pesawat yang merepotkan militer Jerman. Pasalnya karena Mosquito berukuran kecil dan menggunakan bahan baku kayu, pesawat Mosquito amat sulit dikejar oleh pesawat Jerman.
Mistel
![]() |
| Mistel via painterest.com |
Pernahkah andamenonton film “The Avengers”? Jika pernah, maka anda tentunya tahu kalau di film tersebut ada pesawat raksasa yang bagian atasnya bisa mengangkut pesawat-pesawat yang lebih kecil.
Pesawat yang mengangkut pesawat sendiri ternyata benar-benar pernah ada pada masa Perang Dunia Kedua. Namun tidak seperti pesawat raksasa di film “The Avengers” yang bisa mengangkut banyak pesawat sekaligus, pesawat yang ada di Perang Dunia Kedua hanya bisa mengangkut 1 unit pesawat.
Mistel adalah nama dari pesawat tersebut. Nama Mistel diambil dari tanaman parasit Mistletoe. Pasalnya pesawat yang menyusul Mistel terlihat seolah-olah layaknya parasit yang sedang menempel pada pesawat lain.
Pesawat Mistel terdiri dari pesawat JU-88 dan pesawat lain yang ukurannya lebih kecil di atasnya (misalnya Messerschmitt Bf-109E).
Pesawat JU-88 tersebut tidak diisi oleh pilot, namun diisi oleh bahan peledak. Pilot Mistel menempati kokpit pesawat di atasnya. Namun saat pesawat Mistel terbang, ia mengemudikan pesawat JU-88 dengan memakai alat kemudi dan kabel panjang yang terhubung ke ruang kemudi JU-88.
Saat pesawat Mistel sudah berada dekat dengan sasarannya, pesawat atas dan bawah akan memisahkan diri. Pesawat atas yang diisi oleh pilot akan terbang kembali ke markas, sementara pesawat bawahnya akan terbang secara otomatis menuju sasarannya hingga meledak.
Pesawat Mistel dioperasikan oleh militer Jerman supaya mereka bisa menghancurkan sasaran dari udara dengan lebih akurat. Karena pesawat JU-88 yang digunakan dalam Mistel penuh dengan muatan bom, pesawat Mistel bisa menghancurkan tembok dan kapal laut dengan mudah.
Kalinin K-7
![]() |
| Kalinin K-7 via aviationnepal.com |
K-7 merupakan salah satu pesawat terbesar yang pernah dibuat di era pesawat baling-baling. Bagaimana tidak, pesawat ini memiliki panjang 28 meter dan rentang sayap 53 meter.
K-7 memiliki sayap yang besar dan dilengkapi dengan 6 mesin baling-baling. Jika itu belum cukup, bagian badan pesawat ini juga dilengkapi dengan mesin baling-baling. Bagian ekor pesawat ini nampak seperti ekor 2 pesawat berbeda yang saling terhubung.
Pesawat K-7 diciptakan oleh Uni Soviet pada tahun 1930-an supaya mereka memiliki pesawat tempur yang bisa mengangkut banyak penumpang dan muatan sekaligus. Pasalnya K-7 memiliki kapasitas angkut mecapai 120 orang. K-7 juga dilengkapi dengan turet senapan mesin dan bisa menjatuhkan bom.
Lepas dari semua kehebatan yang dimilikinya, K-7 keburu dipensiunkan sebelum sempat diterjunkam di medan perang. Pasalnya ukuran sayap K-7 yang besar dan konstruksi ekornya yang rapuh menyebabkan pesawat ini mudah mengalami gangguan pada ekornya.
Pada tahun 1933, pesawat ini bahkan pernah mengalami kecelakaan fatal dalam penerbangan uji coba. Akibatnya, pengembangan pesawat ini dihentikan oleh pemerintah Uni Soviet sesudah peristiwa tersebut
Antonov A-40
![]() |
| Antonov A-40 via simagazin.com |
Tank adalah kendaraan tempur lapis baja yang serba guna. Meskipun begitu, tank juga memiliki keterbatasannya sendiri. Sebagai contoh, tank tidak bisa menembus sungai yang terlalu dalam serta hutan yang terlalu rimbun.
Hal tersebut lantas menimbulkan permasalahan jika tank harus dikirim ke garis depan sesegera mungkin. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, militer Uni Soviet pun menciptakan tank terbang yang bernama Antonov A-40.
Selama ini jika militer Uni Soviet ingin mengirimkan tank melalui jalur udara, mereka akan mengikatkan tank di bawah pesawat pembom raksasa. Namun karena faktor keterbatasan kapasitas, awak tank kadang-kadang harus diangkut memakai pesawat terpisah.
Hal ini lantas menimbulkan masalah jika tank beserta awaknya harus dikirim ke garis depan sesegera mungkin. A-40 lantas diciptakan sebagai jawaban atas permasalahan tersebut.
A-40 pada dasarnya adalah tank yang dipasangi dengan sayap raksasa. Jika pesawat ingin menjatuhkan tank beserta awaknya sesegera mungkin, A-40 hanya perlu melepaskan diri dari pesawat tadi saat masih di udara.
Dengan menggunakan sayap yang masih terpasang, A-40 kemudian melayang hingga akhirnya mendarat di tempat tujuan. Saat sudah mendarat, A-40 kemudian akan melepaskan sayapnya dan lanjut bertempur layaknya tank biasa.
A-40 hanya sekali melakukan penerbangan uji coba pada tahun 1942. Karena mekanismenya dianggap terlalu merepotkan, militer Uni Soviet memutuskan untuk membatalkan penggunaan A-40 untuk keperluan perang.
F-82 Twin Mustang
![]() |
| F-82 Twin Mustang via nasa.gov |
Kembar siam adalah suatu fenomena di mana dua orang bayi lahir dengan bagian tubuh yang saling menempel. Fenomena kembar siam ternyata buka hanya dapat dijumpai di dunia biologi, tetapi juga di dunia penerbangan.
F-82 adalah pesawat militer Amerika Serikat yang diciptakan pada tahun 1946 alias tidak lama sesudah Perang Dunia Kedua berakhir. Pesawat ini pada dasarnya adalah sepasang pesawat bertenaga baling-baling yang bagian sayap depan dan belakangnya saling menempel dalam posisi sejajar.
F-82 diciptakan untuk membantu mengawal pesawat pembom dalam misi-misi penerbangan jarak jauh. Pesawat ini dilaporkan bisa terbang dari London (Inggris) hingga Moskow (Rusia) tanpa perlu melakukan pengisian bahan bakar di darat.
F-82 pada awalnya diciptakan untuk ikut serta dalam Perang Dunia Kedua. Namun perang tersebut keburu berakhir sebelum pesawat ini sempat unjuk gigi.
Sesudah itu, F-82 sempat digunakan dalam Perang Korea oleh angkatan udara Amerika Serikat dan sekutunya. Penggunaan pesawat ini pada akhirnya dihentikan pada tahun 1950-an menyusul diciptakannya pesawat dengan mesin jet.
Sumber :
https://simpleflying.com/de-havilland-mosquito-history/
http://www.fiddlersgreen.net/models/aircraft/Mistel-Bomber.html
https://en.wikipedia.org/wiki/Kalinin_K-7
https://en.wikipedia.org/wiki/Antonov_A-40
https://en.wikipedia.org/wiki/North_American_F-82_Twin_Mustang









