Meski kondisi tubuhnya menurun drastis, bahkan sulit makan sejak malam sebelumnya, Umuh mengaku tidak ingin meninggalkan tim di pertandingan sepenting itu. Baginya, Persib sudah menjadi bagian hidup yang tidak bisa dipisahkan.
“Ya, buat saya, nyawa pun untuk Persib. Kalau ada apa-apa saya sudah ikhlas karena Persib,” seloroh Umuh penuh haru.
Sepanjang laga, Umuh mengaku tak bisa duduk tenang. Saat Persib unggul 2-1 dan pertandingan memasuki tambahan waktu enam menit, ia terus mondar-mandir di depan ruang ganti untuk menghilangkan rasa cemas.
“Setelah peluit akhir, semua bergembira dan bersyukur. Saya juga bersyukur Allah melindungi pemain Persib dan memberi jalan terbaik,” tutur Umuh.
Di tengah euforia kemenangan, Umuh tetap memilih rendah hati ketika ditanya peluang Persib meraih hattrick juara. Ia menegaskan timnya tidak boleh jemawa karena persaingan masih sangat ketat.
“Saya tidak mau takabur. Dalam perasaan saya insya Allah bisa, tapi sekarang fokus dulu lawan Makassar. Itu final buat kita juga,” tegasnya.