Scroll untuk baca artikel
Berita

Pernah Hidup Susah, Mentan Amran Beri Beasiswa Rp2 M untuk Yatim Piatu dan Fakir Miskin

134
×

Pernah Hidup Susah, Mentan Amran Beri Beasiswa Rp2 M untuk Yatim Piatu dan Fakir Miskin

Share this article
pernah-hidup-susah,-mentan-amran-beri-beasiswa-rp2-m-untuk-yatim-piatu-dan-fakir-miskin
Pernah Hidup Susah, Mentan Amran Beri Beasiswa Rp2 M untuk Yatim Piatu dan Fakir Miskin

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman. Foto: Istimewa

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman. Foto: Istimewa

Example 300x600

Indonesiainside.id-  Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mendonasikan Rp2 miliar untuk beasiswa mahasiswa yatim piatu dan fakir miskin di Makassar, Sulawesi Selatan. Donasi ini berasal dari dana pribadi Amran dan diberikan kepada 100 mahasiswa berprestasi berlatar belakang yatim piatu dan fakir miskin.

Peluncuran beasiswa ini dilakukan di gedung AAS Building Makassar pada Senin (21/7/2024) pagi sebelum Amran berangkat kerja. Dia mengaku pernah hidup dalam kesusahan dengan menjadi kuli.

Mentan Amran adalah putra dari pasangan Andi B. Sulaiman Dahlan Petta Linta dan Andi Nurhadi Petta Bau. Doktor lulusan Unhas ini adalah anak ketiga dari dua belas bersaudara. Amran kecil ikut sang ayah yang bertugas sebagai tentara di Kabupaten Barru.

Tahun 1970-an, keluarga Amran tinggal di Ballewe, Desa Binuang, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru. Ia pernah bercerita bahwa saat kecil, ia menyambi sebagai pemecah batu untuk biaya sekolah dan menangkap ikan mujair untuk mengisi perut yang lapar.

“Saya dulu miskin dan pernah jadi pemecah batu gunung. Hari ini kita berbagi Rp2 miliar untuk membiayai kuliah 100 mahasiswa yatim piatu dan fakir miskin. Ini untuk kemanusiaan,” ujar Amran.

Amran menjelaskan, 100 mahasiswa penerima beasiswa nantinya akan menjadi mahasiswa binaan AAS Foundation. Dia menyebut, AAS Foundation dan IKA Unhas siap membina terus sampai mereka lulus sarjana. 

“Kami akan mengarahkan mereka sesuai minatnya, apakah ingin menjadi pengusaha, pengacara, petani, atau akuntan,” ujar Amran.

Setelah lulus, para penerima beasiswa juga akan diberi kesempatan belajar bisnis di Tiran Group. Jika ada perusahaan yang lebih baik yang mereka dapatkan, itu lebih baik. 

“Namun, jika belum, kami siap menerima mereka di Tiran Group,” tutur Amran.

Seleksi penerima beasiswa akan dilakukan oleh tim panitia seleksi yang terdiri dari AAS Foundation, IKA Unhas, dan Tim Pakar. Selain beasiswa, mahasiswa juga akan mendapat pendampingan dan pelatihan untuk meningkatkan IPK mereka. 

“Jika mahasiswanya berprestasi, kami akan memberikan bonus beasiswa tambahan,” kata Amran.

Pendaftaran beasiswa dapat diakses melalui situs dan media sosial AAS Foundation dan IKA Unhas, seperti Instagram (@aasfoundation.id), Facebook (@aasfoundation), website (www.tirangroup.com), dan kabar.