Lingkungan

Peringati Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia

84
peringati-hari-penanggulangan-degradasi-lahan-dan-kekeringan-sedunia
Peringati Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia

Setiap tanggal 17 Juni, dunia memperingati Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia, yang secara resmi ditetapkan oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1994 sebagai World Day to Combat Desertification and Drought (WDCDD).

Sejak 2019, hari ini dikenal lebih ringkas sebagai Desertification and Drought Day, dengan tujuan utama untuk meningkatkan kesadaran publik dan pemangku kepentingan tentang upaya global dalam mengatasi desertifikasi, degradasi lahan, dan kekeringan.

Setiap tahunnya, satu negara ditunjuk sebagai tuan rumah global untuk menggelar acara utama bersama Sekretariat UNCCD (United Nations Convention to Combat Desertification).

Tema 2025: Restore the Land. Unlock the Opportunities

Merujuk sumber dari UNCCD, peringatan Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia 2025 dipusatkan di Kolombia. 

sumber gambar dari: UNCCD

Fokus utama tahun ini adalah pemulihan 1,5 miliar hektare lahan terdegradasi serta pengembangan ekonomi restorasi bernilai triliunan dolar hingga 2030, yang menjadi bagian penting dari Dekade Restorasi Ekosistem PBB (2021–2030).

Inisiatif ini sangat relevan bagi dunia, termasuk bagi sektor bisnis, karena lebih dari setengah GDP global bergantung pada ekosistem yang sehat. 

Namun setiap tahun, degradasi lahan seluas negara Mesir mengancam produktivitas ekonomi, ketah,anan pangan, dan stabilitas sosial. 

Restorasi tidak hanya memperbaiki lanskap, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru, memperkuat siklus air, dan melindungi mata pencaharian masyarakat.

Apa Itu Degradasi Lahan?

Degradasi lahan adalah penurunan kualitas dan fungsi tanah akibat aktivitas manusia maupun perubahan iklim, sehingga tidak lagi mampu mendukung kehidupan secara optimal.

Contohnya termasuk tanah pertanian yang tandus, hutan yang gundul, dan padang rumput yang rusak.

Penyebab Utama Degradasi Lahan dan Kekeringan

Degradasi lahan dan kekeringan merupakan hasil dari interaksi kompleks antara aktivitas manusia dan tekanan perubahan iklim.

Mengacu pada laporan IPCC SRCCL (Special Report on Climate Change and Land) serta temuan UNCCD, berikut ini adalah faktor-faktor utama yang berkontribusi terhadap krisis ini:

1. Alih Fungsi Lahan Tanpa Rehabilitasi

Konversi lahan secara besar-besaran, seperti penggundulan hutan untuk pertanian, perkebunan, pemukiman, dan infrastruktur, sering dilakukan tanpa upaya rehabilitasi lingkungan. 

Praktik ini menyebabkan penurunan kesuburan tanah, hilangnya karbon organik, dan terganggunya keseimbangan ekologis. 

Akibatnya, produktivitas tanah menurun drastis, sementara ekosistem lokal kehilangan kemampuan untuk menyerap air dan mendukung keanekaragaman hayati.

2. Pertanian dan Peternakan yang Tidak Berkelanjutan

Praktik intensifikasi pertanian modern, seperti pengolahan tanah berlebihan, penggunaan pupuk dan pestisida sintetis secara masif, serta penggembalaan berlebihan, berdampak negatif terhadap kesehatan tanah. 

Aktivitas ini merusak struktur tanah, menghilangkan mikroorganisme penting, dan menyebabkan akumulasi bahan kimia berbahaya. Akibatnya, tanah kehilangan cadangan karbon yang berperan penting dalam menjaga kestabilan iklim.

3. Deforestasi dan Degradasi Hutan

Penebangan pohon yang tidak terkendali, baik untuk keperluan industri maupun pembukaan lahan, mempercepat erosi tanah, meningkatkan risiko longsor, dan mengganggu siklus air. 

Kehilangan tutupan hutan juga mengurangi kapasitas kawasan untuk menyimpan karbon, yang turut memperburuk krisis iklim global.

Baca Juga: Deforestasi: Pengertian, Penyebab, Dampak, dan Pencegahan

4. Eksploitasi Air Tanah Secara Berlebihan

Praktik irigasi intensif tanpa pengelolaan berkelanjutan mempercepat penurunan muka air tanah. Ketika air ditarik lebih cepat dari laju pengisiannya, wilayah tersebut menjadi rentan terhadap kekeringan, penurunan kualitas tanah, dan kerusakan ekosistem basah.

5. Dampak Perubahan Iklim

Perubahan iklim mempercepat laju degradasi lahan melalui berbagai faktor: suhu ekstrem yang meningkat, curah hujan yang tidak menentu, musim kering yang lebih panjang, serta badai dan banjir yang lebih intens. 

Di wilayah pesisir, naiknya permukaan laut juga merusak ekosistem dan lahan pertanian produktif.

6. Pengelolaan Sumber Daya Alam yang Buruk

Kurangnya perencanaan tata ruang yang berkelanjutan serta alih fungsi lahan tanpa kontrol menyebabkan terganggunya siklus air dan hilangnya vegetasi alami. 

Hal ini mengakibatkan melemahnya fungsi ekosistem dan meningkatnya kerentanan terhadap kekeringan serta kelangkaan air.

Strategi Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Melalui Penanaman Pohon

Penanaman pohon adalah strategi multimanfaat yang diakui secara global oleh UNCCD dan FAO. Praktik ini efektif memperbaiki struktur tanah, mencegah erosi, meningkatkan cadangan air, dan mendukung siklus karbon alami. 

Melalui program CorporaTree dari LindungiHutan, perusahaan memiliki peluang untuk menjalankan aksi CSR yang berdampak langsung pada lingkungan.

Program ini memungkinkan penanaman pohon secara strategis, disesuaikan dengan ekosistem lokal seperti mangrove di kawasan pesisir atau pohon endemik di hutan tropis Indonesia.

Pendekatan berbasis ekosistem ini tidak hanya memulihkan fungsi lingkungan, tetapi juga menjaga keseimbangan alam secara berkelanjutan.

Selain itu, aktivitas penanaman pohon turut memberikan manfaat sosial dengan melibatkan masyarakat sekitar dan memperkuat ketahanan komunitas lokal.

Hingga awal 2025, lebih dari 1.1 juta pohon telah ditanam di lebih dari 30 lokasi Indonesia melalui LindungiHutan. Program ini mencakup proses penanaman, pemantauan pertumbuhan, dan pelaporan transparan yang dapat diakses mitra perusahaan. 

Inisiatif ini mendukung pencapaian target emisi karbon, melindungi keanekaragaman hayati, dan membuka lapangan kerja hijau. Bagi perusahaan, ini bukan hanya komitmen lingkungan, tetapi juga strategi keberlanjutan yang menciptakan nilai jangka panjang.

Baca Juga: CorporaTree Bantu Aksi CSR Perusahaan Melalui Tanam Pohon

Bergabunglah dalam Aksi

Di tengah tantangan degradasi dan kekeringan, Anda punya peran penting. Dengan berdonasi pohon melalui LindungiHutan, Anda ikut serta dalam restorasi ekosistem dan mendukung kehidupan jutaan orang yang bergantung pada tanah yang sehat.

LindungiHutan Menanam Lebih dari 1.1 JUTA Pohon di 30+ Lokasi Penanaman Bersama 600+ Brand dan Perusahaan

Exit mobile version