Scroll untuk baca artikel
GenZ

Perbedaan Waterproofing untuk Rooftop dan Basement

1
×

Perbedaan Waterproofing untuk Rooftop dan Basement

Share this article
perbedaan-waterproofing-untuk-rooftop-dan-basement
Perbedaan Waterproofing untuk Rooftop dan Basement

Agar hunianmu nyaman, kamu perlu mengetahui perbedaan pengaplikasian waterproofing untuk rooftop dan basement!

Perbedaan Waterproofing untuk Rooftop dan Basement

Example 300x600

Penggunaan waterproofing merupakan salah satu langkah krusial demi menjaga ketahanan dan usia pakai sebuah bangunan. Saat ini, penggunaan waterproofing sudah dapat diaplikasikan pada berbagai jenis area, seperti rooftop (atap) dan basement.

Walaupun waterproofing berguna untuk berbagai macam area aplikasi, perlu dipahami bahwa masing-masing proses aplikasi memiliki karakteristik yang berbeda.

Untuk lebih jelasnya lagi, simak hingga tuntas pembahasan penting dalam memahami tantangan dan solusi tepat aplikasi waterproofing pada area rooftop dan basement agar kamu tak salah langkah!

Tantangan Waterproofing pada Area Rooftop

Waterproofing pada area rooftop harus dilakukan dengan tepat

Setiap area yang akan diaplikasikan waterproofing pasti memiliki tantangannya tersendiri. Salah satu contohnya adalah area rooftop atau atap, yang lokasinya berada di bagian atas bangunan, sehingga area ini cenderung mengalami paparan suhu ekstrem. 

Oleh karena itu, kamu perlu mengetahui apa saja tantangan yang akan dihadapi sebelum memasang waterproof pada bagian atap. Berikut ini penjelasannya!

1. Paparan Panas dan Hujan Ekstrem

Sebagai salah satu struktur bangunan yang posisinya berada di paling atas, rooftop sangat rentan terpapar panas matahari dan hujan ekstrem. Jika beberapa bagian yang krusial tidak dilapisi oleh material waterproofing, maka risiko kebocoran akan tinggi.

Bayangkan, bagaimana jika bagian atap rumahmu tidak menggunakan material waterproofing? Tentu potensi kebocoran yang masuk ke dalam interior ruangan akan sangat tinggi, yang berdampak buruk bagi aspek struktural dan estetika di dalam rumah. 

2. Genangan Air pada Permukaan

Pada beberapa area rooftop, biasanya terdapat area yang menjadi tempat air hujan menggenang. Kalau dibiarkan terus-menerus tanpa perbaikan, risiko kerusakan struktural akan sangat mungkin terjadi.

Akibatnya bagian atap bangunan rumahmu mengalami masalah serius, seperti munculnya jamur atau black mold, yakni bercak berwarna hitam kecokelatan yang biasanya menempel pada bagian plafon rumah atau pun dinding. Apabila masalah ini sudah terjadi, maka risiko bukan hanya bersifat struktural pada bangunan, tetapi juga berisiko pada aspek kesehatan, karena black mold dapat merusak sistem pernapasan para penghuni di dalamnya.

3. Risiko Retak Akibat Perubahan Suhu

Struktur beton pada atap rumah yang tidak dilapisi oleh waterproofing akan berisiko retak jika terpapar sinar matahari secara terus-menerus dan intens. Keretakan ini umumnya disebabkan oleh siklus pemuaian dari panasnya sinar matahari dan penyusutan dari suhu dingin di malam hari. Ketika beton mengalami dua siklus tersebut setiap hari, maka timbul tegangan internal yang menyebabkan retak-retak halus (microcracks) pada beton.

Jika retak yang muncul dibiarkan saja, maka akan menimbulkan masalah lain, seperti rembesnya air hujan yang kemudian masuk ke dalam rumah.

Nah, untuk mengatasi permasalahan tersebut, kamu bisa mengaplikasikan material waterproofing untuk menekan potensi risiko kerusakan yang lebih besar, terutama pada bagian area bagian rooftop yang rawan mengalami keretakan.

4. Area Terbuka dengan Paparan UV Tinggi

Rooftop yang tidak dilindungi oleh material waterproofing akan membentuk area terbuka dengan paparan UV tinggi. Hal ini tidak hanya berdampak pada suhu ruangan rumah yang tinggi, tetapi juga dapat mempercepat degradasi material, meningkatkan risiko retak dan kebocoran, memicu korosi tulangan, serta mengurangi umur layanan struktur rooftop.

Sebagai penghuni rumah, penting sekali memikirkan risiko kesehatan dan kenyamananmu selama berada di dalam bangunan tersebut, apalagi kalau ada anak-anak yang turut tinggal di situ. Jadi, mulai dari sekarang kamu harus mengidentifikasi tantangan-tantangan ini dan mencari solusi serius untuk mencegah serta memperbaikinya.

Tantangan Waterproofing pada Area Basement

Agar lapisan lantai basement tetap kokoh, pengaplikasian waterproof juga penting

Berbeda dengan area rooftop, kamu akan menghadapi beberapa tantangan di bawah ini ketika mengaplikasikan waterproofing pada area basement!

1. Tekanan Air Tanah

Tantangan pertama yang akan kamu hadapi adalah tekanan hidrostatik ekstrem atau tekanan air tanah. Mengapa demikian? Air tanah pasti akan memberikan tekanan konstan yang mampu menembus pori-pori beton jika tidak ada pelapis ekstra.

Tekanan konstan ini perlu diantisipasi, karena tekanan air tanah dapat memunculkan rembesan dari dalam/bawah, yang memicu banjir tiba-tiba pada lantai beton kamu.

2. Area Minim Sirkulasi Udara

Area basement pasti akan menghadapi tantangan sirkulasi udara yang minim karena munculnya bukaan alami dari dalam tanah. Jika tidak dilapisi oleh material yang tepat, maka bukan hanya rembesan yang menjadi masalah, tetapi juga kelembapan berlebih yang dapat memicu pertumbuhan jamur, menurunnya kenyamanan dan kualitas udara, serta mempercepat kerusakan pada struktur dan material area basement.

Beberapa masalah lainnya adalah penumpukan kelembapan, bau apek hingga gas berbahaya (apabila basement digunakan untuk parkir).

3. Risiko Rembesan dari Dinding dan Lantai

Risiko tantangan lainnya adalah rembesan air pada dinding dan lantai basement. Hal ini tidak hanya memengaruhi penampilan basement secara keseluruhan, tetapi risiko kerusakan struktural dapat sangat mungkin terjadi.

Jika rembesan sudah parah, struktur beton di bagian lantai dan dinding akan mudah lapuk dan memicu masalah yang lebih parah. Misalnya saja, air yang terus-menerus meresap dapat memperlemah beton dan memperbesar retak yang sudah ada. Kemudian, ketika air mencapai tulangan di dalam beton, baja dapat berkarat, yang mengakibatkan beton retak atau pengelupasan (spalling).

Kondisi seperti itu tentunya dapat mengurangi kekuatan struktur bangunan yang berpotensi mengganggu keamanan dan umur layanan bangunan.

4. Sulit Dideteksi Saat Terjadi Kebocoran

Masalah umum berikutnya yang besar kemungkinanya terjadi pada area basement kamu adalah muncul bocor dari tempat yang tak terduga. Contohnya dari sambungan dinding dan lantai (construction joint), lantai bocor, dan lain-lain. Tentu saja hal ini berbahaya, apalagi jika basement menjadi tempat menyimpan barang-barang penting.

Oleh sebab itu, aplikasikan waterproofing untuk mencegah kebocoran terjadi. Saat proses pengaplikasian pun harus dilakukan secara menyeluruh agar semua area tertutup atau ter-cover dengan baik.

Perbedaan Sistem Waterproofing Berdasarkan Area Aplikasi

Dari penjelasan terkait tantangan yang dihadapi oleh area rooftop dan basement di atas, kamu bisa menyimpulkan bahwa masing-masing area memiliki perbedaan kebutuhan saat proses aplikasi waterproofing dilakukan.

Sebagai gambaran, berikut perbedaan sistem waterproofing untuk area atap dan basement:

1. Membrane Waterproofing untuk Rooftop

Perbedaan pertama merujuk pada aspek jenis waterproofing yang dibutuhkan. Untuk area rooftop, jenis material yang lebih baik untuk digunakan adalah membrane waterproofing.

Bentuknya seperti lembaran berbahan dasar bitumen dengan campuran polimer khusus. Karakteristiknya fleksibel, tahan cuaca ekstrem dan memiliki usia pakai yang panjang.

2. Waterproofing Elastis untuk Dak dan Balkon

Pada bagian dak dan balkon atap rumah, jenis waterproofing yang dibutuhkan juga berbentuk membrane yang elastis. Lembaran membrane ini memiliki daya rekat yang mulus dan sempurna untuk menutup bagian pori-pori.

3. Waterproofing Area Basement dengan Ketahanan Tekanan Air

Jika area rooftop lebih cocok untuk jenis waterproofing membrane, maka area basement yang tidak terpapar sinar matahari langsung akan lebih baik untuk menggunakan waterproofing coating.

Karakteristik material ini biasanya berupa cairan kental dan proses pengaplikasiannya menggunakan kuas atau rol.

4. Pentingnya Menyesuaikan Produk dengan Kondisi Area

Penting bagi kamu untuk mengetahui kebutuhan dalam pengaplikasian waterproofing, karena setiap area memiliki tantangan dan kebutuhan yang berbeda.

Jadi, memilih produk yang sesuai akan mengoptimalkan kinerja material dalam melindungi berbagai area dan sudut bangunan di rumahmu.

Pilihan Produk Waterproofing Terbaik

Beberapa produk waterproofing yang berkualitas dan recommended dicoba

Dari penjelasan di atas dapat kamu pahami bahwa material waterproofing berguna untuk berbagai area aplikasi seperti rooftop dan basement. Masing-masing area aplikasi membutuhkan jenis material yang berbeda.

Apabila kamu membutuhkan rekomendasi waterproofing yang cocok untuk kedua area tersebut, berikut rekomendasi produk Sika Indonesia yang dapat dipilih dan digunakan, yaitu:

  • Sarnafil® G 410-15 L: Merupakan membrane detailing berbahan dasar PVC polimer untuk waterproofing atap. Memiliki keunggulan tahan terhadap mikroorganisme, penetrasi akar dan paparan UV permanen. Kamu tidak perlu menyiapkan peralatan api pada proses pengaplikasiannya.
  • Sikalastic® HLM 5000 R SL: Sistem waterproofing membrane berbahan likuid yang berguna untuk area balkon dan area parkir. Unggul karena mudah dipersiapkan dan memiliki proses pencampuran yang praktis, hingga pengaplikasiannya yang relatif fleksibel.
  • Sikalastic® M 640: Merupakan produk membrane elastomeric berbasis poliuretan yang siap pakai untuk struktur atap terbuka seperti teras dan balkon. Fitur yang kamu dapatkan adalah mudah diaplikasikan serta tingkat viskositasnya rendah. Produk ini lebih ekonomis karena memberikan usia panjang pada atap bangunan rumahmu.
  • Sikalastic®-590: Liquid membrane yang ekonomis dan kedap air dapat menjaga ketahanan atap bangunan pada hunian kamu. Tenang, formulasi material acrylic-polyurethane akan memberikan ketahanan dan perlindungan ekstra.

Itulah rekomendasi produk-produk waterproofing yang tepat bagi area rooftop dan basement ruangan kamu. Sebagai penyedia solusi sistem waterproofing terbaik , Sika Indonesia menghadirkan berbagai teknologi dan produk yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perlindungan bangunan dari risiko kebocoran dan rembesan air. Jangan ragukan kualitas material dari Sika Indonesia karena kami sudah berpengalaman lebih dari 115 tahun sebagai material pendukung proyek-proyek terbaik.

Hubungi kami sekarang jika kamu membutuhkan sesi konsultasi terkait masalah struktural beton hunianmu!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Seorang Content Writer SEO dan Content Creator yang suka belajar hal-hal baru, terutama tentang transformasi dunia digital agar bermanfaat dan memberikan solusi atas permasalahan-permasalahan yang relevan saat ini.

Editor

Seorang Content Writer SEO dan Content Creator yang suka belajar hal-hal baru, terutama tentang transformasi dunia digital agar bermanfaat dan memberikan solusi atas permasalahan-permasalahan yang relevan saat ini.