Indonesiainside.id – Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti, Nirwono Joga mengungkapkan bahwa koridor barat Jakarta, khususnya tiga wilayah Tangerang, memiliki potensi besar untuk menjadi pusat bisnis baru. Faktor penunjang utama adalah infrastruktur yang memadai serta keberadaan township atau kawasan perumahan skala besar yang dibangun oleh berbagai pengembang.
“Di koridor barat Jakarta, beberapa kawasan telah mengembangkan properti terintegrasi, seperti Gading Serpong yang menjadi pusat kawasan potensial dan magnet baru di barat Jakarta, dengan jumlah penduduk yang terus bertambah,” ujar Nirwono Joga, yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Pusat Studi Perkotaan di Tangerang, dikutip ANTARA, Kamis (8/8).
Menurut Nirwono, tiga wilayah Tangerang yaitu Tangerang Kota, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang akan semakin didukung oleh pembangunan jalan tol lingkar luar atau JORR 3. Jalan tol ini akan menghubungkan koridor barat dan koridor timur, termasuk Gading Serpong, sehingga memperbaiki akses hingga ke Sukabumi dan Purwakarta. Pembebasan lahan untuk JORR 3 direncanakan akan dimulai pada tahun 2025.
“Selain itu, kedua koridor akan terhubung dengan MRT fase west-east, sehingga pasar di Tangerang ke depan akan didominasi oleh kelas menengah atas,” tambahnya.
Nirwono juga menyoroti pentingnya konsep pengembangan perkotaan terintegrasi yang ideal, yang harus mencakup unsur menarik, tangguh, dan lestari (Mentari). Menurutnya, pengembang harus memperhatikan aspek-aspek seperti daya tarik kota yang modern, canggih, digital, serta ramah lingkungan.
Pengembangan kawasan terintegrasi juga membutuhkan fasilitas publik yang lengkap, visi masa depan yang menjanjikan, serta menjadi destinasi eduekowisata baru yang edukatif, kreatif, inovatif, dan inspiratif. Properti di kawasan terintegrasi seperti Gading Serpong cenderung memiliki nilai investasi yang lebih tinggi,” jelasnya.
Adapun Presiden Direktur Paramount Land, M. Nawawi, menyatakan bahwa tren produk ritel atau komersial saat ini berfokus pada komunitas dan penggunaan campuran. Integrasi antara ruang hunian, hiburan, dan rekreasi sangat terlihat, sesuai dengan ekspektasi masyarakat kota yang menginginkan pengalaman berbelanja yang santai melalui konsep hijau, tempat diskusi yang nyaman, dan cocok untuk penyembuhan perlahan (slow healing), dibandingkan dengan pusat perbelanjaan bertingkat.
“Kota Gading Serpong kini sukses menjadi kota favorit untuk tinggal, berbisnis, dan berinvestasi. Dengan basis ekonomi industri kreatif, perdagangan, dan jasa, kawasan Gading Serpong telah bertransformasi menjadi sebuah destinasi berskala regional,” pungkasnya.
