Scroll untuk baca artikel
Berita

Pemerintah Fokus Tingkatkan Kualitas SDM untuk Indonesia Emas 2045

113
×

Pemerintah Fokus Tingkatkan Kualitas SDM untuk Indonesia Emas 2045

Share this article
pemerintah-fokus-tingkatkan-kualitas-sdm-untuk-indonesia-emas-2045
Pemerintah Fokus Tingkatkan Kualitas SDM untuk Indonesia Emas 2045

Airlangga Hartarto didampingi Staf Khus Menko Perekonomian A Zaki Iskandar setelah halal bi halal dengan media

Airlangga Hartarto didampingi Staf Khus Menko Perekonomian A Zaki Iskandar setelah halal bi halal dengan media

Example 300x600

Indonesiainside.id – Untuk mencapai kemajuan yang signifikan, kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor utama. Oleh karena itu, investasi dalam peningkatan kualitas SDM harus terus ditingkatkan. Upaya ini akan mendukung semua program penguatan SDM yang sedang berjalan dan yang akan datang.

“Prasyarat Indonesia Emas 2045 itu ada tiga. Satu, sumber daya manusia. Yang kedua, sumber daya manusia. Yang ketiga, sumber daya manusia. Jadi hanya itu yang bisa kita lakukan untuk mencapai Indonesia Emas. Selain itu, untuk (mencapai) Indonesia Emas tentu perlu transformasi. Berubah kegiatan dari nilai tambah rendah menjadi nilai tambah lebih tinggi, dan dari upah minimum menjadi upah profesional yang lebih tinggi,” jelas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangannya, Kamis (8/8).

Pemerintah sedang gencar menggalakkan berbagai program untuk meningkatkan kualitas SDM, salah satunya adalah Program Kartu Prakerja. Program ini merupakan inovasi dalam pengembangan SDM yang bertujuan mengoptimalkan potensi bonus demografi melalui bantuan pelatihan kepada masyarakat dengan pendekatan digital secara menyeluruh dan mendorong kemitraan antara sektor publik dan swasta.

Sejak diluncurkan pada tahun 2020, program ini telah memasuki tahun kelima dengan lebih dari 56 juta pendaftar dan 18 juta penerima manfaat dari 514 kabupaten/kota di 38 provinsi. Menurut Menko Airlangga, untuk mencapai visi Indonesia Emas diperlukan pendapatan per kapita sekitar USD29 ribu. Beberapa daerah seperti Jakarta sudah mencapai pendapatan per kapita USD21 ribu, sementara Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara sudah di atas USD17 ribu.

“Beberapa daerah lainnya bisa kita petakan, dan ini seperti yang dilakukan waktu penanganan pandemi Covid-19 maupun inflasi. Jadi yang membedakan Indonesia dengan negara lain, kita punya solusi praktis yang negara lain tidak punya. Kalau rumus ekonomi normal, penanganan inflasi itu hanya dengan menaikkan tingkat suku bunga, tetapi kita tidak, (melainkan dengan) kerja sama antar kepala daerah,” ujar dia.

“Misalnya untuk mengendalikan inflasi volatile food, memindahkan (bahan pangan) dari daerah produsen ke daerah demand, juga tentang mengendalikan transportasi, pergudangan, dan ini dibahas secara detail dalam rapat rutin. Jadi kita sudah memperhatikan itu, ditambah lagi juga mempelajari untuk menurunkan (tingkat) kemiskinan ekstrim,” pungkas Menko Airlangga.