Berita

Negara Terpadat di Dunia Alami Penurunan Angka Kelahiran, Ini Sebabnya

1
negara-terpadat-di-dunia-alami-penurunan-angka-kelahiran,-ini-sebabnya
Negara Terpadat di Dunia Alami Penurunan Angka Kelahiran, Ini Sebabnya

Jakarta, CNN Indonesia

India menempati peringkat pertama sebagai negara dengan populasi terbanyak di dunia pada tahun 2026, dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 1,47 hingga 1,48 miliar.

Namun berdasarkan data lembaga demografi Sample Registration System (SRS), India sedang menghadapi penurunan tingkat kelahiran dalam beberapa tahun terakhir. Dampaknya, India akan lebih banyak diisi para orang lanjut usia, seperti dilansir Al Jazeera.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para ahli mengatakan bahwa akses yang lebih baik terhadap pendidikan dan alat kontrasepsi merupakan beberapa faktor kunci di balik penurunan angka kelahiran, bersamaan dengan meningkatnya biaya membesarkan anak.

“Angka kesuburan total sering kali menurun ketika lebih banyak perempuan dalam masyarakat memiliki akses ke pendidikan, alat kontrasepsi, dan lebih banyak peran dalam pengambilan keputusan di rumah tangga,” kata Dipa Sinha, seorang ekonom pembangunan yang bekerja di bidang kebijakan sosial di India, kepada Al Jazeera.

“Angka tersebut juga menurun ketika perekonomian menjadi mahal sehingga membesarkan anak juga menjadi mahal.”

Dia mengatakan ada alasan lain juga. Seiring dengan penurunan angka kematian bayi, keinginan untuk memiliki lebih banyak anak juga menurun.

Menurut laporan SRS terbaru, India telah mencatat penurunan signifikan dalam angka kematian bayi dari 30 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2019 menjadi 24 kematian per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2024.

Kondisi ini jauh bertolak belakang dibandingkan beberapa dekade lalu. Pada tahun 1970-an, pemerintah dan pembuat kebijakan India telah berupaya memerangi apa yang mereka sebut sebagai kelebihan penduduk dan terlalu sedikit sumber daya untuk mengelola negara yang saat itu relatif miskin.

Banyak inisiatif pemerintah dari atas ke bawah, termasuk upaya singkat dan kontroversial untuk mensterilkan orang secara paksa pada tahun 1970-an yang bertujuan untuk mengendalikan populasi India.

Meskipun demikian, pada tahun 2019, Perdana Menteri India Narendra Modi masih memperingatkan tentang “ledakan populasi”.

Namun pada tahun 2022, tanda-tanda pertama bahwa India akan memasuki wilayah yang belum pernah terjadi sebelumnya muncul: Survei Kesehatan Keluarga Nasional merilis data yang menunjukkan bahwa Angka Kesuburan Total (TFR) India menurun dengan cepat di semua komunitas.

India bukan satu-satunya negara yang mengalami penurunan jumlah kelahiran. China, Korea Selatan dan Jepang mengalami hal yang sama.

(imf/dna)

Exit mobile version