
Kamar Cantik Pilihan si Bungsu
Rumah baru saja selesai direnovasi saat rancang dalam ruang untuk kamar si bungsu mencapai kesepakatan. Sebuah kamar kecil di lantai dua dengan ukuran 20m2.
Impiannya adalah agar kamar ini bisa menjadi tempat istirahat yang nyaman dan menyenangkan bagi si bungsu saat berkesempatan pulang ke rumah dan menghabiskan quality times bersama keluarga.
Saya dan suami mengizinkan si bungsu untuk menentukan sendiri rancang dalam kamar yang meliputi jenis peralatan dan perlengkapan, pilihan warna dan motif keramik, warna yang diinginkan untuk dinding, lantai serta furniture, hingga keseluruhan atmosphere yang dia impikan.
Ternyata hal ini tak mudah karena si bungsu memang anak yang picky dan punya preferensi yang tidak bisa diwakilkan. Taste of arts nya sangat spesifik. Bahkan jauh berbeda dengan apa yang saya pilih. Gak se-ide lah pokoknya.
Saya orangnya serba simpel sementara si bungsu begitu peduli pada details untuk urusan apa pun itu.
Si bungsu aware dengan urusan rumah termasuk memasak sementara emaknya lebih suka duduk membaca, menulis, dan mengerjakan kerajinan tangan. Bagi saya untuk urusan lambung bisa diserahkan ke kedai makan atau warung.
Beda banget kan ya?
Saya yang tadinya semangat ikut menentukan kebutuhan kamarnya atau setidaknya mengawal apa yang dia pilih agar tidak keluar dari budget estimation, akhirnya memutuskan untuk menyerahkan sepenuhnya pada si bungsu.
Salah satu pilihan yang ternyata memakan waktu adalah menentukan bedcover dan sprei untuk tempat tidur.
Berbulan-bulan dia berselancar di berbagai tautan penjualan perlengkapan rumah tangga bahkan menyempatkan diri pergi langsung ke beberapa outlet yang memang memiliki koleksi kebutuhan tempat tidur.
Dari yang sudah memiliki nama populer di kalangan publik karena kelengkapan koleksinya maupun yang tersedia di e-commerce.
Terkadang ketemu yang motifnya sreg di hati tapi ternyata over budget. Tapi ada juga yang pas di dompet tapi si bungsu kurang suka dengan motifnya.
Beberapa persyaratan yang diinginkan si bungsu sebenarnya gak muluk-muluk banget sih. Selain corak atau motif yang tidak terlalu rame, dia menginginkan bahannya adem, gak licin tapi gampang dirapikan, dan tentu saja dengan kualitas jahitan yang mumpuni.
Biar gak gampang brodol dan koyak. Apalagi di rumah kan ada 4 ekor anak bulu yang seneng banget garuk-garuk barang dan sering ikutan nimbrung bobok di kasur.
Menemukan My Love
Karena beberapa usulan saya ternyata gak pas di selera si bungsu, saya akhirnya hanya bisa mengajukan referensi saja. Di antaranya adalah jenama My Love Bedcover.
Ini juga atas usulan beberapa teman saya yang sebelumnya memang sudah menggunakan bed cover set dari jenama ini sekaligus menjadi penggemar sejati banyak produk dari My Love. Mulai dari bed cover set, selimut, dan karpet.
Dia pun begitu bersemangat saat menyusur akun resmi My Love di Instagram dan TikTok @mylovebedcover serta video di Youtube dengan nama akun yang sama.
Informasi yang disampaikan pun lengkap sehingga setiap customer bisa mencocokkan preferensinya dengan stok yang ada.
Tak berapa lama si bungsu pun larut dalam berbagai opsi yang juga tak mudah dia putuskan. Butuh waktu ekstra hingga si bungsu menyampaikan bahwa dia sudah menemukan apa yang dia inginkan dan dengan budget yang pas.
My Love Pilihan yang Tepat
Pilihan si bungsu jatuh pada tipe Keisha. Motif bebungaan yang didominasi oleh warna dasar broken white (putih tulang) dengan bunga-bunga merah dan turunannya.
Bed cover yang hadir dengan konsep motif two in one dan saling bersinergi dengan cantiknya.
Saat paketnya datang dan dibongkar pelan-pelan lalu menyentuhkan tangan di bedcover nya, saya langsung bisa merasakan kelembutan yang begitu menyenangkan. Jahitan di bagian ujung terlihat terlipat/tergulung dengan baik.
Kesan pertama ini kemudian dibarengi dengan membuka seluruh paket dengan hati-hati. Menggunakan jahitan dengan sistem komputer quilting yang menjamin bahwa hasil akhir jahitan konsisten dan tak mudah rusak, saya tak menemukan celah yang menyebabkan ujung kain terlihat. Rapi banget.
Isian dalam atau filling bedcover nya juga tersebar dengan baik dan rata. Hadir dengan ketebalan yang pas dan komposisi katun yang banyak, bedding product dari jenama My Love ini adem dan nyaman-nya nyaman banget.
Penasaran, saya sekali lagi menyusuri setiap inchi bed cover, sprei, sarung bantal, dan sarung guling yang ada di dalam paket.
Seperti yang diinformasikan, spreinya sendiri dijahit dengan kerapatan benang 200 thread count/inch sehingga kuatnya bisa bertahan lama. Dengan ketinggian 30cm, sprei bisa membungkus kasur dalam kondisi sempurna.
Posisi kain sprei jadi tidak gampang berubah atau terangkat tanpa sengaja.
Hal ini sempat saya buktikan saat sprei sudah terpasang sempurna dan saya berguling-guling karena sibuk menangkap si anak bulu yang berlarian di atas kasur. Kucing aja tahu ya barang bagus.
Tapi yang pasti dengan kehadiran bedcover set motif Keisha dari My Love telah mempercantik kamar si bungsu. Wajah cerah dan bahagianya begitu terlihat saat semua sudah terpasang dengan apik.
Ya semakin betah deh dia di kamar.
“Nanti adek mau ah motif yang lain dengan warna yang berbeda,” rayu si bungsu dengan wajah memohon.
Saya langsung dan tak ragu mengangguk.
Dengan kualitas begini siapa yang bisa menolak coba?
IG @annie_nugraha | Email: annie.nugraha@gmail.com
