Berita

Musim Kemarau tapi Masih Hujan? Begini Penjelasan BMKG

379
musim-kemarau-tapi-masih-hujan?-begini-penjelasan-bmkg
Musim Kemarau tapi Masih Hujan? Begini Penjelasan BMKG

Prakiraan Cuaca BMKG. Foto : Antara.

Prakiraan Cuaca BMKG. Foto : Antara.

Indonesiainside.idBadan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa puncak musim kemarau berlangsung pada Juli hingga Agustus 2024. Namun, sebagian wilayah Indonesia masih mengalami hujan saat musim kemarau ini.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto menjelaskan, di saat musim kemarau tak menutup kemingkinan hujan akan turun di berbagai wilayah Indonesia. Hanya saja, intensitas curah hujan di bawah 50 mm / dasarian.

“Betul sebagian besar wilayah Indonesia terjadi di bulan Juli dan Agustus 2024 yaitu sebanyak 77,27%, dimana 63,95% durasi musim kemarau diprediksi terjadi selama 3 hingga 15 dasarian,” kata dia dalam keterangan resminya, dikutip pada Minggu (7/7/2024).

Menurut Guswanto, potensi peningkatan curah hujan masih akan terjadi dalam sepekan ke depan. Fenomena tersebut diakbatkan dinamika atmosfer skala regional dan global yang cukup signifikan.

Di antaranya, termonitornya aktivitas fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin dan Rossby Equatorial di sebagian besar wilayah Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Maluku, dan Sebagian besar Papua.

Adapun suhu muka laut yang hangat pada perairan wilayah sekitar Indonesia memberikan kontribusi dalam menyediakan kondisi yang mendukung pertumbuhan awan hujan signifikan di wilayah Indonesia.

“Fenomena atmosfer inilah yang memicu terjadinya dinamika cuaca yang berakibat masih turunnya hujan di sebagian besar wilayah Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani mengatakan, fenomena tersebut diperkirakan berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat dan angin kencang di sebagian besar wilayah Indonesia pada tanggal 5 – 11 Juli 2024.

Wilayah yang dimaksud, kata dia, yakni Pulau Sumatra, Pulau Jawa, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, Pulau Maluku, dan Pulau Papua.

Dia pun mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai terhadap kemungkinan adanya potensi hujan yang dapat mengakibatkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang.

“Utamanya masyarakat yang bermukim di wilayah perbukitan, dataran tinggi, juga sepanjang daerah aliran sungai,” urai dia.

Exit mobile version