Scroll untuk baca artikel
Teknologi

Muamalat DIN Tidak Hanya Mencatat Transaksi, tetapi Bisa Menemani Perjalanan Nasabah

webmaster
6
×

Muamalat DIN Tidak Hanya Mencatat Transaksi, tetapi Bisa Menemani Perjalanan Nasabah

Share this article
muamalat-din-tidak-hanya-mencatat-transaksi,-tetapi-bisa-menemani-perjalanan-nasabah
Muamalat DIN Tidak Hanya Mencatat Transaksi, tetapi Bisa Menemani Perjalanan Nasabah

Ketika transaksi digital semakin mendominasi, peluang berikutnya bukan hanya menghadirkan lebih banyak fitur, tetapi membangun layanan yang saling terhubung dan relevan dengan kebutuhan nasabah.

Fondasi Digital yang Terus Berkembang

Lebih dari 90% transaksi nasabah Bank Muamalat telah beralih ke kanal digital sejak 2023. Pada Juni tahun yang sama, Muamalat DIN mencatat sekitar 434 ribu pengguna, tumbuh 27% secara tahunan.

Example 300x600

Saat itu, Wahyu Avianto, Direktur Operasi dan Digital Bank Muamalat, menjelaskan bahwa fitur Digital Customer On Board memungkinkan pembukaan rekening secara online tanpa perlu mengunjungi kantor cabang.

Perkembangannya terus berlanjut. Hingga November 2025, Muamalat DIN telah menghadirkan lebih dari 250 fitur, diunduh lebih dari 1 juta kali, serta mencatat pertumbuhan jumlah transaksi sebesar 18,7% YoY.

Aktivitas pembayaran juga meningkat. Transaksi QRIS melalui Muamalat DIN melampaui 5 juta transaksi hingga November 2025, tumbuh 89,37% YoY. Sementara itu, volume transaksi ZISWAF melalui aplikasi meningkat 24,75% sepanjang 2025.

Pertumbuhan tersebut memperlihatkan bahwa Muamalat DIN semakin relevan dalam aktivitas keuangan nasabah.

Namun, terdapat peluang yang lebih luas daripada sekadar pertumbuhan transaksi.

Dari Payment Channel Menuju Digital Islamic Ecosystem

Muamalat DIN memiliki karakteristik yang menarik karena menggabungkan kebutuhan finansial dan sosial-keagamaan dalam satu aplikasi.

QRIS mendukung transaksi sehari-hari. Fitur Hijrah Amal memfasilitasi zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Sementara fitur Bank Haji mendukung kebutuhan seperti pendaftaran, pelunasan, serta pengecekan nilai manfaat haji.

Ketiganya memiliki pola penggunaan yang berbeda.

  • Daily transactions: QRIS mendorong interaksi finansial yang lebih rutin.

  • Purpose-driven transactions: ZISWAF menghubungkan aktivitas keuangan dengan kebutuhan sosial-keagamaan.

  • Long-term financial journey: layanan haji mendampingi kebutuhan nasabah dalam periode yang lebih panjang.

Dari perspektif digital banking, kombinasi tersebut membuka peluang untuk membangun hubungan nasabah yang lebih berkelanjutan.

Nilai sebuah digital ecosystem bukan hanya terletak pada banyaknya layanan, tetapi bagaimana layanan tersebut dapat saling melengkapi dalam satu customer journey.

Dibalik Fondasi Engineering

Pada Maret 2023, Sandhy Sofian, yang saat itu menjabat Head of Information Technology Bank Muamalat, menyatakan di forum Indonesia Industry Outlook 2023 bahwa bank syariah perlu mempercepat pengembangan produk dan memperbanyak kanal digital, dengan menonjolkan manfaat fungsional, bukan hanya nilai spiritual. Forum yang sama mengutip survei Inventure-Alvara: hanya 6% responden yang memiliki produk bank syariah.

Saat itu Bank Muamalat melaporkan sekitar 90% transaksi nasabah per akhir 2022 sudah lewat kanal digital, mayoritas melalui Muamalat DIN, dan fitur Digital Customer On Board baru diluncurkan. Dua tahun kemudian, arah itu selaras dengan angka 2025: QRIS tumbuh 89,37%, ZISWAF naik 24,75%, dan fitur Muamalat DIN melampaui 250.

Laporan Tahunan 2025 mencatat sejumlah agenda pada periode itu: Open API dan middleware berbasis microservices, Virtual Account dengan mitra, QRIS Cross Border, dan penguatan keamanan digital. Peta jalan TI 2026 melanjutkannya dengan arsitektur microservices berbasis API serta penguatan pusat data. Setelah pergantian pimpinan, dokumen peta jalan inilah yang menjadi acuan kesinambungan.

Tiga kemampuan yang makin menentukan

  1. Integrasi API dan arsitektur platform: layanan bank, sistem internal, dan mitra bisa saling terhubung secara aman.

  2. Skalabilitas, keamanan, dan keandalan: layanan tetap stabil saat transaksi terus naik.

  3. Keterlibatan nasabah berbasis data: insight dipakai untuk pengalaman yang relevan, dengan tata kelola data yang jelas.

Keberhasilan perbankan digital tidak hanya diukur dari jumlah transaksi, tetapi dari kemampuan teknologi membangun kepercayaan jangka panjang.