Setiap donatur memiliki alasan unik ketika memutuskan untuk berdonasi pohon di LindungiHutan. Salah satunya adalah Sizimomo, seorang lulusan Sarjana Pertanian (S.P.) yang kini bekerja di luar bidang pertanian.
Meskipun pekerjaannya tidak lagi bersentuhan langsung dengan dunia pertanian, ia tetap ingin berkontribusi untuk menjaga lingkungan.
Semangat ini menjadi motivasi utama Sizimomo dalam mendukung program penanaman pohon di LindungiHutan. Penasaran kisahnya?
Motivasi Donasi Sizimomo
Sizimomo bercerita bahwa latar belakang pendidikannya membuat ia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga alam.
“Saya ingin tetap memberikan kontribusi di bidang lingkungan, walaupun pekerjaan saya sekarang tidak berkaitan langsung dengan pertanian,” tuturnya.
Awalnya, ia ingin menanam pohon secara mandiri. Namun, ia menyadari bahwa secara teknis dirinya belum cukup telaten. Dari situlah muncul motivasi untuk mencari cara praktis agar bisa tetap berperan, hingga akhirnya ia menemukan LindungiHutan.
Menemukan LindungiHutan
Keputusan Sizimomo untuk berdonasi di LindungiHutan bermula dari pencarian di internet. Seiring waktu, ia merasa nyaman untuk tetap bertahan di platform ini karena beberapa hal yang menurutnya membuat LindungiHutan berbeda.
Kemudahan Akses
Bagi Sizimomo, kemudahan akses platform menjadi pintu masuk utama. Proses registrasi dan donasi terasa sederhana, sehingga niat baik cepat berubah menjadi aksi.
Minimnya “gesekan” seperti alur yang jelas dan metode pembayaran yang familiar membuatnya nyaman berdonasi. Ia juga mengapresiasi update rutin yang menjaga momentum, serta berharap ada opsi donasi lebih fleksibel.
Informasi yang Lengkap
Transparansi proyek penanaman adalah alasan lain ia bertahan. Halaman kampanye memuat lokasi, waktu pelaksanaan, serta aktivitas penanaman sehingga dampak terasa nyata.
Informasi berupa foto, progres, dan hasil monitoring membuat donatur dapat “melihat” hasil kontribusi. Dengan deklarasi biaya yang terperinci, donatur merasa uangnya bekerja efektif.
Baca Juga: Kisah Donasi Pohon Sanyasa Achtsami dari Sleman
Edukasi Mangrove
Awalnya, ia mengira hutan hanya identik dengan pohon daratan seperti jati atau mahoni. Edukasi di LindungiHutan membuka wawasannya bahwa mangrove adalah bagian krusial dari ekosistem pesisir.
Wawasan ini mengubah motivasinya dari sekadar menanam pohon menjadi memilih intervensi yang relevan di pesisir. Penjelasan tentang peran mangrove dalam kualitas air membuat keputusan donasi terasa lebih sadar dan terarah.
Keterkaitan dengan SDGs
Dimensi tujuan global semakin memperkuat komitmennya untuk berdonasi. Menurut Sizimomo, penanaman mangrove selaras dengan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), SDG 14 (Ekosistem Laut), dan SDG 15 (Ekosistem Daratan) karena dampaknya langsung dirasakan pada lingkungan.
Mangrove berperan dalam menyerap karbon, melindungi garis pantai, serta menjaga keanekaragaman hayati pesisir. Dengan begitu, kontribusi kecil dari donasi pohon dapat beresonansi pada isu lingkungan yang jauh lebih besar di tingkat global.
Ia juga mendorong agar narasi SDGs ditampilkan lebih tegas di tiap kampanye donasi. Dengan begitu, donatur akan lebih memahami kaitan aksi sederhana mereka dengan tujuan pembangunan berkelanjutan dunia.
Selain itu, ia melihat potensi pengaitan dengan SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak). Ekosistem mangrove yang sehat dapat mendukung kualitas sumber daya air di pesisir melalui proses alami penyaringan dan perbaikan lingkungan.
Wawasan Baru tentang Mangrove
Saat pertama kali mendengar nama “LindungiHutan”, Sizimomo membayangkan kegiatan menanam pohon di hutan daratan. Namun, kenyataannya, banyak program justru berfokus pada penanaman mangrove.
“Ini membuka wawasan baru bagi saya. Ternyata hutan tidak hanya ada di daratan, tetapi juga di pesisir dan laut. Konsep hutan lebih luas daripada yang saya bayangkan,” jelasnya.
Menghadapi Isu Lingkungan
Motivasi Sizimomo semakin kuat ketika menyadari tantangan besar yang dihadapi lingkungan, seperti alih fungsi lahan dan perubahan iklim. Menurutnya, penanaman mangrove bukan sekadar kegiatan menjaga pesisir, tetapi juga langkah nyata dalam mitigasi iklim.

“Walaupun tidak sepenuhnya menggantikan hutan daratan, mangrove mampu menjaga keseimbangan alam dan meminimalisir dampak negatif perubahan iklim,” ujarnya.
Baca Juga: Donasi Pohon Brigit: Menghubungkan Spiritualitas dan Kepedulian Lingkungan
Pesan untuk Sesama
Sizimomo meyakini bahwa LindungiHutan adalah jembatan antara niat baik dan aksi nyata. Banyak orang memiliki keinginan untuk berkontribusi, namun sering kali terkendala oleh waktu maupun keterampilan teknis.
Melalui donasi pohon di LindungiHutan, siapa pun dapat ikut serta menjaga kelestarian Bumi. “Kontribusi sekecil apa pun tetap berarti. Bersama LindungiHutan, kita bisa menjaga alam meski tanpa harus turun langsung menanam pohon,” pungkasnya.
Sizimomo pun menambahkan, bahwa dengan menanam pohon secara berkelanjutan, kita tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga mengembangkan ekosistem agribisnis yang berfokus pada kegiatan pelestarian alam.
Yuk, Ikut Donasi Pohon Mulai 25 Ribu di LindungiHutan







