GenZ

Mitos vs Fakta: Benarkah Tepung Bisa Memadamkan Api?

3
mitos-vs-fakta:-benarkah-tepung-bisa-memadamkan-api?
Mitos vs Fakta: Benarkah Tepung Bisa Memadamkan Api?

Benarkah klaim tepung bisa memadamkan api?

Mitos vs Fakta: Benarkah Tepung Bisa Memadamkan Api?

Benarkah tepung bisa memadamkan api? Pertanyaan ini belakangan ramai diperbincangkan setelah Presiden Prabowo Subianto membahas penggunaan bahan berbasis tepung ubi atau singkong untuk membantu menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam rapat koordinasi penanganan karhutla di Sumatera Selatan pada 24 Agustus 2026. Dalam rapat itu, ia meminta agar bahan berbasis singkong tersebut diteliti dan diuji lebih lanjut. Bahkan, kemungkinan produksinya dalam skala besar serta penggunaannya melalui helikopter atau pesawat turut dibahas.

Konsep tersebut kemudian disebut sebagai “ubi bombing”.

Lantas, apakah pernyataan tersebut berarti kita bisa mengambil tepung di dapur lalu melemparkannya ke api?
Tentu saja tidak sesederhana itu.

Ulasan kami kali ini akan memberikan memperjelas mitos dan fakta terkait tepung bisa memadamkan api tersebut. Scroll down buat cek fakta dan mitosnya!

MITOS: Semua Tepung Bisa Memadamkan Api

Sumber gambar: canva.com

Kalimat “tepung bisa memadamkan api” cukup mudah disalahartikan.

Bukan berarti tepung terigu, tepung tapioka, atau tepung singkong yang ada di dapur bisa digunakan sebagai pengganti alat pemadam kebakaran.

Tepung merupakan material organik berbasis karbohidrat. Dalam kondisi tertentu, partikel tepung yang sangat halus dan tersebar di udara justru bisa menjadi combustible dust atau debu yang mudah terbakar.

Occupational Safety and Health Administration (OSHA) bahkan memasukkan flour, starch, grain, dan sugar sebagai contoh material yang bisa menimbulkan bahaya kebakaran atau ledakan debu (Combustible dust) dalam kondisi tertentu.

Jadi, jangan sampai karena mendengar istilah “tepung pemadam api”, kamu malah mencoba menaburkan tepung ke sumber api di rumah

FAKTA: Pati Singkong Memang Bisa Digunakan dalam Formulasi Fire Retardant

Sumber gambar: canva.com

Nah, di bagian ini ada dasar ilmiahnya.

BRIN menjelaskan bahwa pati singkong berpotensi digunakan sebagai bahan fire retardant berbasis pati jika direkayasa dan diformulasikan dengan komponen tertentu.

Dalam formulasi yang dikembangkan, pati singkong tidak bekerja sendirian. Bahan tersebut dikombinasikan dengan ammonium polyphosphate (APP), air, dan wetting agent.

Cara kerjanya pun bukan sekadar membuat tepung “menutupi” api.

Di sini, air membantu menyerap panas dan menurunkan temperatur bahan bakar. Pati singkong yang dimodifikasi bisa membantu meningkatkan adhesi serta mempertahankan cairan pada permukaan vegetasi.

Sementara itu, wetting agent membantu cairan menyebar dan menembus bahan bakar vegetasi. APP berperan dalam mekanisme fire retardancy ketika material terkena panas.

Dengan kata lain, yang bekerja adalah formulasi khususnya, bukan tepung singkong mentah.

MITOS: Tepung Singkong Murni Aman Dilempar ke Api

Sumber gambar: canva.com

Ini salah satu bagian yang paling penting untuk dipahami.

Pati atau tepung yang berasal dari tanaman tetap merupakan material organik yang bisa terbakar. Ketika partikelnya sangat halus dan tersuspensi di udara dalam konsentrasi tertentu, kemudian bertemu sumber penyalaan, debu tersebut bisa terbakar dengan cepat dan bahkan menimbulkan ledakan debu.

Material yang mudah terbakar bisa menjadi bahaya ledakan ketika berada dalam bentuk partikel sangat halus dan tersuspensi di udara pada kondisi yang tepat. Tepung termasuk material yang masuk dalam kategori tersebut.

Jadi, jangan pernah mencoba menguji klaim ini dengan menaburkan tepung ke api di rumah.

Bukannya api padam, kamu justru bisa menciptakan situasi yang lebih berbahaya.

FAKTA: “Tepung Pemadam” Memiliki Mekanisme yang Berbeda

Sumber gambar: canva.com

Formulasi berbasis pati yang sedang dikembangkan jelas bukan sekadar bubuk yang dilemparkan ke sumber api.

BRIN menjelaskan bahwa pati singkong bisa dimodifikasi untuk mendapatkan karakteristik tertentu, termasuk kemampuan membentuk lapisan, viskositas, dan kemampuan mempertahankan air.

Bahan tersebut kemudian diformulasikan dengan komponen lain seperti fosfat dan bahan pembasah.

Ketika terkena panas, APP bisa menghasilkan senyawa yang membantu mengarahkan proses dekomposisi material vegetasi menuju pembentukan char atau residu karbon.

Lapisan tersebut bisa membantu menghambat perpindahan panas dan massa serta mengurangi kontak antara bahan bakar dengan oksigen.

Jadi, lebih tepat jika teknologi ini disebut formulasi fire retardant berbasis pati, bukan “tepung dapur untuk memadamkan api”.

Apakah Teknologi Ini Sudah Terbukti Efektif?

Sumber gambar: canva.com

Tepung pati Belum bisa dianggap sebagai teknologi pemadam api universal.

Justru karena masih dalam tahap pengembangan, formulasi tersebut perlu melalui berbagai pengujian untuk mengetahui efektivitas, keamanan, serta dampaknya terhadap lingkungan.

BRIN juga menjelaskan pentingnya validasi melalui pengujian laboratorium dan lapangan. Pemerintah sendiri meminta agar efektivitas bahan tersebut diuji, termasuk kemungkinan penggunaannya dalam skala besar.

Artinya, masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa “ubi bombing” pasti lebih efektif daripada water bombing atau bisa menggantikan seluruh metode pemadaman karhutla.

Teknologi baru tetap membutuhkan bukti. Bukan hanya klaim.

Jangan Samakan Karhutla dengan Kebakaran di Rumah!

Sumber gambar: canva.com

Ini juga penting.

Bahan berbasis pati singkong yang sedang dikembangkan ditujukan untuk konteks kebakaran vegetasi atau karhutla dengan formulasi tertentu.Sementara itu, tepung yang tersedia di dapur adalah bahan pangan, bukan alat pemadam kebakaran.

Bahkan, tepung dalam bentuk debu memiliki potensi menjadi combustible dust dalam kondisi tertentu.

Jadi, jangan menggunakan tepung sebagai pengganti APAR hanya karena mendengar berita tentang “ubi bombing”.

Untuk kebakaran di rumah, gunakan metode pemadaman yang memang sesuai dengan jenis kebakarannya. Jika api sudah membesar atau tidak bisa dikendalikan dengan aman, segera tinggalkan area dan hubungi layanan pemadam kebakaran.

Jadi, Tepung Bisa Memadamkan Api adalah Fakta atau Cuma Mitos?

Setelah melihat konteksnya, jawabannya menjadi lebih jelas.

Tepung makanan biasa bukan alat pemadam kebakaran. Bahkan, tepung dalam bentuk debu bisa menimbulkan bahaya kebakaran atau ledakan pada kondisi tertentu.

Di sisi lain, pati singkong memang memiliki potensi untuk menjadi bagian dari formulasi fire retardant ketika dimodifikasi dan dikombinasikan dengan bahan lain seperti ammonium polyphosphate, air, dan wetting agent.

Inilah yang membuat pernyataan mengenai “ubi bombing” tidak bisa disederhanakan menjadi “tepung bisa memadamkan api”.

Ada teknologi dan formulasi yang sedang dikembangkan, ada proses pengujian yang harus dilakukan, dan ada perbedaan besar antara bahan tersebut dengan tepung yang biasa kita gunakan untuk memasak.

Jadi, kalau melihat tepung di dapur, jangan buru-buru berpikir, “Wah, ternyata ini alat pemadam api”.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Senior content writer – Wordsmith with 10 years experience. I do write everything; lifestyle, technology, finance, economic, entertainment, business, viral things, etc.

Editor

Seorang SEO Specialist dan Editor dengan pengalaman lebih dari 5 tahun dalam optimasi website, pengelolaan konten, dan peningkatan performa SEO secara organik.

Exit mobile version