Scroll untuk baca artikel
Teknologi

Meta Rilis Muse Glimmer, AI Canggih yang Bisa Berjalan Tanpa Internet

webmaster
4
×

Meta Rilis Muse Glimmer, AI Canggih yang Bisa Berjalan Tanpa Internet

Share this article
meta-rilis-muse-glimmer,-ai-canggih-yang-bisa-berjalan-tanpa-internet
Meta Rilis Muse Glimmer, AI Canggih yang Bisa Berjalan Tanpa Internet
Muse Glimmer
Foto: NYPost

Teknologi.id – Meta kembali mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk bekerja lebih dekat dengan pengguna. Kali ini, Meta memperkenalkan Muse Glimmer, model AI yang dapat dijalankan langsung di laptop atau PC tanpa harus terus-menerus terhubung ke server cloud.

Berbeda dari banyak layanan AI yang memproses permintaan pengguna melalui pusat data, Muse Glimmer dirancang untuk melakukan sejumlah tugas secara lokal menggunakan perangkat keras konsumen.

Example 300x600

Kemampuan tersebut membuat AI bisa berjalan tanpa internet selama tugas yang dikerjakan tidak membutuhkan akses ke layanan online.

Baca juga: Elon Musk Bikin Bisnis Baru, Siapkan Rp 300 Triliun untuk Pabrik Chip AI

Apa Itu Muse Glimmer?

Muse Glimmer merupakan model AI open-weight. Artinya, bobot modelnya dapat diunduh dan digunakan oleh pengembang untuk menjalankan AI di perangkat mereka sendiri.

Model ini dirancang untuk mendukung penggunaan AI agent yang mampu menjalankan berbagai tugas secara bertahap, tanpa harus selalu mengirim data pengguna ke server Meta.

Namun, bukan berarti Muse Glimmer sepenuhnya tidak membutuhkan internet. Jika tugas memerlukan pencarian web, API, layanan cloud, atau informasi dari internet, koneksi tetap diperlukan.

Bisa Jalankan AI Secara Lokal di Laptop

Salah satu keunggulan utama Muse Glimmer adalah kemampuannya untuk melakukan pemrosesan AI secara lokal.

Meta menyebut model tersebut dapat dijalankan menggunakan satu GPU kelas konsumen. Dengan begitu, pengguna tidak selalu membutuhkan akses ke pusat data atau server cloud untuk menjalankan berbagai fungsi AI.

Pemrosesan lokal juga memiliki sejumlah keuntungan. Data yang digunakan untuk tugas tertentu tidak harus selalu dikirim ke server eksternal. Selain itu, respons berpotensi lebih cepat karena proses komputasi dilakukan langsung di perangkat.

Meski demikian, performanya tetap bergantung pada spesifikasi hardware yang digunakan.

Bukan Sekadar Chatbot AI

Muse Glimmer tidak hanya dirancang untuk menjawab pertanyaan seperti chatbot pada umumnya.

Model ini dikembangkan untuk menjalankan tugas yang terdiri dari beberapa langkah atau multi-step tasks. Kemampuannya mencakup penggunaan berbagai tool, pengelolaan file dan screenshot, menulis kode, hingga mendeteksi dan memperbaiki kesalahan.

Glimmer juga memiliki kemampuan multimodal sehingga dapat memproses teks dan gambar. Model tersebut dilatih untuk mendukung lebih dari 100 bahasa.

Kemampuan ini membuat konsep AI agent menjadi lebih menarik karena AI tidak hanya memberikan jawaban, tetapi juga dapat membantu menyelesaikan rangkaian pekerjaan.

Ukuran Model Dibuat Lebih Ringan

Agar dapat berjalan pada perangkat konsumen, Meta menggunakan teknik distillation untuk membuat Muse Glimmer lebih ringan.

Teknik tersebut memungkinkan sebagian kemampuan dari model yang lebih besar dipindahkan ke model yang lebih kecil. Hasilnya, model tetap memiliki kemampuan AI yang mumpuni tetapi membutuhkan sumber daya komputasi yang lebih rendah.

Pendekatan ini menjadi penting karena perkembangan AI selama ini banyak bergantung pada model berukuran besar yang membutuhkan infrastruktur cloud dengan kemampuan komputasi tinggi.

Dengan model yang lebih ringan, pemrosesan AI secara lokal menjadi semakin memungkinkan.

Sejalan dengan Ambisi Meta Bangun Personal Superintelligence

Peluncuran Muse Glimmer juga sejalan dengan visi Meta untuk mengembangkan personal superintelligence, yaitu AI yang semakin dekat dengan pengguna dan mampu membantu berbagai aktivitas secara personal.

CEO Meta Mark Zuckerberg sebelumnya juga mendorong pengembangan model dengan pendekatan open-weight. Meta menilai model yang lebih terbuka dapat memberikan kesempatan lebih besar bagi pengembang untuk menggunakan dan memodifikasinya.

Pendekatan tersebut sekaligus dapat mengurangi ketergantungan terhadap sejumlah perusahaan yang menguasai infrastruktur cloud AI.

Meta sendiri sebelumnya memperkenalkan Muse Spark, model dari seri Muse yang dikembangkan Meta Superintelligence Labs. Meta menyebut Muse Spark sebagai bagian awal dari pengembangan menuju generasi model AI yang lebih kuat.

Baca juga: BRIN Kembangkan AI untuk Deteksi Makanan Basi di Program MBG

Meta Siapkan Muse Spark 1.2

Pengembangan lini Muse juga belum berhenti di Glimmer. Meta disebut tengah menyiapkan Muse Spark 1.2, versi terbaru dari Muse Spark dengan kemampuan yang lebih besar.

Kehadiran Muse Glimmer menunjukkan bahwa persaingan AI kini tidak hanya berfokus pada siapa yang memiliki chatbot paling pintar.

Perusahaan AI juga mulai berlomba menghadirkan model yang lebih kecil, efisien, dan dapat berjalan langsung di perangkat pengguna.

Jika tren ini terus berkembang, pengguna laptop dan PC nantinya dapat menjalankan berbagai fitur AI secara lokal tanpa selalu bergantung pada koneksi internet maupun server cloud.

Apa Keuntungan AI yang Bisa Berjalan Tanpa Internet?

Kemampuan AI lokal seperti Muse Glimmer menawarkan beberapa keuntungan, antara lain:

  • Privasi lebih baik, karena data tertentu dapat diproses langsung di perangkat.
  • Tidak selalu membutuhkan internet untuk tugas yang dapat dilakukan secara lokal.
  • Potensi respons lebih cepat karena pemrosesan dilakukan di perangkat.
  • Mengurangi ketergantungan pada layanan cloud.
  • Lebih fleksibel bagi pengembang karena model open-weight dapat digunakan dan dikembangkan sendiri.

Namun, untuk tugas yang membutuhkan data terbaru dari internet, pencarian web, API, atau layanan cloud, koneksi internet tetap diperlukan.

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.

(dwk)