
Menyusur Eloknya Nusantara Lewat Buku Indahnya Negeriku | Book Review | April 2026
Satu lagi buku antologi tentang jalan-jalan yang dilahirkan oleh komunitas penulis Pondok Antologi Penulis Indonesia (PAPI) dan diterbitkan oleh Annie Nugraha Mediatama (ANM). Pengalaman menjelajah nusantara yang digawangi oleh delapan penulis perempuan, anggota PAPI yang produktif terus berkarya
Tak pernah habis rasanya menuliskan tentang keindahan tanah air tercinta. Selalu berlimpah hal manis dan spektakular yang layak dikenang saat berada di setiap jengkal dan sudut mana pun yang terhampar begitu luas dari Sabang sampai Merauke.
Ya. Indonesia memang sekaya itu.
Kaya akan budaya. Kaya akan bahasa (sekitar 718 jenis bahasa daerah). Kaya akan beragam destinasi wisata. Dan masih punya berderet-deret kekayaan lainnya yang terkadang tidak kita sadari. Jumlahnya bukan hanya puluhan dan ratusan, tapi dalam jutaan.
Berdasarkan riset dan data yang didapatkan dari Badan Informasi Geospasial (BIG) RI yang diumumkan pada 2024, jumlah total pulau di Indonesia adalah 17.380 dengan 5 pulau besar yaitu Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua dengan 38 provinsi yang memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Angka ini nyatanya bukan sekedar hasil penemuan tapi juga adalah salah satu indikasi kuat bahwa nusantara pastinya kaya akan keberagaman dan destinasi wisata yang cantik tak terkira yang tersebar di seluruh penjuru negeri.
Hal inilah yang kemudian menginspirasi delapan orang penulis perempuan dari berbagai latar belakang profesi untuk melahirkan buku Indahnya Negeriku lewat komunitas Pondok Antologi Penulis Indonesia (PAPI) di mana mereka bernaung. Buku antologi yang proses kreatifnya berjalan di awal 2026 dan sudah terprogram dengan baik di semester akhir 2025.
Semua destinasi wisata diurai layaknya sebuah cerita perjalanan, travel writing, yang melibatkan rasa serta emosi yang muncul di sanubari saat sedang menikmati setiap langkah berharga serta rangkuman pengalaman memorable yang terukir di sana. Kekuatan narasi yang dihadirkan membuat buku (sangat) layak dimiliki oleh mereka yang mencintai indahnya negeri, dari sudut mana pun mereka melihat keelokannya.
Tulisan ini tentunya akan menjadi warisan berharga yang para penulis dan tentu saja untuk semua pembaca buku Indahnya Negeriku. Semua pihak yang menjadi penggemar setia dari setiap buku yang dilahirkan oleh komunitas PAPI, dari dulu hingga kini.
Dan seperti buku-buku sebelumnya, PAPI berharap agar Indahnya Negeriku menjadi manfaat bagi orang banyak dan berkah untuk semua orang yang terlibat dalam setiap jejak proses produksinya. Satu rangkaian gerbong kebanggaan yang tentunya akan terukir sepanjang hayat dikandung badan.
Destinasi Wisata yang Dibahas
Buku Indahnya Negeriku bukanlah antologi pertama tentang traveling yang dilahirkan oleh PAPI. Sebelumnya sudah ada Ngelencer Yuk !! Rangkaian Kisah Perjalanan Menjelajah Nusantara yang terbit pada 2023 dan Pergilah yang Jauh Nanti Ceritakan di Sini yang diedarkan kepada publik pada September 2024. Jadi saat ide untuk menuliskan buku dengan premis jalan-jalan untuk ketiga kalinya, beberapa anggota komunitas pun langsung memberikan tanggapan yang baik. Meski akhirnya yang serius mengikuti dari awal sampai akhir hanya sekitar 8 (delapan) orang, proses kreatif buku ini tetap berlanjut tanpa banyak hambatan.
Menyajikan pengalaman pribadi dengan melibatkan rasa dalam mengembangkan diksinya, Indahnya Negeriku menghadirkan para penulis perempuan yang membahas tentang Tidore, Banda Aceh dan Aceh Besar, Banyuwangi, Sukabumi, Tadulako (Sulawesi Tengah), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Dieng Plateu, Bali, Madura, dan Bumi Parahyangan. Liputannya tidak melulu memancarkan keindahan istimewa yang ada di tempat yang bersangkutan tapi juga rangkaian kejadian yang secara spesial dihadirkan oleh para penulis. Ada kenangan dari sisi pribadi, bertemu dengan orang-orang baru, dan menikmati setiap jengkal perjalanan dengan kawan lama, sentuhan unsur budaya termasuk secuil kisah sejarah yang tercatat plus tentu saja rangkaian info kuliner yang menggugah rasa saat berada di tempat tersebut.
Sebagai penyunting buku ini, saya merasakan barisan kebanggaan karena menyadari bahwa kecintaan akan eloknya negeri sendiri masih menjadi bagian dari kisah perjalanan yang layak untuk dihadirkan dalam buku antologi ini. Teman-teman tak luruh semangatnya meski date line terpaksa diundur karena kesibukan yang mendera. Waktu seolah berlari. Apalagi di saat yang sama, dalam setengah perjalanan proses kreatif, ada masa Ramadan yang juga butuh perhatian. Saya pun bergumul dengan tindakan editing atas foto yang – seperti biasa – menjadi bagian penting dari setiap buku yang dilahirkan oleh PAPI dan ANM.
Rangkaian perjuangan yang akhirnya berbuah manis dan menjadi salah satu langkah penting dari serangkaian jejak PAPI dan ANM. Semoga akan lahir buku-buku antologi berikutnya dengan tema serta isi yang terus bertambah kualitas dan kuantitasnya.
Di buku ini jugalah PAPI kembali merancang cover buku dengan sentuhan berbeda. Kali ini cover depan maupun belakang dilengkapi dengan flipped page yang membuat tampilan cover nya sedikit berbeda dan terlihat lebih menarik. Lembaran lebih ini bisa juga berfungsi sebagai pembatas buku tanpa harus repot melipat halaman bacaan terakhir. Ketebalan kertas cover nya juga lebih berat dari sebelumnya. Pengaturan yang diharapkan bisa membuat buku ini tak mudah rusak dan koyak.
Yok Berkenalan dengan Para Penulis Untuk Buku Indahnya Negeriku
Tak kenal maka tak sayang. Ketidaktahuan bisa menimbulkan syakwasangka yang mungkin membuat kita tambah penasaran. Berikut saya hadirkan profil delapan orang penulis perempuan yang berkolaborasi di buku Indahnya Negeriku. Mereka adalah Indah Wibowo, Dilla NFD, Ari Dian Aryono, Endah Widowati, Heni Hikmayani Fauzia, Wahyu Suwarsi, Marita S. Sudarmo, dan saya sendiri sebagai penjaga gawang.
Semua datang dari latar belakang kegiatan yang berbeda-beda tapi sejauh ini profesi terbanyak di komunitas PAPI adalah travel and food blogger yang jam terbang dan skill menulisnya juga sudah gak kaleng-kaleng. Beberapa di antaranya sudah memproduksi buku solo dan antologi dengan komunitas penulis lain, bahkan juga menjuarai banyak lomba menulis yang diadakan oleh berbagai pihak. Satu kebanggaan yang tak terkatakan dan terlukiskan bagi PAPI.
Spesifikasi Buku: Ukuran: 13x19cm | Jumlah Halaman: 267 | ISBN: sedang dalam proses | Genre: Non-fiksi – Kisah Perjalanan | Harga: Rp110.000,-/eks (selama masa PO hingga 14 April 2026) dan Rp120.000,00 untuk periode biasa belum termasuk ongkir | Penerbit: Annie Nugraha Mediatama
IG @annie_nugraha | Email: annie.nugraha@gmail.com
