Jakarta, CNN Indonesia —
Kylian Mbappe meminta maaf atas pernyataan tentang mantan pemimpin China, Mau Zedong, yang membuatnya kehilangan banyak sponsor, Selasa (27/10).
“Komentar saya kurang tepat, dan sekarang saya mengerti bahwa itu menyakiti banyak orang di China dan komunitas Tionghoa di seluruh dunia,” kata Mbappe, dilansir dari France24.
“Saya meminta maaf kepada semua orang yang tersinggung oleh kata-kata saya. Ini sama sekali bukan niat saya. Saya sangat menghormati rakyat China dan sejarah mereka, dan saya sungguh menyesal.”
Dalam beberapa tahun terakhir, wajah Mbappe muncul di iklan-iklan di seluruh China. Ia telah tampil dalam iklan negara tersebut untuk berbagai produk, mulai dari minuman elektrolit hingga susu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perusahaan minuman raksasa China, Dongpeng, menghentikan semua kerja sama dengan Mbappe per Selasa (27/10). Dongpeng menyebut tidak bisa menoleransi sikap sentimen China.
Produsen susu terbesar China, Mengniu, juga melakukan hal serupa. Produsen keju terkemuka China, Milkground juga memutus segala bentuk kerja sama dengan pemain asal Prancis tersebut.
“Mengniu dengan tegas menentang dan memiliki kebijakan tanpa toleransi terhadap setiap ucapan atau tindakan yang melukai perasaan rakyat China,” tulis Mengniu dalam pernyataan resminya.
Pada saat yang sama, China Media Group, mengambil langkah tegas dengan menghentikan segala siaran pertandingan sepak bola [termasuk La Liga] dan iklan yang menampilkan Mbappe.
China Media Group lantas menuntut Mbappe dan Real Madrid meminta maaf. Tak lama berselang otoritas Liga Spanyol menyatakan penyesalan atas pernyataan Mbappe yang menyinggung rakyat China.
Aksi-aksi ini mencuat setelah beredar potongan video yang menampilkan Mbapee berkomentar soal meme internet terlucu tentang dirinya adalah foto wajahnya ditempel menyerupai Mao Zedong.
“Saya rasa dia seorang diktator China,” kata Mbappe merujuk wajahnya yang menyerupai Mao Zedong terkait julukan ‘diktator’ saat membela Real Madrid dan Prancis karena ia seorang kapten tim.
Pernyataan ini menimbulkan kemarahan di China. Pasalnya rakyat China menganggap Mao Zedong bukan sebagai diktator, melainkan revolusioner. Ia adalah bapak pendiri Republik Rakyat China modern.
Sebelum merek-merek dagang China menghentikan kerja sama dengan Mbappe, terlebih dahulu viral di media sosial China, Weibo, gerakan anti-Mbappe dan ajakan boikot produk yang mengontrak Mbappe.
(abs)







