Walau ada banyak faktor yang membuat Madura United flop, perombakan skuad jadi yang paling memengaruhi. Sekitar 90 persen skuad musim lalu cabut pada awal musim ini.
Meski begitu, Umar memastikan perubahan tak bisa dihindari. Hanya saja, persentasenya tak sedrastis musim ini.
“Belajar dari musim ini adalah kami tidak lagi membongkar skuad. Itu jadi pelajaran pentingnya, kami belajar dari itu. Kami tidak akan membongkar skuad yang sekarang ini,” ungkapnya.
“Tapi untuk hal-hal yang perlu dirasa ditambah, akan kami tambah. Mungkin sekitar 65 persen yang bertahan, terutama asing kemungkinan besar akan bertahan,” tambah Umar.