Jakarta, CNN Indonesia —
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pengembangan family office di Pusat Keuangan Internasional (International Financial Center/IFC) Bali berpotensi menarik ratusan miliar dolar AS masuk ke Indonesia.
Adapun hal ini ia sampaikan usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (9/6). Luhut menyebut dalam pertemuan tersebut mendapatkan arahan dari Prabowo soal pengembangan family office.
Luhut menyampaikan akan ada pertemuan lebih lanjut terkait pengembangan family office tersebut pada Juli mendatang. Meski begitu, ia tak menjelaskan lebih detail siapa saja yang akan membahas hal tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Tadi juga Presiden memberi arahan lagi mengenai International Financial Center Family Office yang nanti akan ada pertemuan di sekitar bulan Juli di Bali. Dan kita berharap itu ada potensi kira-kira mungkin berapa ratus miliar dolar yang kemungkinan masuk di Indonesia,” ujar Luhut dalam konferensi pers.
Lebih lanjut, ia mengatakan peluang masuknya dana tersebut harus dijaga melalui penciptaan sentimen positif bagi investor global. Hal tersebut dapat dilakukan dengan pemberitaan yang baik.
“Ini potensi harus kita jaga dengan berita bagus dari Indonesia,” kata Luhut.
Pada Mei 2024, rencana pembentukan family office pertama kali diusulkan oleh Luhut Binsar Pandjaitan ketika menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi di masa pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin.
Luhut mengatakan sejumlah negara, seperti Singapura, Hong Kong, hingga Abu Dhabi, bahkan Singapura sudah memiliki 1.500 family office. Karenanya, negara itu bisa menjadi rujukan Indonesia dalam membentuk family office.
Kala itu, pemerintah memproyeksikan investasi dari family office yang bisa ditarik ke Indonesia mencapai US$500 miliar atau setara Rp8.151,95 triliun dalam beberapa tahun ke depan. Jumlah tersebut merupakan 5 persen dari total dana yang dimiliki perusahaan keluarga atau family office di dunia sebesar US$11,7 triliun.
Family office biasanya menyediakan berbagai layanan, seperti manajemen investasi, perencanaan keuangan, dan perencanaan pajak. Di family office, menurut Luhut, investor asing dapat menaruh uang mereka tanpa dikenakan pajak dan hanya akan dikenakan pajak apabila terdapat penciptaan lapangan kerja dari investasi tersebut.
(fln/pta)
