Lingkungan

LindungiHutan Raih Penghargaan “Eco-Resilient Agent” di EPSA 2025

65
lindungihutan-raih-penghargaan-“eco-resilient-agent”-di-epsa-2025
LindungiHutan Raih Penghargaan “Eco-Resilient Agent” di EPSA 2025

Dalam ajang bergengsi Eco-Tech Pioneer and Sustainability Award (EPSA) 2025, LindungiHutan berhasil mendapatkan penghargaan Eco-Resilient Agent: Agen Perubahan Tangguh untuk Bumi atas komitmennya terhadap inovasi dan keberlanjutan lingkungan. Acara ini digelar pada Minggu (31/8/2025) di Padma Hotel Semarang.

EPSA 2025 merupakan ajang penghargaan nasional yang diselenggarakan oleh Departemen Teknik Lingkungan Universitas Diponegoro. 

Ajang ini menjadi wadah apresiasi bagi perusahaan maupun organisasi non-profit yang berkomitmen menghadirkan inovasi teknologi berkelanjutan demi menjaga keseimbangan lingkungan.

Ajang Bergengsi untuk Inovator Hijau

Acara EPSA 2025 turut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting dari berbagai sektor, seperti Kepala Departemen Teknik Lingkungan, Dekan Fakultas Teknik, Rektor Universitas Diponegoro, Walikota Semarang, Gubernur Jawa Tengah, serta pakar lingkungan nasional Prof. Sudharto P. Hadi, MES, Ph.D. dan Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P.

Tak kurang dari 43 perusahaan dan inisiatif lingkungan turut berpartisipasi dalam ajang ini. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci menuju transformasi hijau dan masa depan berkelanjutan.

Apresiasi untuk Inovasi dan Ketahanan Lingkungan

Kategori Eco-Resilient Agent diberikan kepada LindungiHutan sebagai bentuk pengakuan atas kemampuan beradaptasi dan inovasi berkelanjutan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. 

Menurut panitia, penghargaan ini mencerminkan bahwa ketahanan lingkungan hanya bisa terwujud melalui sistem ramah lingkungan, inovasi teknologi, dan komitmen jangka panjang terhadap keberlanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, CEO LindungiHutan, Miftachur “Ben” Robani, mengungkapkan rasa syukurnya.

“Terima kasih kepada Penyelenggara dan Dewan Juri yang telah memilih LindungiHutan sebagai penerima penghargaan Eco-Resilient Agent pada EPSA 2025. Capaian ini adalah hasil kerja keras seluruh tim, relawan, donatur, sponsor, dan mitra petani di seluruh Indonesia,” ujar Ben.

Sejak berdiri pada tahun 2016, LindungiHutan telah menjadi wadah kolaborasi ribuan relawan, komunitas, dan mitra lokal. 

Hingga 2025, organisasi ini berhasil menanam lebih dari 1.1 juta pohon di 30+ lokasi bersama 600+ mitra di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Semarang, Banten, Sulawesi Selatan, dan Kepulauan Seribu.

Program LindungiHutan tidak hanya berfokus pada penghijauan, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat pesisir dan petani lokal, sehingga menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.

Baca Juga: Simak Capaian LindungiHutan dalam Annual Report 2024!

Inovasi Teknologi Hijau Jadi Pembeda

Panitia EPSA menilai bahwa LindungiHutan berhasil menghadirkan model konservasi berbasis teknologi, seperti sistem crowdfunding digital dan monitoring berbasis data untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas program.

Inovasi ini dianggap sejalan dengan semangat EPSA 2025 yang mendorong penerapan teknologi cerdas dalam menjaga lingkungan serta memperkuat kolaborasi lintas sektor demi bumi yang lebih tangguh.

Di tengah krisis iklim dan deforestasi, LindungiHutan bukan hanya penggerak penghijauan, tetapi juga jembatan yang mempertemukan masyarakat, relawan, dan perusahaan untuk menjaga paru-paru Bumi.

Ajang EPSA 2025 diharapkan menjadi ruang inspirasi bagi pelaku industri dan komunitas lingkungan untuk terus berinovasi dalam menjaga kelestarian bumi. 

Keberhasilan LindungiHutan menjadi bukti bahwa teknologi dan kolaborasi sosial dapat berjalan beriringan menciptakan perubahan positif.

“Penghargaan ini bukan tujuan akhir, tapi menjadi motivasi untuk cita-cita bersama menghijaukan Indonesia!” tutup Ben dengan semangat.

LindungiHutan Menanam Lebih dari 1.1 JUTA Pohon di 30+ Lokasi Penanaman Bersama 600+ Brand dan Perusahaan

Exit mobile version