Scroll untuk baca artikel
Berita

Krisis Pasokan Bahan Bakar dan Medis Ancam Nyawa Pasien Rumah Sakit di Gaza

123
×

Krisis Pasokan Bahan Bakar dan Medis Ancam Nyawa Pasien Rumah Sakit di Gaza

Share this article
krisis-pasokan-bahan-bakar-dan-medis-ancam-nyawa-pasien-rumah-sakit-di-gaza
Krisis Pasokan Bahan Bakar dan Medis Ancam Nyawa Pasien Rumah Sakit di Gaza

Korban pembantaian yang dilakukan Israel di Jalur Gaza. Foto: Aljazeera Arabic

Korban pembantaian yang dilakukan Israel di Jalur Gaza. Foto: Aljazeera Arabic

Example 300x600

Indonesiainside.id – Rumah Sakit Al-Aqsa Martyrs di Deir al-Balah, pusat Kota Gaza, memperingatkan bahwa krisis pasokan bahan bakar dan bahan medis mengancam nyawa korban yang tengah dirawat.

Juru bicara rumah sakit, Khalil Al-Dakran mengatakan, ruang operasi di rumah sakit berpotensi berhenti lantaran kekurangan pasokan bahan bakar, medis, dan obat-obatan.

“Kami tidak dapat melakukan operasi karena ruang operasi tidak memadai, kurangnya anestesi, dan peralatan serta perlengkapan medis yang diperlukan,” kata Al-Dakran dikutip dari Anadolu, Senin (22/7/2024).

Dijelaskan, berhentinya ruang operasi sama seperti ‘hukuman mati’ bagi ratusan pasien di rumah sakit. Artinya, jika ruang operasi berhenti berfungsi, maka banyak pasien akan meninggal.

Dia juga menyampaikan bahwa generator rumah sakit bisa berhenti beroperasi karena kekurangan bahan bakar. Kerusakan generator rumah sakit menimbulkan ‘bahaya besar dan nyata’ bagi unit perawatan intensif, katanya.

Dia mendesak masyarakat internasional dan organisasi kemanusiaan untuk segera memasok bahan bakar dan pasokan medis, serta mengaktifkan kembali rumah sakit yang tidak beroperasi guna mengurangi beban para petugas perawatan kesehatan dan menyelamatkan nyawa para korban.

Sejak 7 Oktober 2023, Israel selalu menyerang fasilitas sipil seperti sekolah, rumah sakit, dan tempat ibadah. Berdasarkan aturan perang, fasilitas-fasilitas tersebut tidak boleh diserang dan melakukan tindakan itu dapat dianggap sebagai kejahatan perang.

Meski begitu, Israel tetap mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera. Negara Zionis pun menghadapi kecaman internasional lantaran serangan brutal mereka yang terus berlanjut di Gaza.

Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan, setidaknya 38.584 warga Palestina telah terbunuh. Jumlah korban tewas sebenarnya bisa melampaui perkiraan pemerintah setempat.

Jurnal medis Inggris The Lancet baru-baru ini menerbitkan sebuah penelitian yang menilai bahwa angka sebenarnya bisa mencapai 186.000 jika memperhitungkan kematian tidak langsung dan orang hilang.