Scroll untuk baca artikel
Berita

KPK Dinilai Butuh Pemimpin yang Mampu Redam Konflik antar Lembaga

158
×

KPK Dinilai Butuh Pemimpin yang Mampu Redam Konflik antar Lembaga

Share this article
kpk-dinilai-butuh-pemimpin-yang-mampu-redam-konflik-antar-lembaga
KPK Dinilai Butuh Pemimpin yang Mampu Redam Konflik antar Lembaga

Mantan Ketua Komisi III DPR Pieter C. Zulkifli Simabuea. ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi.

Mantan Ketua Komisi III DPR Pieter C. Zulkifli Simabuea. ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi.

Example 300x600

Indonesiainside.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan segera berganti kepemimpinan. Ratusan orang pun telah mendaftarkan diri sebagai calon pimpinan (capim).

Terkait hal itu, mantan Ketua Komisi III DPR, Pieter C Zulkifli mengatakan bahwa KPK membutuhkan sosok pemimpin yang mampu meredam konflik antar lembaga. Sebab, lembaga antirasuah tak pernah lepas dari konflik antar instansi sehingga pemberantasan korupsi jadi kurang maksimal.

“Diperlukan langkah kongkrit dan terukur untuk membangun kembali komunikasi politik lintas lembaga penegak hukum, mengubur luka lama dengan komitmen untuk taat dan setia dengan perintah konstitusi,” kata Pieter dalam keterangannya, Rabu (24/7/2024).

Dia mencontohkan beragam ketidakharmonisan KPK dengan beberapa lembaga. Mulai dari perseteruan ‘Cicak vs Buaya’, insiden penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan, hingga kasus pemerasan pimpinan KPK.

Rentetan peristiwa itu bukan hanya berpengaruh kepada kinerja KPK, namun juga mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap lembaga independen tersebut.

Dengan meminimalisir konflik antarlembaga dan mempertajam kemampuan KPK dalam menindak korupsi, Pieter yakin pemberantasan rasuah di Indonesia akan lebih maksimal. Hal tersebut yang mendasari Pieter mau menjadi capim KPK periode 2024-2029.

“Saya berharap masih mendapat kesempatan untuk mengabdi pada bangsa dan negara,” ujarnya.

Pieter mengatakan selama menakhodai Komisi III DPR RI yang membidangi hukum, dirinya mampu berkoordinasi dengan pihak KPK, Kejaksaan Agung, Polri, Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, Menko Polhukam, Komisi Yudisial, Ombudsman, hingga elite partai politik.

Bermodalkan pengalaman inilah Pieter yakin dirinya dapat menciptakan iklim hubungan yang baik antara KPK dengan lembaga penegak hukum yang lain.

Menurutnya, lembaga antirasuah membutuhkan pemimpin yang mampu memberikan terobosan dalam melakukan pencegahan hingga penindakan korupsi.