Pada bulan Maret 2025, Kampanye Alam Qiyi Indonesia, sebuah komunitas penggemar (fandom) yang berbasis di Kota Semarang, memutuskan untuk melakukan aksi nyata demi bumi. Mereka membuka kampanye alam pertamanya melalui platform LindungiHutan.
Tujuan utamanya adalah mengajak para anggota komunitas untuk lebih mencintai alam dan turut ambil bagian dalam menjaga kelestariannya melalui kampanye alam Qiyi Indonesia.
Kampanye alam Qiyi Indonesia mengetahui tentang LindungiHutan dari teman dan keluarga. Setelah mengakses situs lewat smartphone, mereka merasa yakin untuk memulai kampanye.
Alasannya sederhana yakni hanya di LindungiHutan mereka menemukan kemudahan membuat kampanye penanaman pohon yang jelas dan transparan.
Inspirasi Kampanye Alam Qiyi Indonesia
Inspirasi kampanye ini datang dari tempat yang tak terduga, yakni dari sebuah lagu berbahasa Mandarin berjudul “树读” (dibaca: Shu Du), yang berarti “membaca tangisan pohon.”
Lagu ini menyuarakan jeritan alam yang sering diabaikan manusia, meski pohon-pohon terus memberi manfaat tanpa meminta balasan.
Lagu Shu Du memberikan perasaan yang kuat, serta liriknya menyentuh dan mengajak pendengar untuk merenung sekaligus bertindak. Inilah alasan dibalik kampanye alam Qiyi Indonesia.
“Kami merasa bahwa pesan dari lagu ini sangat dalam, dan ingin menerjemahkannya dalam bentuk aksi nyata melalui kampanye penghijauan dan kampanye alam Qiyi Indonesia,” ujar perwakilan dari Qiyi Indonesia.
Penelitian menunjukkan bahwa mendengarkan musik yang bernuansa alam dapat meningkatkan kesadaran lingkungan hingga 60%. Musik dapat menjadi jembatan emosional antara manusia dan bumi.
Pengalaman Buat Kampanye Alam yang Berkesan
Qiyi Indonesia membuktikan bahwa satu langkah kecil bisa membawa dampak besar. Meski baru pertama kali membuat kampanye alam, mereka langsung menunjukkan komitmen nyata dengan ikut dalam kegiatan penanaman mangrove di Pantai Kartika, Jepara, pada 26 Juli 2025.
Sebanyak 25 peserta dari komunitas fandom Qiyi Indonesia turun langsung ke lokasi, menanam bibit mangrove sebagai bentuk nyata kontribusi terhadap lingkungan.
“Kami senang karena informasi dari LindungiHutan sangat jelas dan informatif,” ujar perwakilan Qiyi Indonesia.
Proses kampanyenya juga mudah diikuti, dilengkapi dengan sertifikat dan dokumentasi yang bisa diunduh. Hal ini memudahkan kami menunjukkan kepada komunitas bahwa aksi ini nyata dan bisa dipertanggungjawabkan.
Qiyi Indonesia bahkan memberikan nilai 10 dari 10 untuk pengalaman kampanye ini, terutama dalam hal kemudahan dan transparansi.
Kampanye ini mendapat sambutan hangat dari sesama anggota fandom. Dengan narasi yang positif dan mudah dipahami, ajakan berdonasi pun menyebar dengan cepat.
Halaman kampanye Donasi Qiyi Indonesia menjadi wadah partisipasi lingkungan yang inklusif, tanpa batasan usia maupun latar belakang.
Dalam laporan pertanggungjawaban (LPJ) kampanye, Qiyi Indonesia berhasil menyalurkan donasi yang berdampak: ratusan bibit mangrove ditanam, dan kegiatan ini sekaligus menjadi momentum edukasi lingkungan bagi para peserta.
Tak hanya menanam, mereka juga mendapat wawasan tentang pentingnya mangrove dalam mencegah abrasi dan menjaga ekosistem pesisir.
Menurut studi WWF, anak muda di Asia Tenggara yang terlibat langsung dalam aksi lingkungan bersama komunitas memiliki kemungkinan 70% lebih besar untuk menjadi agen perubahan jangka panjang di bidang lingkungan.
Hal ini selaras dengan misi Qiyi Indonesia yang ingin membawa perubahan positif melalui kekuatan fandom.
Kampanye Qiyi Indonesia menunjukkan bahwa fandom bukan hanya bisa bersatu dalam mendukung idola, tapi juga bisa menjadi kekuatan nyata dalam menjaga Bumi.
Melalui donasi “Indonesia Go Green With The Journey of Legend“, kampanye alam Qiyi Indonesia memberikan serta inspirasi bagi komunitas lainnya untuk ikut membuat kampanye alam yang berdampak.
Ajak Komunitas, Aksi Kolektif
Sebagai campaigner, Qiyi Indonesia telah menggunakan berbagai fitur LindungiHutan, seperti unduh dokumentasi, sertifikat campaigner, pantau progres kampanye, dan membagikan tautan kampanye ke seluruh jaringan komunitasnya.
“Ayok, kita lestarikan lagi hutan Indonesia di LindungiHutan. Dan kamu juga bisa dapat sertifikatnya,” seruan mereka untuk para anggota.
Mereka menambahkan bahwa kampanye alam Qiyi Indonesia bukan hanya bentuk kecintaan pada idola, tetapi juga pada Bumi yang menjadi rumah bersama.
Tahukah kamu? satu pohon mampu menyerap sekitar 21 kg karbon dioksida per tahun. Artinya, semakin banyak pohon yang ditanam bersama, semakin besar pula kontribusi terhadap penurunan emisi gas rumah kaca.
Harapan dan Saran
Harapan Qiyi Indonesia untuk masa depan hutan Indonesia sangat sederhana namun dalam maknanya: semoga hutan tetap hijau. Mereka juga berharap lebih banyak orang tergerak untuk ikut melestarikan lingkungan.
Melalui kampanye alam Qiyi Indonesia, mereka ingin memberi contoh bahwa kepedulian bisa dibangun dari hal yang akrab, musik dan komunitas.
Kendala yang sempat dialami adalah kebingungan saat membuat kampanye di lokasi yang sama, karena sistem secara otomatis mengakumulasi jumlah pohon.
Namun, secara keseluruhan mereka merasa puas dan belum memiliki saran tambahan untuk pengembangan platform.
Menurut IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change), reboisasi dan aforestasi merupakan dua dari solusi berbasis alam yang paling efektif untuk mencegah kenaikan suhu bumi lebih dari 1.5°C.
Menjadi Bagian dari Solusi
Cerita Qiyi Indonesia adalah bukti bahwa musik bisa menjadi pintu masuk menuju aksi nyata. Dari lagu yang menginspirasi, hingga kampanye yang menggerakkan, mereka menunjukkan bahwa komunitas fandom pun bisa punya kontribusi besar terhadap pelestarian alam.
Melalui LindungiHutan, mereka tak hanya menanam pohon, tapi juga harapan akan masa depan yang lebih hijau dan harmonis. Jika satu komunitas bisa memulai, maka komunitas lain pun pasti bisa.
Mari jadikan cerita Qiyi Indonesia sebagai inspirasi: bahwa langkah kecil pun akan terasa besar saat dilakukan bersama. Kampanye alam Qiyi bukan hanya tentang aksi, tapi tentang cinta yang tumbuh untuk bumi dan semua makhluk yang hidup di dalamnya.
