Dan Allah menyelamatkan orang-orang yang bertakwa karena kemenangan mereka, mereka tidak disentuh oleh azab (neraka) dan tidak bersedih hati.” (QS. Az-Zumar [39]: 61). Jaminan Allah untuk keselamatan orang-orang bertakwa.
INDONESIAINSIDE.ID – Kelak di akhirat, sebagaimana penjelasan Al-Qur’an, orang-orang yang akan mendapatkan keselamatan adalah orang-orang yang bertakwa. Khutbah Jum’at kali ini akan membahas judul “Keselamatan Orang-Orang Bertakwa”. Selamat membaca!
Khutbah Pertama:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الْجَوَادِ الْكَرِيمِ الشَّكُورِ الْحَلِيمِ أَسْبَغَ عَلَى عِبَادِهِ النِّعَمَ وَدَفَعَ عَنْهُمْ شَدَائِدَ النِّقَمِ وَهُوَ الْبَرُّ الرَّحِيمُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ وَالْخَيْرِ الْعَمِيمِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الْمُصْطَفَى الْكَرِيمُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا.
أَمَّا بَعْدُ، أَيُّهَا النَّاسُ: اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَتَعَرَّفُوا إِلَيْهِ فِي حَالِ الرَّخَاءِ يَعْرِفْكُمْ فِي حَالِ الشِّدَّةِ. قَالَ تَعَالَى: {وَيُنَجِّي اللَّهُ الَّذِينَ اتَّقَوْا بِمَفَازَتِهِمْ لَا يَمَسُّهُمُ السُّوءُ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ} [الزمر: 61]
Sidang Jum’at Rahimakumullah!
Pada kesempatan ini, khatib mengajak jamaah sekalian untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Sebab, takwah adalah jalan keselamatan. Kelak di akhirat, yang akan diselamatkan oleh Allah adalah orang-orang yang bertakwa kepada-Nya.
Kenalilah Allah di saat senang, niscaya Dia akan mengenalmu di saat susah. Kenalilah Tuhanmu dengan tunduk kepada-Nya, mencintai, mengagungkan, dan memperbanyak ibadah dengan tujuan mencari ridha-Nya, serta menjauhi maksiat karena takut akan siksa-Nya yang pedih.
Kenalilah Allah dengan melakukan ketaatan selama engkau masih dalam masa kemampuan dan kesempatan, sebelum engkau berharap untuk beramal namun tidak mampu melakukannya.
وَيُنَجِّي اللَّهُ الَّذِينَ اتَّقَوْا بِمَفَازَتِهِمْ لَا يَمَسُّهُمُ السُّوءُ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
Wahai hamba Allah, Allah berfirman: “Dan Allah menyelamatkan orang-orang yang bertakwa karena kemenangan mereka, mereka tidak disentuh oleh azab (neraka) dan tidak bersedih hati.” (QS. Az-Zumar [39]: 61).
Oleh karena itu, barang siapa yang bertakwa kepada Allah dan menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya, Allah akan menyelamatkannya dengan kemenangan. Jika dia terjebak dalam kesulitan, Allah akan menyelamatkannya darinya dan memudahkan jalan keluarnya. Orang-orang yang bertakwa adalah mereka yang mendapatkan keselamatan.
Kisah-Kisah Keselamatan Para Nabi dan Orang-Orang Bertakwa
Sidang Jum’at Rahimakumullah!
Contoh nyata dari keselamatan yang Allah berikan kepada orang-orang bertakwa adalah kisah-kisah para nabi dan orang-orang saleh terdahulu.
Keselamatan Rasulullah dan Abu Bakar
Nabi Muhammad, pemimpin orang-orang yang bertakwa, pernah keluar dari Mekah bersama sahabatnya Abu Bakar dalam keadaan takut terhadap kejaran Quraisy. Allah menyelamatkan mereka meskipun Quraisy berada di dekat mereka.
Abu Bakar berkata: “Wahai Rasulullah, jika salah satu dari mereka melihat ke bawah kakinya, niscaya ia akan melihat kita.” Rasulullah menjawab: “Jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita. Apa yang kamu kira, wahai Abu Bakar, terhadap dua orang yang Allah adalah ketiganya?”
Keselamatan Nabi Yunus
Nabi Yunus yang marah kepada kaumnya karena ketidakpatuhan mereka, pergi meninggalkan mereka dan naik kapal. Ketika kapal itu berat, mereka mengundi siapa yang akan dilempar ke laut agar kapal menjadi ringan. Undian jatuh pada Nabi Yunus.
Setelah dilempar, ikan besar menelannya. Nabi Yunus berdoa dalam kegelapan: “Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.” Allah menjawab doanya dan menyelamatkannya dari kesulitan. Allah berfirman: “Kalau sekiranya dia bukan termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya dia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari kebangkitan.”
Keselamatan Tiga Orang dari Bani Israel
Tiga orang dari Bani Israel terjebak dalam gua yang tertutup batu besar. Mereka berdoa kepada Allah dengan menyebutkan amal saleh yang pernah mereka lakukan:
- Yang pertama menceritakan tentang baktinya kepada orang tua.
- Yang kedua menceritakan tentang meninggalkan maksiat meskipun dia sangat menginginkannya.
- Yang ketiga menceritakan tentang kejujuran dan keadilan dalam membayar upah pekerja. Mereka berdoa agar Allah menghilangkan batu yang menutupi gua. Allah pun menjawab doa mereka dan mereka bisa keluar dari gua tersebut.
Keselamatan di Hari Kiamat
Allah juga menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dari bahaya hari kiamat dan siksaan neraka. Allah berfirman:
وَإِنْ مِنْكُمْ إِلَّا وَارِدُهَا كَانَ عَلَى رَبِّكَ حَتْمًا مَقْضِيًّا – ثُمَّ نُنَجِّي الَّذِينَ اتَّقَوْا وَنَذَرُ الظَّالِمِينَ فِيهَا جِثِيًّا
“Tidak ada seorang pun dari kalian, melainkan akan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalamnya dalam keadaan berlutut.” (QS. Maryam [19]: 71-72).
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الآيَاتِ وَذِكْرِ الحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الغَفُورُ الرَّحِيمُ
Khutbah Kedua:
الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيرًا، وَأَتْقَنَ مَا شَرَعَهُ وَصَنَعَهُ حِكْمَةً وَتَدْبِيرًا، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَكَانَ اللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرًا، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أَرْسَلَهُ إِلَى الْخَلْقِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا، وَدَاعِيًا إِلَى اللَّهِ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيرًا، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ، وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا. أَمَّا بَعْدُ
Sidang Jum’at Rahimakumullah!
Sahabat Abdullah bin Rawahah menangis ketika mendengar ayat 71-71 dari Surah Maryam, Ia khawatir apakah dia akan selamat atau tidak. Abu Maysarah juga menangis setiap kali mengingat ayat ini dan berkata: “Kami diberitahu bahwa kami akan memasukinya, tetapi kami tidak diberitahu bahwa kami akan keluar darinya.”
Marilah kita berdoa agar Allah menyelamatkan kita dari siksa neraka dan memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang bertakwa. Ya Allah, kami memohon kepada-Mu dengan nama-nama-Mu yang paling indah dan sifat-sifat-Mu yang paling mulia, selamatkanlah kami dari api neraka dan jadikanlah kami termasuk golongan orang-orang yang bertakwa.
Doa:
فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰأَ يُّها الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ.
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ والقُرُوْنَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ
اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
عٍبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
