Ringkasan:
-
Label makanan bisa menyesatkan, menyembunyikan informasi penting, dan membuat produk tampak lebih sehat.
-
Ukuran porsi pada label mungkin lebih kecil dari yang diharapkan, sehingga menyebabkan konsumsi kalori dan nutrisi berlebihan yang tidak disengaja.
-
Produk rendah lemak mungkin mengandung tambahan gula, menjadikannya padat kalori seperti produk berlemak penuh.
Label makanan seharusnya memungkinkan individu membuat keputusan yang lebih bijaksana di toko bahan makanan, namun ada kalanya hal tersebut mungkin membingungkan. Kemasannya biasanya menekankan beberapa klaim yang mudah diperhatikan sedangkan informasi penting disembunyikan dalam font kecil. Akibatnya, pelanggan akhirnya percaya bahwa suatu produk lebih sehat atau lebih bergizi daripada yang sebenarnya. Mengetahui label mana yang harus dibaca dapat menjadi langkah besar ketika mencoba memilih makanan sehari-hari. Itulah sebelas kesalahan persepsi tentang label makanan dan makna yang terkandung dalam label tersebut.
“Alami” Tidak Selalu Berarti Kaya Nutrisi
Kebanyakan produk menggunakan istilah natural pada kemasannya sehingga menimbulkan kesan bahwa makanan tersebut sehat. Faktanya, istilah ini belum tentu sehat secara gizi. Bahkan produk yang diberi label sebagai produk alami pun bisa saja memiliki kandungan gula atau natrium yang tinggi.
Ukuran Porsi Bisa Lebih Kecil Dari Yang Diharapkan
Label nutrisi memberikan nilai untuk satu porsi, namun mungkin kurang dari satu porsi pada umumnya. Jika satu paket memiliki beberapa porsi, kalori dan nutrisi dapat dengan mudah terakumulasi. Sebaiknya periksa dulu ukuran porsinya dan berikan gambaran yang lebih akurat.
Produk Rendah Lemak Mungkin Mengandung Tambahan Gula
Ada makanan rendah lemak yang mencoba mengganti kandungan lemaknya yang berkurang dengan gula atau bahan makanan lain agar rasanya tetap sama. Ini menyiratkan bahwa produk tersebut masih dapat menyediakan jumlah kalori yang sama. Hal ini dapat dilihat dengan melihat keseluruhan panel nutrisi untuk memberikan gambaran yang lebih jelas tentang keseluruhan keseimbangan.
Daftar Bahan Mengungkapkan Lebih Dari Label Depan
Apa yang menarik di bagian depan kemasan mungkin merupakan ilusi yang menipu tentang apa yang ada di dalam kemasan, tetapi ceritanya ada di daftar bahan-bahannya. Saat bahan-bahan ditulis, bahan-bahan tersebut ditampilkan sesuai urutannya dengan mempertimbangkan jumlah yang ditekankan. Jika pemanis atau bahan olahan ditempatkan lebih tinggi, produk tersebut mungkin memiliki lebih dari yang diharapkan.
“Multigrain” Tidak Selalu Berarti Gandum Utuh
Multigrain hanya mengacu pada fakta bahwa suatu produk terbuat dari lebih dari satu jenis biji-bijian. Ini tidak selalu berarti bahwa biji-bijian ini utuh dan kurang diproses. Pembeli cenderung memeriksa kata-kata gandum utuh pada daftar bahan dan memilih pilihan yang lebih sehat.
Kalori Bukanlah Keseluruhan Kisah Nutrisi
Jumlah kalori adalah faktor utama yang dipertimbangkan banyak orang saat membaca label makanan. Meski demikian, nutrisi lain seperti serat, protein, dan vitamin juga merupakan bagian dari pola makan seimbang. Makanan berkalori sedang, namun dengan nutrisi bermanfaat, terbukti lebih baik dibandingkan produk dengan kalori rendah namun nutrisinya rendah.
“Tanpa Tambahan Gula” Tidak Selalu Berarti Bebas Gula
Produk dengan label tanpa tambahan gula masih dapat mengandung gula yang berasal dari bahan alami seperti buah atau susu. Meskipun makanan tersebut mungkin bebas dari pemanis tambahan, makanan tersebut mungkin masih menambah jumlah gula yang dikonsumsi setiap hari berdasarkan jumlah makanan yang dikonsumsi.
Kadar Natrium Bisa Bersembunyi di Makanan Tak Terduga
Natrium dapat dilihat sebagai bahan makanan ringan tetapi terdapat dalam banyak makanan siap saji, saus, dan roti. Pembeli dapat membaca kadar natrium pada label nutrisi dan melihat jumlah di atas batas yang mungkin luput dari perhatian untuk membuat pilihan yang lebih seimbang.
Klaim Kesehatan Bisa Selektif
Paket tertentu menekankan pada zat tertentu misalnya vitamin atau mineral agar produk terlihat lebih sehat. Meskipun nutrisinya mungkin terkandung, makanan tersebut mungkin masih memiliki kandungan makanan lain yang lebih tinggi yang coba dibatasi oleh individu. Ini menjadi lebih jelas ketika Anda melihat keseluruhan label.
Tanggal Kedaluwarsa Tidak Selalu Berarti Segera Rusak
Sebagian besar kemasan makanan dan bahan makanan lainnya memiliki tanggal yang menunjukkan tanggal terbaik atau tanggal penggunaan, tetapi bukan tanggal keamanan sebenarnya. Beberapa produk yang disimpan dengan benar masih dapat dikonsumsi setelah tanggal tersebut. Pembedaan tersebut juga dapat digunakan untuk meminimalkan pemborosan makanan yang tidak diperlukan.
Desain Kemasan Dapat Mempengaruhi Persepsi
Warna dan gambar produk segar yang cukup cerah, serta frasa menu yang sehat, dapat berdampak pada persepsi pembeli. Kemasan yang menarik akan menarik minat masyarakat namun informasi gizi sebenarnya akan tertera pada kemasan itu sendiri. Keputusan yang lebih baik dapat diambil dengan meluangkan waktu untuk membaca detailnya.







