Lifestyle

Kepincut Lezatnya Sate Mahakam Pak Ahmad Bulungan Jakarta Selatan

142
kepincut-lezatnya-sate-mahakam-pak-ahmad-bulungan-jakarta-selatan
Kepincut Lezatnya Sate Mahakam Pak Ahmad Bulungan Jakarta Selatan
Kepincut Lezatnya Sate Mahakam Pak Ahmad Bulungan Jakarta Selatan
Sate usus ayam favorit saya yang dijual di Sate Mahakam Pak Ahmad, Bulungan, Jakarta Selatan

Setiap bertemu street food di berbagai sudut kota, saya selalu tertantang untuk mencoba. Begitu pun saat menemukan Sate Mahakam Pak Ahmad Bulungan Jakarta Selatan yang berlokasi di Jl. Mahakam, Jakarta Selatan. Hati saya langsung kepincut begitu mendekat ke gerobakan sate madura yang terparkir di salah satu sisi jalan Mahakam. Yuk lah mari dicoba.

Bisa 25 seats yang membawa saya dari Cisarua menuju kawasan Mahakam Jakarta baru saja berhenti, saat saya melihat kawasan ini sudah penuh dengan penjaja makanan pinggir jalan. Asap bakaran dan wangi kuah gulai langsung menyeruak hidung dengan begitu sopannya. Astaga. Perut saya mendadak bergejolak. Apalagi waktu berangkat tadi para peserta pelatihan di Cisasura hanya diberi nasi kotak seadanya dan jalur pulang macet luar binasa. Waktu ketibaan bis saat itu persis setelah maghrib. Saat di mana saya biasa menikmati makan malam.

Klop banget yak.

Saya langsung buru-buru melangkah dan menebar pandangan ke segala arah. Di semua titik tampak meja-meja kecil serta tempat duduk (tanpa senderan) yang mengelilingi para penjual gulai. Para pedagang masakan berkuah gurih tersebut terlihat hanya meletakkan gentong bakulan dengan batangan rotan atau bambu besar sebagai penyanggah. Pengungkit dan pengangkat tradisional yang mengandalkan kekuatan fisik, khususnya bahu dan tangan. Di salah satu sisi terdapat gentong kuah, sementara yang satu lagi berisikan lauk yang sudah disiapkan, topping gulai, dan beberapa peralatan makan. Ada juga yang berjualan dengan gerobakan tapi relatif tidak begitu banyak.

Karena suami memarkirkan mobil persis di salah satu penjual gulai, dia akhirnya membeli semangkok untuk dibungkus dan dibawa pulang. Alasannya sudah makan karena kelaparan nungguin bis saya datang. Emang sih. Macet parah sepanjang jalur Puncak – Jakarta memang nauzubillah.

Sementara suami menunggu pesanannya, saya konsen berjalan lurus ke arah gerobak sate. Asap yang terus mengepul dan tumpukan sate yang penuh terlihat dari kejauhan, sungguh bikin saya penasaran. Apalagi selama tinggal di kompleks saya jarang sekali melihat gerobak sate beredar. Jadi saat bertemu gerobak sate madura, antusiasme saya tak terbendung.

Yuk lah mari kita dekati.

Deretan sate ayam yang dijual oleh Sate Mahakam Pak Ahmad, Bulungan, Jakarta Selatan

Si bapak penjual sedang sibuk mengipas-ngipas saat saya datang. Sementara sang asisten heboh melayani tamu yang datang silih berganti. Ada yang minta bungkus ada yang makan di tempat. Sungguh hiruk-pikuk.

Sembari menunggu, saya memutuskan untuk memotret sate-sate yang akan, sedang, atau siap dihidangkan. Mulai dari menyiram kuah kacang atau kuah kecap yang dilengkapi dengan potongan tomat dan bawang merah. Saya ngiler berat. Apalagi saat si abang menumpahkan bawang goreng dan mulai memotong lontong satu persatu. Semua dikerjakan dengan sangat cekatan dan konsentrasi tinggi. Bekerja dalam diam, cepat, dan tepat. Lihailah pokoknya.

Sembari memotret dan merekam, mata saya terpaku pada stok sate yang berlimpah ruah. Ada sate taichan, sate ayam, dan sate usus. Lalu ada tumpukan lontong (adalah kali seratusan jumlahnya), sebungkus plastik besar bawang goreng, kemudian tomat dan bawang merah. Ada juga berember-ember bumbu kacang dan berbotol-botol kecap. Penuh dan sesak. Saat saya tanya apakah dalam semalam semua itu bisa habis. Dengan logat madura yang masih kental beliau menjawab, “Malah kadang kurang Bu. Apalagi pas akhir pekan dan liburan.” Saya langsung terkagum-kagum karena sebanyak itu bisa habis dalam semalam. Tapi mungkin aja sih karena selain orang yang datang langsung (makan di tempat atau bungkus) juga ada pesanan on-line yang datang silih berganti. Selama saya menunggu aja, ada mungkin sepuluh orang ojol yang datang menjemput pesanan.

Luar biasalah pokoknya.

Saat mulai terasa lowong giliran saya pun tiba. Melihat sate yang setengah matang mulai terlihat banyak, saya memesan 20 tusuk sate usus ayam, 20 tusuk sate daging ayam, lontong 2 bungkus. Setiap sate harganya Rp25.000,00/10 tusuk dan lontong Rp5.000,00/buah. Harga standard lah ya. Mau kuah kacang ataupun kuah kecap, sate itu harganya sama. Dan karena sudah lama menunggu, akhirnya saya memutuskan untuk membungkus saja. Apalagi saat itu tempat duduk mulai penuh dan kesibukan sepanjang jalan Mahakam begitu masif.

Yang pasti saat sate-sate tersebut saya makan di rumah, rasanya (masih) enak. Yang paling saya sukai adalah sate ususnya. Kenyal digigit, gurih di lidah, dengan kuah kacang yang tetap asik meski sudah tidak hangat, serta dalam kadar ke-enceran yang pas. Gak bikin neg. Lontongnya juga pas. Tidak terlalu lembut dan tidak keras. Takarannya pas. Cocok banget dengan selera saya pribadi.

Untuk tambahan informasi, Sate Mahakam Pak Ahmad buka sekitar waktu maghrib (pkl. 17:30 atau 18:00 wib) dan tutup sekitar pkl. 03:00 wib keesokan harinya. Lokasinya persis berseberangan dengan Resto Hanamasa. Menurut si abang penjual, sepanjang jalan Mahakam dan sederetan depan putaran menuju Blok M Plaza atau di depan bakso Boedjangan, hanya ada satu gerobak penjual sate. Jadi udah pasti gak keliru. Gampang sekali untuk menandainya.

Kali-kali aja menikmati malam mingguan di seputaran Blok M Plaza, Bulungan, dan jalan Mahakam, dan pengen menikmati sate ayam khas Madura, Sate Mahakam Pak Ahmad bisa jadi pilihan yang tepat. Murah meriah, enak, dan kenyang. Street food yang bikin saya kepincut oleh rasanya yang lezat.

Kalau mau tahu persis lokasi mereka, bisa cari di google dengan kata kunci Sate Mahakam Pak Ahmad cabang Bulungan Blok M atau IG @satemahakampakahmad.

Sate ayam bumbu kacang dengan lontong yang siap dihidangkan
Bawang goreng si pemantik rasa. Renyah dan gurih.
Sate ayam kuah kecap dengan potongan tomat, bawang merah, dan sebuah lontong

Exit mobile version