Scroll untuk baca artikel
GenZ

Kenapa Lagu Lawas 90an Terasa Lebih Jujur Buat Kita Sekarang

3
×

Kenapa Lagu Lawas 90an Terasa Lebih Jujur Buat Kita Sekarang

Share this article
kenapa-lagu-lawas-90an-terasa-lebih-jujur-buat-kita-sekarang
Kenapa Lagu Lawas 90an Terasa Lebih Jujur Buat Kita Sekarang

Dibandingkan sekarang, rasanya lagu lawas 90an bikin perasaan-perasaan hangat yang lebih jujur dan membangkitkan kenangan

Kenapa Lagu Lawas 90an Terasa Lebih Jujur Buat Kita Sekarang

Example 300x600

Jujur, sekarang-sekarang ini tau lagu baru awalnya dari tren TikTok. Itu aja paling cuma 30 detik dan nggak tau siapa penyanyinya. Menurutku, ya, irama musik sama warna vokal penyanyinya sekarang tipe-tipe yang senada. Kadang sekali denger emang catchy, tapi pas diulang-ulang kok kerasa gampang bikin bosan dan cuma sekelebat lewat doang?

Sebagai Gen Millennial batch terakhir, rasanya beda banget kalau nggak sengaja denger lagu era 90an. Baru petikan gitar di bagian intro-nya aja, dada tuh langsung kerasa beda. Musiknya punya nyawa, liriknya nggak dibuat-buat, dan entah kenapa lagu lawas 90an rasanya lebih jujur buat kita sekarang.

Eh, tapi kalau dipikir-pikir lagi, menurutku ada beberapa hal yang bikin lagu-lagu zaman dulu itu selalu punya cara buat nyampe ke hati.

Aransemen yang timeless bikin musiknya nggak pernah basi

hipwee-Aransemen yang timeless bikin musiknya nggak pernah basi

Tumpukan kaset yang populer sebelum era digital seperti sekarang | Pinterest

Kayak yang udah kubilang tadi, salah satu alasan terbesarnya ada di aransemen musiknya. Lagu lawas 90an punya struktur instrumen yang organik. Misalnya dihasilkan dari petikan gitar akustik asli, dentuman drum set riil, sampai permainan bass line yang kuat dan bernyawa.

Itu sih yang bikin suara lagunya nggak kerasa kedaluwarsa. Mau diputar tahun 1996 atau didengerin sekarang, bunyinya tetap relevan, enak di telinga, dan nggak terdengar outdated.

Buktinya, meski usianya udah lebih dari 20 tahun, lagu-lagu lawas malah balik ramai dan jadi tren di media sosial. Sebut aja lagu-lagu hits Sheila on 7  atau Yogyakarta punya Kla Project yang sering banget masuk frequently used audio di TikTok atau Reels.

Apakah cuma anak 90an aja yang enjoy? Tentu tidak kalau kamu yang ngakunya Gen Z tiba-tiba ikutan nyanyi pas lagu Kemesraan diputar. Lho, kok hafal? Terbukti kan, musik yang dari awal dibuat pakai “jiwa” bakal selalu nemu jalannya buat relate sama pendengar lintas generasi.

Lirik lagu lawas 90an full Bahasa Indonesia tanpa perlu dicampur-campur

hipwee-Lirik lagu lawas 90an full Bahasa Indonesia tanpa perlu dicampur-campur

Lirik lagu pada kaset band Sheila On 7 | Pinterest

Beda banget sama tren lagu zaman sekarang yang rata-rata liriknya sering di-mix sama Bahasa Inggris atau biasa kita sebut bahasa ala Jaksel. Nggak salah sih, tapi kalau didengar-dengar lagi, lagu era 90an tuh sukses ngebuktiin kalau Bahasa Indonesia sendiri sebenarnya kaya dan indah banget kalau dirangkai pakai niat.

Musisi zaman dulu nggak perlu menyelipkan istilah bahasa asing cuma buat bikin lagunya kelihatan keren atau relevan. Mereka pakai kosakata lokal yang utuh, padat makna, dan benar-benar beralas pada akar bahasa kita sendiri.

Pilihan katanya dipikirkan dengan matang, bukan sekadar ngejar rima yang gampang dihafalin atau sengaja dibikin pendek demi konten. Itu sih yang justru bikin pesannya kerasa lebih dekat sama keseharian kita dan makin gampang nyampe ke hati. Nggak ada yang dipaksa-paksain, murni jujur dari kata-kata yang biasa kita pakai sehari-hari.

Kalau bikin lagu cinta, puitisnya nggak kaleng-kaleng

hipwee-Kalau bikin lagu cinta, puitisnya nggak kaleng-kaleng

Romansa anak SMA era 90an yang digambarkan dalam film Dilan | Pinterest

Dulu kalau musisi 90an bikin lagu cinta, metafora atau kiasannya tuh niat banget. Liriknya nggak cuma sekadar “aku suka kamu” atau frasa simpel yang diulang-ulang. Mereka bisa memotret momen paling sederhana dari orang yang lagi jatuh cinta jadi sesuatu yang manis dan berkesan banget.

Lihat aja gimana almarhum Chrisye menggambarkan indahnya cinta remaja di lagu Kisah Kasih di Sekolah. Cuma cerita soal rasa malu-malu, bisik-bisik di sudut sekolah, atau main mata pas jam istirahat, tapi penyampaiannya polos dan tulus banget.

Nggak ada yang berlebihan, tapi pas dengerin kita bisa langsung ngerasain desiran manis khas orang kasmaran. Nggak heran kalau sampai sekarang lagu-lagu ini masih sering dijadiin andalan pas lagi butuh lagu nostalgia buat karaoke bareng teman. Ya, kan?

Ada usaha emosional yang luar biasa besar di balik penulisan liriknya. Lagu cinta zaman dulu kerasa kayak surat cinta yang ditulis pakai perasaan paling jujur, bukan asal jadi. Rasa kagum dan indahnya jatuh cinta benar-benar ditumpahkan lewat kiasan yang bikin pendengarnya kerasa diistimewakan.

Topik bahasannya sederhana dan jujur apa adanya

hipwee-Topik bahasannya sederhana dan jujur apa adanya

Sederet musisi yang populer dan menjadi idola anak muda di era 90an | Pinterest

Liriknya juga nggak cuma sibuk sama urusan jatuh cinta atau patah hati doang. Banyak musisi zaman itu yang berani ngangkat realita hidup yang jujur, mulai dari persahabatan, krisis usia muda, kritik sosial, sampai kesederhanaan hidup yang apa adanya.

Lihat aja lagu Rumah Kita punya God Bless. Liriknya sederhana banget, cuma cerita tentang menghargai apa yang kita punya walau cuma gubuk beratap jerami tanpa kemewahan. Tapi kalau ditarik ke kondisi sekarang, lagunya kerasa relate parah sama situasi kehidupan atau kondisi negara yang lagi ngawur-ngawurnya.

Di tengah segala ketidakpastian hidup, lagu ini kayak ngingetin kalau rumah atau tempat kita berpulang itu tetap jadi tempat paling hangat dan jujur buat nerima kita apa adanya.

Nostalgia masa kecil yang selalu bikin hangat hati dan kangen bapak ibu

hipwee-Nostalgia masa kecil yang selalu bikin hangat hati dan kangen bapak ibu

Visual nostalgia tahun 90an dengan suasana hangat | Pinterest

Yah, walaupun pas era 90an kita masih kecil banget atau bahkan baru lahir, musik-musik ini dulu sering banget keputar di radio, TV, atau warung-warung sekitar pas kita jajan sambil mainin beras. Memori samar-samar itu tanpa sadar kebawa sampai kita dewasa, bikin ada rasa hangat dan nyaman tiap kali lagunya terdengar lagi.

Kangen sama bapak ibu, suasana rumah yang hangat, atau keluarga kita yang dulu masih lengkap. Dengerin lagu lawas 90an kayak ditarik balik ke masa di mana beban hidup kita cuma sebatas PR sekolah dan pelukan orang tua masih jadi tempat paling aman di dunia.

Ternyata, yang bikin banyak lagu lawas 90an  terasa jujur banget bukan cuma dari musiknya. Tapi karena di setiap nada dan liriknya, ada simpanan kenangan sama orang-orang yang kita sayangi yang mendadak hadir lagi pas lagunya diputar.

Rasanya jadi wajar banget kalau jajaran lagu kenangan era 80-90 nggak bakal pernah benar-benar hilang dan selalu dapet tempat hangat di playlist kita, ya.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Part time – Content Writer, Copywriter, Editor Buku, dan Penulis. Full time – menghabiskan waktu dengan para kucing, nonton drama maupun film.

Editor

Part time – Content Writer, Copywriter, Editor Buku, dan Penulis. Full time – menghabiskan waktu dengan para kucing, nonton drama maupun film.