Berita

Kenapa Fan Antusias dengan Pernikahan Taylor Swift? Ini Kata Psikolog

3
kenapa-fan-antusias-dengan-pernikahan-taylor-swift?-ini-kata-psikolog
Kenapa Fan Antusias dengan Pernikahan Taylor Swift? Ini Kata Psikolog

CNN Indonesia

Sabtu, 04 Jul 2026 22:15 WIB

Ilustrasi. Pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce dinilai sebagai pernikahan yang dinanti tahun ini. Begitu banyak orang antusias akan hari bahagia keduanya. Hal ini pun dapat dijelaskan dari kacamata ilmu Psikologi. (Kevin Mazur/Getty Images for iHeartRadio)

Jakarta, CNN Indonesia

Penyanyi Taylor Swift dan Travis Kelce resmi menikah pada Jumat (3/7) waktu New York City. Meski berlangsung tertutup tapi ini tidak menghalangi fan bahkan nonfan untuk membicarakan pernikahan keduanya.

Jelas tidak ikut kondangan tapi fan begitu antusias dengan pernikahan penyanyi Taylor Swift. Hari-hari jelang gelaran pernikahan, banyak yang berspekulasi soal gaun, gaya rambut, tempat, dan daftar tamu undangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Publik sepertinya harus bersabar menanti pelantun The Fate of Ophelia ini membagikan foto di hari bahagianya.

Keterlibatan fan dalam kehidupan pribadi idolanya mungkin terdengar aneh. Namun menurut peneliti psikologi media Bradley Bond, respons itu sepenuhnya normal bahkan bisa saja bermanfaat.

Bond menjelaskan ini lewat pendekatan psikologi guna melihat hubungan fan dengan selebritas dan karakter fiksi. Penelitian menunjukkan orang memiliki respons emosional yang serupa terhadap tokoh media seperti halnya terhadap orang yang dikenal secara pribadi meski biasanya kurang intens.

“Pada dasarnya, pikiran kita memproses kepribadian secara serupa terlepas dari apakah kita memproses orang yang berdiri di depan kita atau di layar,” jelas Bond mengutip dari Science Alert.

Hubungan parasosial

Rasa terlibat dalam kehidupan figur publik disebut hubungan parasosial. Hubungan parasosial berkaitan dengan otak manusia yang dipersiapkan untuk empati dan menyelaraskan diri dengan emosi orang lain.

Hubungan ini bisa bersifat sepihak dan tidak berbalas. Namun studi psikologi terbaru menunjukkan bahwa tokoh media dapat membantu orang meminimalkan putus asa dan memberikan mereka identitas dan kesejahteraan lebih baik.

“Ketika sesuatu yang baik terjadi pada tokoh media yang kita rasa terhubung secara sosial, kita ikut senang untuk mereka,” kata Bond.

Taylor Swift dan Travis Kelce bertunangan pada Agustus 2025. Fan begitu antusias dengan pernikahan keduanya. Menurut psikolog, respons ini normal. (Instagram)

Pernikahan tentu saja salah satu peristiwa penting. Hubungan parasosial yang kuat membuat fan terlibat secara emosional.

Lindsey Conlin Maxwell, psikolog yang juga seorang Swiftie (sebutan fan Taylor Swift), sepakat dengan penjelasan Bond.

“Kami telah menghabiskan 20 tahun terakhir mendengarkan musiknya dan membangun hubungan ini dengannya, jadi meskipun itu adalah hubungan satu arah di mana dia tidak mengenal kami secara individual, kami sebagai Swifties merasa seperti mengenalnya dan seperti telah melalui pasang surut emosional bersamanya,” kata Maxwell.

Dia menambahkan fan merasa dekat dengan Swift adalah berkat kekuatan musik. Maxwell menilai musik Swift mampu membangkitkan emosi yang kuat dan membantu orang merasa terhubung dengan orang lain.

Akan tetapi, lanjut dia, kecintaan Swiftie pada sang idola tidak sama dengan perasaan terhadap teman atau anggota keluarga sungguhan.

“Penggemar rata-rata, bahkan mereka yang memiliki hubungan parasosial yang kuat dan banyak berinvestasi dalam musik Taylor Swift, dapat menyadari bahwa itu adalah hidupnya dan pencapaiannya, bukan milik kita,” kata Maxwell.

(els)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Exit mobile version