Indonesiainside.id – Industri kosmetik Indonesia tidak hanya memiliki potensi pasar yang besar tetapi juga menarik minat banyak pelaku industri dalam negeri. Tren dan gaya hidup masyarakat yang semakin modern menjadikan produk kosmetik semakin populer. Oleh karena itu, pelaku usaha, terutama yang berskala Industri Kecil dan Menengah (IKM), perlu memahami perubahan preferensi konsumen dan mengembangkan strategi pemasaran yang efektif.
Untuk mendukung perkembangan IKM kosmetik, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian kembali menggelar Kompetisi Startup Kosmetik yang dimulai pada 30 Juli 2024. Kompetisi dengan slogan ‘Grow and Classy’ ini telah diselenggarakan sejak 2019.
“Pasar kosmetik di Indonesia saat ini berada dalam kondisi ekspansif,” ungkap Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka, Reni Yanita dalam keterangan tertulis, Senin (5/8). Data dari Statista.com menunjukkan total pendapatan industri kosmetik mengalami kenaikan 48 persen dari USD1,31 miliar (Rp21,45 triliun) di tahun 2021 menjadi USD1,94 miliar (Rp31,77 triliun) di tahun 2024.
Reni menambahkan, pertumbuhan sektor industri kosmetik diperkirakan akan terus berlanjut hingga 2028 dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 5,35 persen per tahun. “Ini merupakan peluang yang sangat menjanjikan yang harus dimanfaatkan oleh pelaku usaha industri kosmetik, termasuk pelaku IKM,” tambahnya.
Kondisi ekspansif juga terlihat pada peningkatan jumlah pelaku usaha kosmetik. Data dari BPOM menunjukkan peningkatan dari 819 pelaku usaha pada tahun 2021 menjadi 1.039 pelaku usaha di akhir tahun 2023. “Sebanyak 89 persen dari pelaku usaha kosmetika di Indonesia adalah pelaku IKM, yang memiliki peran krusial dalam penyediaan lapangan pekerjaan,” jelas Reni.
Dengan potensi ini, keterlibatan IKM dalam industri kosmetik tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi tetapi juga memberikan dampak sosial yang signifikan. Pengembangan IKM dapat menciptakan kesempatan kerja, mengurangi kemiskinan, dan mendorong inovasi dalam industri kosmetik.
Kompetisi Startup Kosmetik bertujuan menjaring pelaku usaha baru yang potensial dan inovatif, menjalin jejaring antar pelaku usaha, meningkatkan keterampilan, serta memberikan apresiasi dan meningkatkan iklim kompetitif antar IKM Kosmetik di Indonesia.
Direktur Industri Aneka dan IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan, Alexandra Arri Cahyani, menyatakan bahwa nantinya akan ada 15 IKM kosmetik yang terpilih untuk mendapatkan pembinaan dan akan diseleksi kembali untuk mendapatkan penghargaan pada awal November 2024.
“Kompetisi ini adalah bagian dari Program Peningkatan Daya Saing IKM, khususnya dalam Pengembangan Produk IKM. Kami juga memberikan coaching agar pelaku IKM dapat berinovasi dan menghasilkan produk yang berdaya saing dan aman,” jelas Alexandra.
Selain Kompetisi Startup Kosmetik, Ditjen IKMA juga melaksanakan berbagai kegiatan peningkatan daya saing IKM kosmetik lainnya, seperti fasilitasi kemitraan, business matching, fasilitasi CPKB dan Izin Edar, serta pameran. “Bagi pelaku usaha yang belum beruntung mengikuti tahapan selanjutnya, tidak perlu berkecil hati. Ditjen IKMA akan mengundang mereka untuk mengikuti sosialisasi dan kegiatan peningkatan daya saing lainnya,” tutup Alexandra.







