Scroll untuk baca artikel
Berita

Kemenperin Konsisten Jalankan Hilirisasi Industri Berbasis Sumber Daya Alam

111
×

Kemenperin Konsisten Jalankan Hilirisasi Industri Berbasis Sumber Daya Alam

Share this article
kemenperin-konsisten-jalankan-hilirisasi-industri-berbasis-sumber-daya-alam
Kemenperin Konsisten Jalankan Hilirisasi Industri Berbasis Sumber Daya Alam

Indonesiainside.id – Dalam upaya mendorong perkembangan industri nasional, pemerintah, akademisi, dan sektor bisnis telah menunjukkan kekuatan kolaborasi melalui konsep triple helix. Salah satu buktinya adalah pendirian Pilot Plant Fraksionasi Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS), yang merupakan hasil kerjasama antara Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Agro Kementerian Perindustrian, Institut Teknologi Bandung, dan PT Rekayasa Industri.

Example 300x600

Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pembangunan Pilot Plant di Bogor menjadi sejalan dengan arahan Presiden RI terkait hilirisasi industri berbasis sumber daya alam serta pengembangan industri hijau yang berkelanjutan.

“Pilot Plant ini merupakan upaya Kementerian Perindustrian yang konsisten menjalankan amanat Presiden RI untuk Hilirisasi Industri berbasis Sumber Daya Alam dan menumbuhkan Industri Hijau yang berkelanjutan, di antaranya melalui pemanfaatan limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS) menjadi produk-produk yang bernilai tambah tinggi,” ungkap Agus, Jumat (9/8).

Lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa sektor kelapa sawit menjadi salah satu prioritas dalam program hilirisasi industri, dengan nilai ekonomi yang signifikan. Pada tahun 2023, sektor ini berkontribusi lebih dari Rp750 triliun atau sekitar 3,5 persen dari PDB Nasional. “Angka ini berpotensi akan terus bertambah melalui inovasi teknologi, dari yang sebelumnya berpusat pada hilirisasi minyak sawit, menjadi semakin luas, termasuk pengolahan biomassa kelapa sawit,” tambahnya.

Konsorsium yang terlibat dalam pengembangan Pilot Plant ini telah mengembangkan teknologi yang strategis untuk masa depan, dengan fokus pada sumber daya terbarukan. Pilot Plant ini menghasilkan Glukosa, Xilosa, dan Lignin (GXL) yang masing-masing memiliki peran penting dalam industri. Glukosa dapat digunakan sebagai prekursor untuk bio etanol, sementara Xilosa dan Lignin berfungsi sebagai bahan dasar dalam pembuatan Bio Fine Chemicals, termasuk produk seperti xylitol, benzene, dan toluene.

Agus juga berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak yang terlibat dalam industri, terutama dalam pengolahan biomassa kelapa sawit. Beroperasinya Pilot Plant ini diharapkan dapat mengatasi masalah limbah dan menghasilkan produk yang berkontribusi pada hilirisasi industri kelapa sawit.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri, Andi Rizaldi, menambahkan bahwa penguasaan teknologi fraksionasi TKKS di skala pilot merupakan pencapaian penting. “Penguasaan teknologi fraksionasi TKKS pada skala pilot dapat digunakan untuk meningkatkan pemanfaatan dan optimalisasi TKKS untuk diproses dan menghasilkan prekursor bernilai tinggi seperti Glukosa, Xilosa, dan Lignin (GXL),” jelas Andi.

Teknologi yang dihasilkan dari pilot plant ini juga diharapkan dapat menjadi lisensi teknologi yang dikembangkan oleh anak bangsa, sehingga memperkuat daya saing industri kelapa sawit nasional serta meningkatkan citra positif terkait isu lingkungan. Andi menutup dengan menyatakan bahwa tugas berikutnya adalah mengoptimalkan pemanfaatan teknologi ini melalui layanan jasa yang disediakan oleh BBSPJI Agro, Bogor, untuk mendukung investasi industri dalam upaya hilirisasi dan peningkatan nilai tambah tandan kosong kelapa sawit.