
Ilustrasi Kaum Sodom yang Disiksa
Allah telah memilih Nabi Luth ‘Alaihis salam untuk diutus dengan membawa risalah tauhid kepada penduduk Sodom, sebuah desa yang terletak di antara Hijaz dan Syam. Sayangnya, kaum yang digambarkan Al-Qur’an memiliki penyimpangan seksual ini pada akhirnya, secara mayoritas mendapat siksa karena tidak mau bertobat dan menerima dakwah nabinya.
INDONESIAINSIDE.ID – Ketika Nabi Luth ‘Alaihis salam datang untuk menyeru mereka kepada Allah, dia menemukan mereka sebagai umat yang paling kotor dan bejat di muka bumi. Mereka adalah orang-orang yang paling keji dan kafir, dan selain kekafiran mereka, mereka juga melakukan perbuatan yang sangat keji yang belum pernah dilakukan oleh umat-umat sebelumnya.
Mereka melakukan perbuatan homoseksual, meninggalkan wanita yang telah dihalalkan oleh Allah untuk mereka, seperti yang disampaikan oleh Nabi Luth dalam firman Allah: “Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelummu?” (QS. Al-A’raf [7]: 80-81)
Nabi Luth menyeru mereka untuk menyembah Allah dan menaati perintah-Nya, serta melarang mereka dari perbuatan keji tersebut. Namun, mereka tidak mengindahkan seruan tersebut dan justru semakin dalam kesesatan dan kekafiran mereka. Mereka bahkan menantang dengan mengatakan: “Usirlah Luth beserta keluarganya dari negerimu; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang (mendakwakan dirinya) bersih.” (QS. An-Naml [27]: 56)
Kebejatan Lainnya
Selain perbuatan homoseksual, kaum Sodom juga melakukan berbagai kebejatan lainnya. Mereka memotong jalan, merampas harta benda para kafilah, dan memaksa laki-laki untuk melakukan perbuatan keji dengan mereka. Mereka juga melakukan perbuatan keji di tempat pertemuan mereka.
Nabi Luth terus menyeru dan mengingatkan mereka akan azab Allah, namun tanggapan mereka justru lebih buruk daripada perbuatan mereka: “Dan jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan: ‘Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.’ (QS. Al-Ankabut [29]: 29).
Nabi Luth pun berdoa kepada Allah untuk menolongnya melawan kaum yang bejat tersebut. Allah mengabulkan doanya dan menurunkan azab yang sangat dahsyat kepada kaum Sodom. Seperti yang diceritakan dalam surat Hud: “Maka ketika datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, yang diberi tanda dari Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim.” (QS. Hud [11]: 82-83)
Peringatan untuk Semua Umat
Allah telah memperingatkan bahwa siapa saja yang mengikuti jalan mereka dan melakukan perbuatan yang sama, maka azab Allah sangat dekat baginya. Penyimpangan seksual yang dilakukan oleh kaum Nabi Luth adalah salah satu dosa yang paling menjijikkan dan layak mendapat kutukan serta azab Allah. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ، فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ، وَالْمَفْعُولَ بِهِ
“Barangsiapa yang kalian temukan melakukan perbuatan kaum Luth, maka bunuhlah pelaku dan objeknya.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi)
Ini menunjukkan betapa keji perbuatan ini dan betapa tidak boleh ditoleransinya. Barangsiapa yang terlibat dalam perbuatan ini hendaklah segera bertaubat dan berusaha untuk mengobati dirinya dengan syariat dan obat-obatan, serta memperbanyak doa kepada Allah.
Ironisnya, peradaban modern, terutama di Eropa dan Barat, kini telah menerima dan melegalkan perbuatan ini, bahkan menganggapnya sebagai bagian dari hak asasi manusia. Ini adalah penyimpangan besar dari fitrah manusia dan ajaran agama, dan mereka yang mendukung perbuatan ini adalah mereka yang telah terjerumus dalam tipuan setan.
Allah memperingatkan bahwa azab bagi mereka yang melakukan perbuatan seperti kaum Nabi Luth sangatlah dekat. Semoga kita semua dijauhkan dari perbuatan keji ini dan dilindungi oleh Allah dari azab-Nya. (MBS)
